
setelah jam pulang tiba Liam tidak bergegas pulang melain kan pergi ke taman sekolah untuk membaca novel baru nya, setelah ia sampai di taman Liam duduk di bawah pohon dan bersandar, belum sempat mengeluarkan novel yang ia ingin baca ada seseorang yang menepuk nya dari belakang, itu Cakra dan max, Liam berdiri di hadapan mereka
"Cakra, kak max? kenapa belum pulang" Liam
"gua nyariin lu tau Lim lu kagak ada di kelas" Cakra
"iya kita cari kemana mana ga ada" max
"ada apa kalian cari Liam bukan nya Cakra mau bareng sama Nita ya?" Liam
"iya Nita lagi di panggil guru sekalian gua cari lu" Cakra
" pulang bareng gua ya Liam gua kosong" max
"nah kan lu ga perlu balik sendiri sekalian kita makan Yo" Cakra
" emm, tapi Liam ga bawa uang lebih cak kalian aja " Liam
" gua traktir lu asal lu balik bareng gua" max
" eh ga usah kak lagian Liam juga ga mau ikut" Liam
"ayo lah Lim ya ya ya ga seru soalnya ga ada lu" Cakra
" ga cakra" Liam
" ayo lah LIAM MARLON ZADKIEL" cakra.
"yaudah iya" Liam
Liam melihat senyuman di wajah Cakra dan max dan ia ikut tersenyum, tak lama Nita datang dan menggandeng Cakra, setelah itu mereka pergi untuk makan makan bersama
setelah sampai di tempat makan badan Liam tersentak karna ia merasa ada yang merangkul bahu nya,
" eh kak max " Liam perlahan melepas rangkulan nya
"lu ga nyaman ya Liam sorry" Max
" gak kok kak Liam canggung aja baru kenal juga kan" Liam
" aku kenal kamu udah lama Liam" max
Liam hanya tersenyum dan menundukkan kepalanya, masuk kedalam tempat makan nya Liam dan yang lain mencari tempat duduk yang nyaman dan bisa melihat pemandangan Bandung saat itu
mereka mulai memesan makanan nya Liam tak tahu yang memesan apa karna tak enak dengan kak max dan Cakra, dan mereka memutuskan pesan seafood agar bisa di makan bersama sama
setelah pesanan datang mereka mulai makan dari kerang kepiting dll Liam yang melihat kuah yang merah ia ragu untuk memakan nya karna ia tak bisa memakan pedas
" kenapa diem Liam ayo makan" Nita
" i-iya" Liam
Liam mulai mengambil udang ia berusaha mengupas kulit udang nya namun max mengambil nya lalu memberi udang yang sudah ia kupas kan untuk Liam
" nih kamu makan aja gua kupasin " max sambil memberi udang
" eh ga usah kak kakak makan aja Liam bisa kok sendiri" Liam yang menolak halus tawaran max, namun max yang bersih kekeh yang membuat Liam meng iya kan perkataan nya
* batin max
anjing Liam gemes banget andai lu ga punya pacar gua embat lu
setelah makan dan membayar mereka pergi untuk membeli es krim, saat itu lah Liam melihat Cakra dan Nita yang bermesraan maklum baru jadian, Liam menunggu mereka di parkiran karena ia tak ingin berlama lama melihat Cakra dan Nita bermesraan karena rasanya sakit melihat orang yang kita cintai bermesraan dengan orang lain, tak lama max datang dengan Cakra dan Nita , saat ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 19.55
" nih es krim kesukaan lu" max
* makasih kak nanti Liam gantiin uang nya ya" Liam
