
Rizky sedang belajar untuk olimpiade besok, tetapi dia terus memandangi botol obat yang di ambil dari kafe tadi. ia terus memikirkan apa sebenarnya obat itu. Tiba tiba pintu kamar Rizky terbuka, terlihat papa Rizky yang baru pulang dari kerjanya,ia langsung menaruh obat itu ke tas nya.
"hay pah..."sapa Rizky.
"kamu lagi belajar untuk olimpiade kan?." tanya papah Rizky.
"iya pah.." jawab Rizky.
"jangan malu maluin papah... pokoknya besok kamu harus menang bagaimanapun caranya." jelas papah Rizky.
Rizky tampak kesal dengan ucapan papah nya, ia hanya memikirkan dirinya. Rizky mau papah nya mendukung dia apa adanya tanpa memikirkan kalah atau menang.
Papahnya telah keluar dari kamarnya. Rizky melemparkan buku yang ada di mejanya, ia telah cape di kekang terus oleh papah nya.
Rizky kembali duduk dan malah teringat obat itu lagi, tiba tiba dia teringat sepupunya yang bekerja di rumah sakit menjadi seorang dokter, Rizky langsung mengambil handphone dan menelpon kak Zergan sepupunya itu.
"hallo kak.." ucap Rizky.
"iya ky kenapa? jarang jarang loh kamu nelpon kakak kaya gini"
"emm...itu kak" Rizky terbata bata.
" kenapa?"
"bisa ketemu di taman fulwis gak kak? ada yang mau aku tanyain" ajak Rizky.
"boleh aja sih...yaudah kakak otw yaa"
"oke kak"
Rizky menutup telfonnya dan bergegas untuk pergi, tetapi dia tidak akan lewat pintu depan melainkan lewat jendela agar tidak ketahuan papah nya.
...•••••••••••••••••••••••••••••••••...
"Lo kenapa zah?" tanya Juna yang melihat Zahra melamun sedari tadi.
Zahra hanya menatap ke luar jendela, ini sudah larut malam dan bus tidak banyak yang berlewatan.
Zahra sepertinya masih mengingat kejadian tadi, karena itu pertama kali Zahra melihat bus lagi setelah dia keluar dari rumah sakit. Zahra harus terus minum obat jika dia sedang stres ataupun teringat kejadian bus.
"gak.." singkat Zahra.
Juna sedikit kebingungan,karena tunangan nya ini tidak seperti biasanya.
"gue mau nanya 1 hal sama Lo" tanya Juna menjadi sangat serius.
"apa?" jawab Zahra sambil menolehkan kepalanya kearah Juna.
"kalo gue beneran cinta sama Lo, apa Lo mau nerima?.."
Zahra kaget dengan pertanyaan Juna, dia harus tetap tenang dan menjawabnya dengan santai.
"kalo gue cinta juga kenapa harus gue tolak? tapi kan sekarang nyatanya kita gak saling mencintai" jelas Zahra.
Rizky hanya terdiam mendengar jawaban Zahra, ia sepertinya sudah mulai mencintai Zahra, tapi tidak dengan sebaliknya.
€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€€
"kenapa qi kok kayanya penting banget?" tanya Zergan.
Rizky terdiam sebentar dan duduk, tatapan ia kosong seketika tetapi di sadarkan oleh Zergan. ia perlahan mengeluarkan obat itu dari saku nya.
"nih kak..." ucap Rizky sambil menyodorkan obatnya.
"kok lu punya obat itu?" kaget Zergan.
"emang obat ini,obat apa? kok lu kaget banget" tanya Rizky semakin penasaran.
"obat itu biasanya di pake buat orang yang depresi, kena serangan panik dan banyak pikiran ataupun trauma" jelas Zergan.
Rizky lagi lagi terdiam dan mencoba mengerti ucapan Zergan,dia menjadi teringat kejadian tadi sore dimana Zahra sangat lemas ketika melihat bus.
"Lo dapet obat itu dari mana?" tanya Zergan.
"tadi gue nemu di jalan"
Zergan hanya tersenyum dan menggeleng kepala melihat kelakuan rizky, dia begitu menggemaskan di mata Zergan.
...••••••••••••••••••••••••••••••••••••••€...
...Hari ini hari yang cerah, tapi tidak untuk Zahra. Zahra ingin di olimpiade kali ini orang tua nya turut hadir dan menyaksikan nya meskipun Zahra akan kalah....
