Liana Story'S

Liana Story'S
EPISODE 8



**Liana masih dalam dekapan cris dan cris masih terus memeluk liana sampe tabib datang "periksa dia segera" perintah cris "baik yang mulia" jawab sang tabib....beberapa menit setelah liana selesai diperiksa "dia hanya trauma atau tidak bisa melihat darah,jadi dia akan mudah lemah dan pingsan" kata sang tabib sambil melihat ke arah cris "tapi apakah dia baik-baik saja tidak perlu minum obat" tanya cris " tidak perlu yang mulia nona hanya pingsan saja ketika bangun nona akan baik-baik saja tapi sebaiknya nona tidak perlu berhadapan dengan hal-hal yang berhubungan dengan darah dan pedang itu yang menjadi pemicu" jawab sang tabib "baiklah,kau boleh pergi" perintah cris dan segera ia mengangkat liana ala bridal style dan membawanya ke kamar mereka dan membaringkan liana di ranjang dengan sangat lembut, "kau selalu membuat ku khawatir bagaimana bisa sehari saja aku meninggalkan mu jika kau seperti ini dan jujur saja aku sangat merindukanmu walau kau tidak tau perasaan yang kumiliki saat ini perasaan yang dinamakan cinta" kata cris sambil mengusap wajah liana lembut dan menyelimuti liana dan ia beranjak keluar.


- Malam hari


"aww kepala ku kok sakit" liana sudah sadarkan diri dan ia melihat sekitar bahwa ia sudah ada di dalam kamar "kok aku bisa di sini tadi kan aku di perpustakaan dan..." liana berhenti dan "bukannya tadi aku awwww" tiba-tiba kepalanya sakit mengingat kembali ingatan tentang darah dan pedang sakitnya berkurang saat liana pelan-pelan melupakan apa yang ia lihat tadi "tidak apa-apa liana kau pasti akan terbiasa dengan apa yang ada di penjara ini" maksudnya liana penjara ialah istana yang sedang ia tinggali, liana turun dari ranjang dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri setelah selesai liana keluar dan menuju dressing room miliknya liana melihat baju pria di samping kiri dan baju wanita di samping kanan "kenapa ada baju pria ohhh aku lupa aku kan satu kamar dengan pria brengsek itu" ia mengarah ke sebelah kanan untuk melihat pakaian apa yang ia kenakan 'banyak sekali baju indah karna ini sudah malam aku akan memakai baju yang agak gelap kalau gitu ini saja" pilihan liana jatuh pada piyama hitam pendek hanya sebatas paha dan baju lengan pendek yang menunjukkan kulit indahnya liana mengurai rambutnya karna masih basah.


Liana berjalan keluar menyusuri tangga dilihatnya tidak ada seorangpun di luar dan ia merasa takut karna di luar sangat gelap,liana berbalik melihat jam besar di dinding dipandangnya sudah hampir jam 12 malam "berapa lama aku tertidur dan kenapa harus bangun di tengah malam seperti ini bagus liana kau memang cerdas" sebenarnya liana sedang mengutuki dirinya sendiri karna bangun tengah malam dan ia lapar "liana menuju dapur dan memanggil pelayan tapi tidak ada satupun suara "mungkin mereka semua sudah istirahat,baiklah aku akan memasak sendiri" liana membuka kulkas dan melihat telur,keju dan sosis ia membuat telur gulung yang dalamnya ia berikan keju dan sosis yang ia panggang di oven "selamat makan" kata liana pada dirinya sendiri ia tidak menyadari bahwa ada seseorang sedang melihat tingkahnya dari tadi siapa lagi kalau bukan cris.


"astaga apa yang aku pikirkan" batin liana dalam hati sambil menggelengkan kepalanya cris yang melihat itu hanya bisa gemas karna ia tahu bahwa liana sedang berpikiran tidak jernih dengan melihat tubuh atletis miliknya "kenapa kau tiba-tiba di sini mengagetkan ku saja" kata liana marah "kenapa kau selalu menanyakan pertanyaan yang sama tentu saja aku di bisa di mana saja aku mau ini istanaku kau ingat" balas cris dengan senyuman liana hanya membalikkan matanya.


grrr.Grrrr bunyi suara guntur dan lampu padam. liana berteriak dan tiba-tiba ia terdiam karna ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang "tenang lah aku di sini" kata cris


liana merasakan ada yang aneh darinya jantungnya berdetak sangat cepat "apakah aku mulai menyukainya" batin liana penasaran.