"ga usah buat lu aja" max
" giliran gua ga pernah tuh di tawarin mau di gantiin" Cakra
" nanti Liam ganti kok" jawab nya sedikit lemas
" eh kagk becanda doang" Cakra
Liam tersenyum ke arah Cakra ia merasa lemas dan mengantuk, kak max yang menyadari nya mengajak yang lain untuk pulang, Liam mengikuti max dan naik ke motor nya Liam yg sudah mulai mengantuk tak sadar memeluk kak max dengan erat, Cakra yang melihat itu ia merasa perasaan yang tak enak di hati nya namun ia tak memperdulikan nya
max yang merasa tubuh nya di peluk ia hanya bisa tersenyum, saat mereka sudah samai di rumah Cakra max menggendong Liam yang sedang tertidur, Liam terbangun dan meminta untuk di turun kan,
" makasih kak udah anterin Liam" liam
" sama sama, lu istirahat aja besok kita jalan jalan lagi" max
" maaf kak Liam ga bisa" liam
"kenapa" max
" Liam mau pergi sendiri me time hehe" Liam
''ouh gitu " max
setelah itu Liam pergi ke kamar dan mandi iya merapihkan barang nya untuk besok pergi ke pantai, saat ia sedang berkemas Cakra menghampiri Liam dan bertanya
"me time sampe harus bawa baju ya" tanya Cakra
" Lim mau me time ke pantai" ucap Liam
" ga ngajak lu Lim kan gua juga pengen" Cakra
" yang ada Liam liat Cakra mesra mesraan sama Nita lagi huh" Liam
" lah emang kenapa kan namanya juga pacar wajar kali lu juga kan katanya punya masa iri atau lu suka Nita dan lu cemberut?" Cakra
" ga Liam gay " ucap Liam
Cakra kaget mendengar ucapan Liam yang menyatakan bahwa iya gay Cakra terdiam dan tak bisa berkata kata lagi, Liam lanjut membereskan baju nya dan beranjak ke tempat tidur, ia melihat Cakra yang masih mematung ia menghirau kan nya karna percuma saja iya jelas kan panjang lebar
"berarti lu sama max beneran" Cakra
Liam menoleh ke arah Cakra
" kau tau bahkan gay pun punya selera " Liam
"tapi max bukan kah dia cwo idaman?" Cakra
" tipe ku bukan dia cak" Liam
" trus siapa pacar virtual lu" Cakra
" Liam ga punya pacar" Liam
Liam menatap Cakra " Liam juga ga pengen punya pacar jelas?" Liam
Cakra menganggukan kepalanya lalu membaringkan tubuhnya di kasur
"lu boti apa seme lim " Cakra
" ih banyak nanya tidur aja Sono " Liam
**batin Liam
gua harap lu ga jauhin gua cak
* maaf ya beb ga nyambung hehehehe**
liam terbangun pada pukul 05.28 ia pergi membasuh wajah nya dengan air, ia menatap wajah nya di cermin dan membuat senyum di pagi hari agar hari nya berlangsung indah
saat ia membawa barang barang nya dan meminta izin pada orang tua Cakra Liam duduk di teras rumah sambil menunggu taxi pesanan nya, tak lama Cakra datang dan membawa koper yang sangatlah kecil mungkin hanya muat beberapa baju saja
" ayo berangkat " Cakra
" Liam ga ngajak kamu Liam mau me time" Liam
" lu tau gua juga pengen healing" Cakra
" sama Nita aja sana " Liam sambil mengangkat sedikit suara nada nya
" kok lu marah, ibuuu Liam ga ngajak aku masaaa" teriak Cakra pada ibu nya
" tukang ngadu yaudah iya" Liam
" ga bisa nolak kan lu" Cakra