...Keluarga Zahra sedang sarapan bersama pagi hari ini, papah mamah Zahra telah pulang dari kerjanya. jadi Zahra pikir kali ini akan mudah untuk dia membujuk kedua orang tua nya....
"mah...pah..." ucap Zahra mulai membuka suara.
"iya zah.." jawab papah Zahra.
"hari ini aku ada olimpiade IPA untuk penentuan siapa yang akan mewakili sekolah aku.... apa papah sama mamah mau hadir?" tanya Zahra sedikit tidak yakin.
"kayanya papah gak bisa hadir zah...papah udah ada janji pagi ini.." jelas papah Zahra.
Zahra sudah meyakinkan diri untuk menerima semua jawaban orang tuanya, Zahra sangat yakin jika mamah nya pun tidak bisa hadir di olimpiade nya.
"mamah ada janji sama temen mamah zah...udah di rencanain dari lama... maaf ya zah" ucap mamah Zahra.
Zahra menjadi tidak punya mood untuk makan, dia terus mengacak acak makanan nya. kak Gilang sangat mengerti perasaan Zahra, dia sangat kasian melihat Zahra.
"gue gak ada jadwal kok hari ini, gue bisa temenin Lo" seru Gilang ingin menyemangati Zahra.
Zahra terdiam tidak merespon, ia takut kakak nya terpaksa melakukan nya demi dia.
"kenapa Lo gak mau gue temenin?." kecewa Gilang.
"boleh aja sih...tapi awas aja Lo sampe sombong nyebarin ketampanan Lo yang tingkat atas aja gak" ledek Zahra.
Semuanya tertawa karena kelakuan Zahra, kak Gilang tampak gemas dengan Zahra. Pak Alex dan Bu Siska sangat senang melihat kedua anak nya akur. Mereka menyadari kesibukan mereka apalagi mereka sangat populer karena bisnis nya yang sukses bahkan banyak artikel yang bertebaran karena kekayaan nya, hal itu membuat mereka dikenal banyak orang.
tetapi teman teman Zahra belum mengetahui jika papah dan mamah nya itu pak Alex dan Bu Siska. dia pun tidak mau teman teman nya mengetahui banyak soal dirinya.
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Zahra dan kak Gilang sedang dalam perjalanan menuju sokolah, Zahra tertidur di mobil ia tidak bisa tidur semalam. kak Gilang heran dengan Zahra kenapa ia memasang gorden di mobil nya.
kak Gilang baru naik mobil Zahra setelah sekian lama, banyak perubahan di dalam mobil ini. Begitu banyak foto foto di atas dinding mobil Zahra, yaps itu adalah foto foto pacar halu nya. terlihat lighstik nct dan astro di sana, selimut pun mempunyai paras ganteng.
"zah bangun udah sampe.."
Zahra mengulet dan terlihat masih mengantuk.
"gue masih cantik kan.." seru Zahra.
"hm..." singkat kak Gilang.
kak Gilang terlihat mengambil sesuatu dari tas nya, ia mengambil topi dan masker hitam. Zahra heran mengapa kakak nya begitu aneh.
"Lo ngapain pakek kaya gituan..." heran Zahra.
"kan Lo bilang gue gak boleh nyebarin ke gantengan gue ini... gue sih yakin banget ya walaupun gue pakek kayak ginian masih banyak yang perhatiin gue" ucap kak Gilang menyombong kan diri.
"up to you.." pasrah Zahra.
mereka keluar dari mobil, sudah banyak yang memperhatikan mereka dari kejauhan. di tambah lagi mereka berjalan beriringan seperti benih benih berlian.
"wahh gila itu siapa nya Zahra."
"liat penampilan nya...mewah bangett."
"ini mau olimpiade bukan mau lomba fashion...tapi kenapa mereka rapih banget."
"liat postur tubuh mereka...arghhh gue iri banget"
ucap beberapa siswa yang kagum dengan mereka. kak Gilang tampak tersenyum - senyum saja dengan Zahra. tanpa menyombongkan diri juga sudah banyak yang menyadarinya kalo mereka serbuk berlian.
GAYSS SORY YA KALOO ADA TYPO DI EPS KALI INI,, MOHON DUKUNGAN NYA YAAAA...AKU BAKAL USAHAIN UP TERUSSS
THANKYOU