
malam tiba Jam suda menunjukkan pukul 18.55 Liam turun ke bawah untuk makan malam saat ia di meja makan Liam merasakan canggung karna ada Abang abang dari Cakra yaitu Fikri dan andra, Liam Salim kepada Abang Banga Cakra
"wih ada Liam, gimana Liam sehat?" tanya bang andra Liam tertawa Canggung
"hehe baik kok kak andra" jawab liam
"bagus lah klo baik" Andra
Liam duduk di samping Cakra dan terdiam karena bagi Liam ini sungguh canggung
"kenapa belum ngambil masih Liam " tanya Tante indah
"i-iya Tante ini Liam ambil" jawab liam
Liam hanya mengambil beberapa lauk yang tidak pedas, Liam mulai makan saat semua sedang makan Liam tersedak sampai matanya memerah Cakra yang panik mengambil kan air untuk nya
"ini ini minum " Cakra
Liam hanya mengangguk lalu meminum air yang tadi Cakra kasih Cakra terlihat sangat panik karena meliam Liam yang terlihat susah bernafas dan matanya merah
"lu gapapa Lim?"Cakra
"iya makasih ya, Liam gapapa maaf ya Tante om" Liam memohon maaf kepada semua yang ada di ruang makan
"iya gapapa makan nya hati hati ya" ucap Tante indah
."masih panas tidak tenggorokan mu?" tanya ayah Cakra
"udah ga om" Liam
mereka melanjutkan makan nya setelah makan Liam membantu Tante indah membereskan semua piring piring Kotor, Liam hanya membantu mencuci piring nya saja dan Tante indah yang membersihkan dari sisa sisa makanan
"Liam kamu rajin sekali Tante suka" puji Tante indah
"makasih Tan hehe " Liam
"Tante pengen deh kamu nginap di sini lebih lama!" Tante indah
"kenapa emang Tante " tanya Liam
"agar Cakra tidak mengurung diri nya di kamar trus" Tante indah
"ya Tan nanti Liam sering sering main kok " Liam
"ya bagus lah karna cakra lebih nurut saat kamu kasih tau Liam kalo sama Tante ngebantah trus" curhat Tante indah
Liam mengangguk dan tersenyum iya melanjutkan mencuci nya setelah itu iya menghampiri Cakra dan Abang Abang nya yang sedang menonton bola sepak di televisi, Liam duduk di samping Cakra
" tuh liat Lim tim gua udah dapet 2 poin" Cakra
"menang?"Liam
"belum kata lu menang tim gua apa tim bang andra?" Cakra
Liam menggelengkan kepalanya "Liam ga tau tar salah di marahin kamu lagi" Liam
"ga lah mana ada gua marahin lu" Cakra
bang Fikri menyaut "Cakra sering marahin kamu Liam?" tanya bang Fikri
"eh ga kok kak Liam hanya takut saja" Liam
bang Fikri menatap Cakra tanjam,. Cakra hanya bisa menutup matanya nya membuang muka, setelah filmnya selesai Liam dan Cakra pergi ke kamar, Liam mengambil selimut nya di tas lalu ia berbaring di sofa dan bermain ponsel nya, Cakra yang baru masuk ke kamar langsung membaringkan tubuhnya di kasur,
"Lim tidur di sini atau gua aduin ibu" ancam Cakra
"ngancem Mulu iya iya deh" Liam
Liam menghampiri Cakra, ia ikut tiduran di kasur nya, saat Liam sedang merapih kan tempat tidur banyak notif yang terdengar, Liam melihat dari layar kunci nya
"dari siapa sampe spam chat gitu" tanya Cakra
"ga tau no ga di kenal" jawab Liam
"sini gua liat " Cakra , setelah Cakra melihat nya iya seperti nya tidak asing dengan profil dari yang pengirim pesan, itu max ketua basket di SMA pusaka
"ketua basket itu bukan" tanya Liam
Cakra menganggukan kepalanya
Liam ikut mengangguk namun Liam terheran heran mengapa max punya nomor nya padahal sedikit orang yang mempunyai nya
*notif
087xxxxxxxxxx
halo
sev ya
gua max
Liam
- ya
087xxxxxxxxxx
singkat bener
/read ✓✓
Liam menutup ponsel nya lalu berbaring
'lim bobo duluan ya Cakra" Liam
"iya" Cakra
setelah Liam tertidur pulas tak tahu kenapa
Cakra mendekat dan ingin melihat wajah
Liam yang sedang tertidur pulas itu
*batin Cakra
dia manis banget ya tuhan
eh kenapa gua gini
tapi Liam anak yang mengemaskan
gua ga bisa tahan pengen gua ***** bibir nya
****
Cakra mulai tertidur dan tanpa ia sadari
ia memeluk Liam
.
.
.
.
*author
maaf klo ga nyambung baru awal awal bikin kaya ginian ya ges ya
.
.
.