Liana Story'S

Liana Story'S
EPISODE 7



Perdebatan yang terjadi antara liana dan cris *membuat liana hanya pasrah dengan keputusan cris.


liana hanya menunggu di kamarnya dan ketika ia mengantuk baru dia akan pergi tidur di kamarnya cris tapi ketika ia sedang duduk di ranjang nya Tok Tok seseorang mengetuk pintu kamarnya "permisi nona yang mulia menyuruh anda untuk segera ke kamarnya"


"dasar pria aneh", "bilang dia aku akan ke sana ketika aku mengantuk nanti" balas liana "Tapi nona jika aku kembali dengan tidak membawa nona maka aku tidak akan selamat" kata pelayan dari luar kamar liana karna ketika mereka diberikan perintah untuk melakukan sesuatu dan jika tidak berjalan baik maka mereka akan menanggung akibatnya.


"astaga pria ini mmmm baiklah aku akan ke sana bukan karna pria ini tapi karna pelayan itu*" batin liana ia beranjak dari ranjang dan menuju pintu dan membukanya "baiklah aku akan ke sana tenanglah aku tidak akan menyusahkanmu" kata liana dengan tersenyum kepada pelayan itu,pelayan itu hanya tersenyum lega bahwa dia masih akan tetap hidup ia juga sedikit bangga dan senang dengan perilaku liana yang sangat baik dan peduli.


Liana pergi menuju kamar cris ia berhenti sejenak di depan pintu dan menarik nafas dalam",ia memutar gagangan pintu itu dan mendorong tetapi di dalam sana sangat gelap ia memberanikan masuk ke dalam dengan berjalan pelan-pelan "halo,kemana pria brengsek itu", liana sangat terkejut ketika lampu dinyalakan dan ia melihat cris yang sedang duduk di sofa dengan baju putih polos dan celana pendek walaupun dengan baju yang casual ia tetap tampan "astaga kau ingin membuat ku jantungan" teriak liana pada cris, "kau memanggil dengan sebutan apa tadi...pria brengsek" cris beranjak dari duduknya dan menghampiri liana yang sedang mematung mendengar cris "ohhh jadi pria ini mendengar perkataanku" batin liana.


"Iya aku memanggil mu pria brengsek, kenapa kau tidak menyukainya haa" balas liana "baiklah sebenarnya aku tidak brengsek seperti yang kau kira tapi jika kau ingin aku menjadi brengsek dengan senang hati".


Cris berjalan cepat ke arah liana dan menarik lengan liana dan mendorong tubuh mungil liana ke atas kasur king size miliknya dan menindi* nya dari atas "inikah yang kau inginkan sayang" kata cris dengan suara paraunya membuat liana yang mendengarnya seperti terkena sengatan listrik "apa yang kau lakukan kau memang brengsek bahkan kau lebih dari brengsek kau tau" kata liana sambil berusaha melepaskan diri dari cris tapi tenaganya bukanlah hal yang susah bagi cris ia semakin mendekap liana dalam dada bidangnya "ku mohon tuan lepaskan aku,ku mohon hiks hiks", tiba-tiba cris terkejut mendengar liana menangis karna ketakutan berada dalam pelukan cris, matanya membulat "apakah kau begitu takut padaku aku hanya ingin memelukmu,aku sangat merindukan mu" batin cris dan beranjak keluar dari kamarnya meninggalkan liana yang masih terbaring di kasur dengan menutup mukanya dengan kedua tangan "Astaga hampir saja aku dengan pria itu *******" liana mengelengkan kepalanya mengingat kejadian yang tadi,liana berpikir masa dia melakukan 'hal' itu yang pertama kalinya bersama dengan orang yang telah membunuh orangtuanya dan seluruh tempat tinggal liana.


- Pagi hari di istana Gray


Liana bergegas turun dari ranjangnya dan menuju kamar mandi,setelah mandi ia keluar dan memakai dres pendek dengan motif bunga yang sangat cantik dan ketika liana memakainya membuat liana sangat cantik ia memakai make up tipis yang menjadi andalannya liana tidak terlalu suka memakai make up tebal menurutnya terlalu berlebihan.


