
**terus baca ya say...
Cris meninggal kan liana sendirian di dalam kamar ia pun pergi ke kamarnya dan duduk di ranjang king size miliknya dan temenung "apa gadis sudah membuat ku sangat menyukainya" tanyanya dalam hati "jika iya aku benar mencintainya bagaimana caranya mengutarakan perasaanku" tanya cris bingung, cris melamun dan masih memikirkan liana ia terbangun dari lamunanya karna seseorang mengetuk pintu kamarnya "Yang mulia apakah anda baik-baik saja?" tanya mic pelayan pribadinya dari luar kamar cris terbangun dari lamunanya dan berdiri untuk membuka pintu "aku baik-baik saja,ada apa" tanya cris kepada mic "Yang Mulia belum makan dari malam jadi kami sudah menyiapkan makanan bagi yang mulia" kata mic "aku tidak lapar,berikan saja pada gadis itu" jawab cris "tapi tuan belum makan apa-apa dari malam" sahut mic "aku bilang tidak lapar jangan mengganggu ku" cris membanting pintu dan mic sadar bahwa untuk sekarang tuannya dalam kondisi bad mood alias jangan diganggu dan mic tidak berani menentang perintah cris karna ia tidak ingin kehilangan kepalanya
- Di kamar Liana
Liana masih dengan lamunannya "ayah dan ibu pasti sangat kecewa,maafkan aku ayah,ibu liana tidak tau harus berbuat apa lagi liana pasrah dan takut Andaikan kalian ada di sini" batin liana dalam hati dengan air mata yang tidak berhenti mengalir Tok Tok,seseorang mengetuk pintu kamarnya
"ada apa" tanya liana "saatnya makan malam nona" liana ingin menghindari makan malam tersebut tapi perutnya sudah tidak bisa di ajak berkompromi dan ia pun segera turun dari ranjang dan mengganti bajunya,liana mengikat rambutnya ke atas walaupun agak berantakan tetapi itu tidak mengurangi kecantikannya,liana membuka pintunya keluar dan seorang pelayan dengan setia masih menunggu "mari nona saya antar" liana hanya mengangguk mereka turun dari tangga mewah dan menuju ke ruang makan,liana sangat terkejut melihat ruang makan yang besar sama seperti ladang milik ayahnya "astaga ini ruang makan atau ladang besar sekali"
"mari nona" ajak pelayan sambil mempersilahkan liana duduk dengan ukuran meja yang besar dan panjang membuat liana tidak terbiasa dengan semua perlakuan mewah tersebut "silahkan nikmati makan malam anda nona jika ada yang anda butuhkan panggil saya saja" liana hanya mengangguk dan pelayan itu pun pergi
liana sangat tergoda dengan semua makanan lezat di depannya ini,ketika ia hendak mengambil makan tangannya sakit karna lukanya terdapat pada bagian kanan tangannya "bagaimana ini aku tidak bisa makan menggunakan tangan kiri,haaa padahal aku sangat lapar ini kesalahan ku aku sangat bodoh" kata liana sambil memukul kepalanya.
Ia tidak menyadari bahwa kelakuan nya sedang dilihat oleh cris,ia sengaja untuk memperhatikan liana dari jauh agar liana merasa nyaman tetapi ia tidak menahaannya lagi ketika melihat liana yang kesusahan untuk makan,cris maju dan langsung duduk di sebelah liana
"kenapa sakit???" tanya cris cemas "tidak apa-apa,tidak sakit" jawab liana santai padahal sebenarnya ia menahan sakit pada tangannya "tidak apa-apa bagaimana jelas sekali bahwa kau tidak bisa makan,biar aku menyuapimu" cris mengambil sendok liana tetapi liana menahan tangannya "itu tidak perlu aku bisa makan sendiri jangan pura-pura baik padaku" cris yang awalnya merasa kasihan pada liana kini sangat marah Brakkk ia membanting sendok "Baiklah makan sendiri dengan kesakitan dan jangan menyuruh pelayan untuk membantumu" cris pergi dengan marah "cihhh siapa yang akan termakan dengan kelembutanmu" kata liana dan melanjutkan makan menggunakan tangan kiri walaupun liana kesusahan tapi ia terus mencoba.
-*Pa*gi hari di kerajaan Gray
Sinar matahari yang indah menyinari kamar liana ia pun terbangun karna sorotan matahari tersebut "sinar yang indah tetapi hidupku tidak indah" kata liana ia pun langsung beranjak dari ranjangnya Tok Tok.
Seseorang mengetuk pintu kamarnya "siapa?" tanya liana "yang mulia menyuruh nona untuk segera turun dan sarapan" kata seorang pelayan dari luar "baiklah bilang dia aku akan segera turun" jawab liana "seenaknya saja memerintah ku seperti itu kelakuanmu tidak berfungsi untukku yang mulia"batin liana mengejek, sedangkan di bawah cris sudah duduk dan menunggu liana ia menunggu tapi rasanya terlalu lama "apakah seorang wanita sangat lama dalam hal berdandan" kata cris sambil melihat ke arah tangga "pelayan cep,, tidak jadi aku sendiri yang akan memeriksanya" hanya satu orang yang mampu membuat cris menunggu dan membuatnya sampe menghampiri orang itu namanya liana gadis keras kepala yang bukan seorang putri maupun bangsawan Tok Tok "gadis bodoh ini hanya sarapan bukan ingin pergi ke pesta dansa kenapa kau lama sekali?" cris menunggu jawaban liana tetapi tidak ada satupun jawaban dari dalam kamar ia pun tiba-tiba panik dan membuka pintu kamar liana "ohhh tidak dikunci" cris segera masuk setelah ia masuk beberapa detik kemudian liana keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan pakaian formal sederhana "astaga dia sangat cantik".
"ahhh apa yang kau lakukan di sini" liana terkejut melihat cris yang sudah di dalam kamarnya "kau sangat lama sedikit lagi ini bukan sarapan namanya tapi makan siang,jangan banyak bicara segera turun atau kau akan mati kelaparan" cris membanjiri liana dengan banyak cemoohan dan keluar dari kamar liana "ada apa dengan dia kenapa dia tidak makan deluan" cris sengaja tidak ingin berlama-lama dalam kamar liana karna jantungnya seakan-akan ingin copot karna terus berdetak sangat cepat melihat kecantikan alami liana dan tubuhnyanya yang indah "jika aku terus di dalam mungkin aku tidak bisa menahannya"(kalian tau kan maksudku:) )
setelah beberapa menit cris menunggu liana akhirnya turun menggunakan baju formal yang menutup tubuhnya dari atas sampai bawah ia hanya memakai make up tipis tapi kecantikannya bagai titisan dewi
Liana turun dari tangga cris yang mendengar langkah kaki segera berbalik dan melihat Deggg hatinya berdetak sangat cepat melihat liana yang sangat cantik turun dari tangga tatapannya tidak berbalik dari *liana "sampai kapan aku terus menahan perasaanku seperti ini,sangat melelahkan bagaimana aku bisa menahannya kalau dia terus cantik dan menggoda setiap hari" batin cris***.