tak lama taxi pun datang Liam dan Cakra memasukan barang nya ke bagasi dan masuk ke dalam mobil perjalanan mereka ke pantai dari pukul 07.23 dan sampai pada pukul 11.21 mereka segera memesan hotel untuk mereka menginap mereka memesan satu kamar yang two beds setelah pesan mereka pergi untuk menyimpan barang mereka, Liam yang sangat senang ia bergegas mengganti baju nya lalu pergi ke pantai dan bermain pasir pantai
Cakra yang melihat nya ia tersenyum dan menggeleng kan kepalanya karna gemas oleh tingkah Liam yang sangat menggemaskan
"udah main tanah aja lu Lim ke bocah aja" Cakra
"biarin Lim kan kangen main pasir sama bunda sama papah karna papak sama bunda ga ada jadi Liam sendiri aja" Liam yang sembari bermain Pasir
Cakra tau Liam sebenarnya ingin menghabiskan waktu bersama keluarga nya namun kesibukan mereka yang membuat Liam jadi anak yng selalu menutupi masalah nya karna itu Cakra ingin menjadi kebahagiaan pengganti karna ia pernah menemukan sebuah surat yang berisi
* *pesan buat bunda dan papah*
bunda Liam kangen bunda Liam kangen masa masa dimana papah sama bunda peluk Liam tenangin Liam kalo sedih tapi kenapa bunda, papah lebih milih pekerjaan yang buat kita jauh
Liam MZ*
*******
" udah main pasir nya Lim makan Yo gua laper " Cakra
" makan pop mie yu sambil liat ombak " Liam
"boleh tuh bentar gua beli" Cakra
Liam mengangguk dan menunggu Cakra yang sedang membeli pop mie,
" Lim nih mie nya" Cakra
" makasih " Liam
mereka memakan mie sambil melihat pemandangan pada saat itu Liam senang karna ia bisa melihat pemandangan yang sangat indah yang sangat ia rindukan , Liam pergi ke hotel untuk menganti baju sedang kan Cakra pergi jalan jalan saat berjalan ke tepian pantai Cakra melihat ada toko kecil yang menjual bunga ia membeli bunga itu dan membawa ke hotel dan memberikan nya kepada Liam
Liam yang melihat buka yang indah ia tersenyum
" buat Liam" tanya Liam pada Cakra
Cakra menganggukan lalu tersenyum ia melihat senyuman manis yang terpancar dari wajah Liam
Liam yang senang ia mengajak Cakra pergi ke bebatuan pantai untuk berfoto bersama untuk sebagai kenang kenangan mereka
setelah berfoto Liam melihat lihat foto yang sudah mereka ambil tadi saat itu pula kak max menelpon Liam
*panggilan masuk
"siapa" tanya Cakra
" kak max" Liam
"*halo Liam"
" iya kak kenapa nelpon"
" kamu di pantai mana"
" di pantai yang kemasukan study toor*"
"*kakak kesana ya "
" ga usah ganggu lu max ah
- Cakra*
" *lah ada lu CK"
" iya kenapa masalah"
" ga asik ada si curut Deket Deket calon pacar gua"
'"y"
Cakra mematikan telpon dari max*
" kenapa di matiin" Liam
" gpp ga perlu tau" Cakra
setelah itu mereka balik ke hotel dan memesan makan malam untuk mereka berdua makan malam, setelah makanan radang dan mereka menghabiskan semua makanan nya tak lama ada panggilan telepon dari ayah Liam
**panggilan masuk*
"halo Liam halo"
...^^^ " halo pah kenapa "^^^...
" Liam kamu dimana"
..."Liam di pantai pah"...