Liana turun dari anak tangga dan sudah disambut oleh para pelayan di bawah "selamat pagi nona sarapan sudah siap" pelayan menyambut liana dengan senyumnya dan mengantarkan liana ke meja makan tetapi liana merasa bahwa ada sesuatu yang kurang ahhhh pria brengsek itu, " di mana pria brengsek biasa dia yang paling cerewet jika aku terlambat untuk sarapan malah sekarang dia yang tidak ada hahaha liana kenapa kau mencarinya apa pedulimu" batin liana tetapi rasa penasaran membakarnya akhirnya ia memutuskan untuk bertanya pada salah satu pelayan di sana liana melihat dari parasnya sepertinya ia adalah pelayan yang sudah sangat lama di sini "emmmm permisi boleh saya bertanya" pelayan itu langsung datang menghampiri liana "silahkan nona" ia tersenyum ramah kepada liana "di mana pria ahhh bukan di mana yang mulia"


"yang mulia sedang melakukan perjalanan ke luar kota dan akan kembali dalam beberapa hari" jawab pelayan "perjalanan seperti apa??" tanya liana lagi seakan ingin tau apa yang dilakukan cris "kami juga tidak tau nona sebaiknya nona tanyakan langsung pada yang mulia" jawab pelayan padahal sebenarnya mereka tau sebenarnya apa yang sedang dilakukan tuannya dia sedang membantai desa baru lagi untuk dijadikan tempat perbudakan atau pekerja baginya tapi demi kenyamanan nona nya itu ia tidak ingin memberitahu yang sebenarnya, dan liana untugnya dia bukan gadis pemaksa dan dia mengerti status mereka untuk tidak mencampuri urusan tuannya.


Selesai sarapan liana memutuskan jalan-jalan di taman pribadi milik cris tetapi ia sangat bosan karna tidak ada satupun bunga di sana padahal liana sangat menyukai bunga "emang ada orang yang tidak menyukai bunga itu sangat tidak masuk akan" kata liana sambil menyusuri jalan taman yang diisi dengan banyak patung manusia dan patung lainnya yang menurut liana agak menyeramkan.


liana kembali ke dalam istana ketika liana sedang berjalan menuju kamarnya mata nya tersorot pada satu ruangan yang tertulis library. "library berarti perpustakaan dong" liana dengan cepat menuju pintu itu dan membukanya ketika pintu itu terbuka betapa terkejutnya melihat banyak sekali buku yang terpajang dari atas ruangan sampai ke bawah liana sangat senang membaca buku dan ketika ia melihat semua buku-buku yang ada di dalam ruangan ini rasanya dia ingin membaca semua buku-buku ini satu persatu "astaga ehmmm kalau begini aku tidak akan cepat bosan liana berjalan mengelilingi ruangan itu dan memutuskan tinggal untuk membaca buku di situ". liana membaca hingga lupa waktu ketika ia menyadari bahwa matanya sangat lelah karna membaca buku selama 7 jam lebih ia memutuskan keluar dari ruangan itu "kita akan bertemu lagi besok" katanya sambil melihat sekeliling ruangan itu, liana berjalan keluar dan mendapati bahwa sudah malam "astaga ini sudah malam" ia pun terkejut ketika mengetahui bahwa tidak ada satupun orang dalam istana besar itu ia berjalan kesana kemari tapi tidak mendapati satupun orang tiba-tiba ia mendengar orang berterima dari dalam satu ruangan ketika ia masuk dan melihat ternyata semua orang berkumpul di sini tapi kondisi nya sangat berbeda dan agak lebih hening "yang mulia ini nona liana" kata seseorang berteriak seakan-akan sedang mencari liana,liana terkejut ketika namanya dipanggil "ada apa ini apakah aku akan dipenggal kepalanya" tanya liana takut dalam hati seorang prajurit datang dan mendorong liana ke depan,liana yang tidak tau apa-apa hanya terkejut karna tubuhnya yang sudah didorong maju oleh seorang berbaju zirah "ada apa ini ohh tuhan aku sangat takut" liana dengan panik hanya mengikuti sesampainya di depan mata liana membulat ketika melihat banyak mayat di depannya yang tidak lain para pekerja istana dan ia sangat terkejut melihat cris yang sedang duduk memakai baju zirah dan pedang yang berlumuran darah mata mereka bertemu liana dalam tatapan yang sangat bingung bercampur takut dan cris dengan tatapan marah dan rindu akan gadisnya ini.prajurit itu mengantar liana ke depan cris tiba-tiba tubuh liana lemas dan pandangan nya gelap ia pingsan dan hampir terjatuh untung cris menangkapnya dengan cepat dan mendekap liana di pelukannya "astaga liana buka matamu,seseorang panggilan tabib istana segera" perintah cris.


Dengan takut dan terus memeluk liana,dalam hati nya ia sangat sedih melihat liana yang sangat lemah "gadis ini membuat ku tidak pernah tenang sehari saja,kenapa kau selalu membuat ku khawatir" batin cris sambil mengusap wajah liana lembut**.