
Jangan bosan-bosan ya say
Cris masih menatap liana sedangkan jantungnya sudah ingin copot karna berdetak sangat cepat "ada apa dengan mu hello" kata liana sambil melambaikan tangannya hendak membangun kan cris dari lamunannya "ahhh itu,,,kau sangat lama aku sudah lapar" jawab cris dengan gugup "kenapa kau tidak makan deluan saja kenapa harus menungguku bukannya biasa kau tidak berperasaan ya"
"jangan merusak pagi ku liana" kata cris dengan menatap liana,mereka berdua sarapan dengan tenang tiba-tiba salah seorang prajurit datang hendak mengatakan sesuatu pada cris "maaf yang mulia,mengganggu sarapan anda tapi ada hal mendesak"
"katakan ada apa", prajurit itu agak menunduk dan berbisik di telinga cris liana yang dari tadi melihat penasaran apa yang dikatakan oleh prajurit itu.
"baiklah aku akan segera kesana,siapkan kuda ku" kata cris dan menyuruh prajurit itu pergi ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi tanpa melihat atau mengatakan sesuatu kepada liana "apa sesuatu sedang terjadi sepertinya dia akan pergi ahhh bodoh aku tidak peduli terhadap apa yang akan ia lakukan" batin liana sambil melanjutkan sarapannya.
"ahhhh istana ini sangat besar dan luas tapi tidak ada seorangpun di sini yang bisa aku ajak bermain ehmmm apakah mereka selalu bekerja" kata liana sambil berjalan ke arah jendela dan memandang pemandangan rerumputan yang luas dan indah menurutnya
"aku bermain di sana saja sepertinya tidak masalah jika aku bermain di luar ahhh bodoh amat aku tidak peduli pada peraturan bodohnya" kata liana dan berjalan keluar dan mengarah pada rerumputan yang menjadi tujuannya,liana duduk di atas rumput tanpa menggunakan alas dan menutup mata sambil merasakan angin yang bertiup rambutnya beterbangan dengan indah dan mata coklat yang berbinar "sudah lama aku tidak merasakan kedamaian seperti ini" ia pun menunduk dan diam ia mengingat kedua orangtuanya dan desanya yang damai dan nyaman baginya dan tiba-tiba wajah cris terbayang dalam pikiran liana,mengingat bahwa dia orang yang telah membunuh orangtuanya dan semua kehidupan damainya membuat rasa benci timbul dalam hatinya.
"Astaga malam yang indah tanpa dirinya"liana sedang menyantai di atas balkon kamarnya tiba-tiba bunyi suara pasukan berkuda tiba dan berhenti di depan istana liana berdiri dan melihat ke bawah "astaga siapa mereka,apa mereka baru saja berperang dengan semua baju zirah mereka dan hah" liana kaget melihat pedang mereka yang berlumuran darah, liana terkejut ketika melihat seseorang turun dari kuda memakai baju zirah "baju zirah itu sepertinya aku kenal" kata liana dengan meneliti baik-baik orang tersebut.
pria itu merasa seseorang sedang melihatnya dari atas ia mengangkat kepalanya dan melihat orang itu ialah liana dan liana pun terkejut melihat mata yang akrab itu sedang menatapnya
"ohhh tidak si brengsek itu kenapa aku bertatapan dengannya ohhh tidak kenapa jantungku berdetak sangat cepat tidak mungkin liana kau jatuh cinta dengan pembunuh hahaha tidak mungkin" batin liana sambil mengelus wajahnya "sebaiknya aku tidur saja dari pada nanti aku berurusan dengan si brengsek itu".
liana yang sudah siap dengan piyamanya hendak naik ke ranjang miliknya dan tertidur tetapi ia terkejut ketika pintu kamarnya dibuka secara tiba-tiba dan orang itu adalah cris "keluarlah,jangan tidur di sini,mulai hari ini ko tidak tidur si sini" liana dengan bingung mendengar perkataan cris "jadi sekarang kau sudah mengusirku baiklah aku akan pergi dengan senang hati" liana berjalan mendekati pintu tetapi ia terhenti ketika cris memegang tangannya "siapa bilang aku mengusirmu,kau hanya tidak tidur di sini saja karna sekarang kita berdua akan tidur bersama" liana frustasi mendengar apa yang baru saja cris katakan "apa kau gila,tidak aku tidak ingin tidur bersamamu" liana berbalik dan membelakangi cris " terserah apa keputusanmu dan aku tidak menerima penolakan apa yang aku perintahkan itu harus dipatuhi ini bukan di desamu lagi gadis bodoh di sini ada seorang raja yang memerintah dan raja itu aku ketika aku memerintahkan sesuatu setiap orang wajib mematuhinya"
cris keluar meninggalkan liana dan menuju kamarnya alasan kenapa liana harus tidur dengan dirinya karna ia tidak ingin liana menyakiti dirinya lagi.