" Liam bunda masuk RS"
" kok bisa pah "
*panggilan menyambung*
Liam kaget, ia mematung sambil memegang ponsel nya matanya mulai berkaca-kaca saat itu
"loh Lim lu kenapa" cakra
" cak ayo pulang ayo pulang" ucap Liam sambil menangis
"kok lu nangis kenapa" Cakra
" bunda masuk RS cak Liam mau liat bunda" Liam
" tapi udah malem Lim ga ada kendaraan " Cakra
Liam yang kesal dengan jawaban Cakra ia lari ke jalan untuk mencari kendaraan, ia lari tak tentu arah sambil menangis, rasa khawatir dan takut menyelimuti Liam terus menghantuinya ia berhenti di trotoar jalan yang sangat sepi
sedangkan Cakra
saat ia melihat Liam berlari ke luar ia segera memakai Hoodie dan mengejar Liam sayang nya saat ia di depan hotel ia kehilangan jejak Liam dengan rasa khawatir Cakra trus mencari Liam yang tak tahu dimana, saat dia melihat jam sudah menunjukkan pukul 11.21 malam ia makin panik karna Liam tak kunjung ketemu, saat pukul 00.25 Cakra melihat Liam yang senang bersandar di trotoar jalan sambil menangis
Cakra menghampiri Liam ia memeluk Liam dan mengajak untuk pulang ke hotel
" cak, Lim mau pulang mau ketemu bunda hiks" Liam
" yaudah kita pulang ayo pulang bawa barang gua pesan taxi yu" Cakra
Liam mengangguk dan menghapus air mata nya dan berjalan ke arah pulang ke hotel saat di hotel Liam memasukan semua barang dan bersiap siap
" Lim lu tidur dulu udah jam 2 pagi tar lu sakit" Cakra
" Liam mau pulang cak ayo" Liam
Liam menghampiri Cakra dan memohon pada nya ia takut hal yang ia takutkan terjadi, Cakra yang melihat Liam yang berlinang air mata dan mata nya yang sudah sangat merah ia segera memeluk liam dan menenangkan Liam
"udah jangan nangis yu tidur dulu nanti kita pulang pagi"
Liam mengangguk dan tidur di tempat tidur nya sambil suara yang tersendu sendu ia tak bisa tidur karna memikirkan ibu nya yang baru saja masuk rumah sakit
Cakra yang kasihan melihat Liam ia pergi ke ranjang Liam dan memeluk nya
" udah tidur ya gua temenin " Cakra
" Liam takut cak hiks" Liam
" doa aja ya Lim udah gua ga tega liat nya " Cakra
Liam membalas pelukan Cakra ia menutupi wajah nya di dada Cakra, Cakra meng elus elus kepalanya agar dia tenang karna bagi Cakra sudah lama ia tak melihat Liam menangis se kencang itu sampai mata nya merah bagi Cakra kalau Liam sudah menangis tanda nya ia sangat tersakiti
*sesampainya mereka di RS
Liam masuk ke ruangan yang di beritahu suster ia melihat ibu bya yang sudah terbaring lemas ia berlari untuk memeluk ibu nya ia tak tahan menahan tangis nya keluarga Cakra dan ayah Liam hanya bisa berdoa dan menenangkan Liam yang menangis terus menerus
" pah bunda kenapa bisa masuk RS " tanya Liam sambil menangis
" bunda jatuh di kamar mandi sayang papah datang bunda sudah pingsan" ayah Liam meng elus punggung nya Liam dan mencium kening nya
Tante indah yang kasihan pada Liam ia berusaha menghibur Liam namun tak bisa
pada pukul 13.49 dokter menyatakan Tante Desi meninggalkan dunia seketika tangisan Liam ayah nya dan keluarga Cakra pecah Liam yang sangat terpukul iya pingsan Cakra dan Ayah Liam menggotong Liam ke kiri sih dan di baring kan
" Lim bangun Lim" Cakra
"sayang bangun " ayah Liam
Tante indah memberikan minyak kayu putih di hidung Liam yang membuat Liam bangun, ia pergi melihat mayat ibu nya yang sudah di selimuti Kain putih Liam yang sudah lemas ia hanya bisa menangis melihat ibu nya
" bund jangan tinggalin Liam bund" Liam
" Liam ga bisa tanpa bunda " Liam, Liam sangat merasa kehilangan sosok utama di hidup nya
*pesan
hargai lah mereka yang masih ada sebelum kamu menyesal saat mereka atau kamu sendiri yang pergi*
.
.
.
.
.
.