Korean School

Korean School
2.Awal mengagumi mu



Zahra telah sampai di rumahnya ia dijemput dengan mobil yang selalu di bawa supirnya.karena papah mamah nya selalu sibuk pada bisnis nya, papah dan mamah Zahra juga selalu pulang malam saking sibuknya.Tapi Zahra di rumah tidak sendiri,ia tinggal bersama kakak laki-lakinya.


"eh Lo udah pulang?" ucap kakaknya Zahra yang bernama Gilang.


Gilang adalah kakak Zahra yang menyebalkan,tapi di balik itu semua Gilang sangat peduli kepada Zahra,dia sangat menyayangi adik satu satunya itu.


"hmm...iyaa" jawab Zahra malas.


"lu mau makan gak?gue sama bibi udah masakin" ucap Gilang.


Tiba tiba Zahra berhenti dari langkahnya dan mencoba memahami kata-kata kakaknya itu.


"wait...waitt...waitt" ucap Zahra.


"kenapa?" tanya Gilang semakin penasaran.


"Lo masak sama bibi?" Zahra bertanya tanya


"hmmm..." jawab Gilang singkat.


"AAAAA...JADI KAYAK KEHIDUPAN RUMAH TANGGA GITUU....KALIAN COCOK...GUE NGE SHIP SAMA KALIANN" ucap Zahra yang menggodai Gilang dengan bibinya sendiri.


Zahra langsung berlari ke kamar dan mengunci pintunya,ia tidak ingin terkena pukulan oleh kakaknya atas perkataan ia tadi.


"HEH SINI LO,MAU KEMANA...AWAS YA GUE KELUARIN JADI ADEK...." omel Gilang


Bibi yang mendengar perkataan Zahra tadi langsung tersenyum senyum.hal itu pun dilihat oleh Gilang.


"bi gak usah senyum senyum yaa...." peringatan Gilang.


Bibi yang mendengar ucapan Gilang,langsung melanjutkan pekerjaannya.



WAJAH ZAHRA :)



wajah rizkyy:))


••••••


"ARGHHH....."ucap Zahra yang langsung berbaring di kasurnya.


Pemandangan kamarnya itu sangat amat cantik,dan ukuran kamar yang luas.disana banyak sekali susunan foto-foto idol nya.


"cape banget gue ngadepin orang-orang hari ini"ucap Zahra sambil membayangkan kejadian tadi.


Tanpa di sadari Zahra akhirnya tertidur yang masih mengenakan seragam sekolahnya.



kurang lebih kamar Zahra seperti ini


•••••


Zahra sudah siap dengan seragam sekolahnya,hari ini ia memakai jepitan di rambutnya dan rambutnya tampak di gerai,ia sangat cantik hari ini.


"pagi kak...."sambut Zahra yang melihat kakaknya sudah menyantap sarapan.


"pagi...."jawab Gilang


"mamah sama papah gak pulang lagi?"tanya Zahra yang tidak melihat mamah dan papah nya di meja makan.


"iyaa...mereka ada meeting pagi ini jadi mereka gak pulang"jawab Gilang memperjelas


Zahra yang mendengar perkataan kakaknya hanya mengangguk saja,ia memang sudah terbiasa dengan ucapan itu.


"yaudah gue berangkat dulu..." ucap Zahra sambil berlari ke luar.


"jangan lupa makan siang...."teriak Gilang agar terdengar oleh Zahra.


"iya..."jawab Zahra.


...•••••...


Zahra telah tiba di sekolah,dia selalu memakai barang-barang mahal miliknya,mulai dari sepatu,tas,bahkan earphone yang ia miliki.Hari ini Zahra terlihat lebih cantik dari hari kemarin.Kecantikan Zahra membuat beberapa sorot mata terus mengikuti langkahnya.tetapi Zahra tidak perduli dia malah asik dengan lagu yang di putar nya.


"Zahra....." teriak saemi dari bangku tempat mereka duduk.


Teriakan saemi membuat seluruh siswa tersontak dan melihat ke arah orang yang di teriakan.


"Wahhh...."ucap Rizky mengagumi kecantikan Zahra.


"Lo bilang apa barusan ke Zahra?"ucap clay teman Rizky.


"Hahh...apa dah...orang gua lagi mengagumi gambar di buku ini."ucap Rizky ber-alasan


Rizky hanya mengagumi Zahra,tetapi dia tidak punya perasaan terhadap Zahra,hati Rizky benar benar tidak ada siapapun dan di otaknya hanya ada pelajaran-pelajaran saja,tidak memikirkan percintaan.Bahkan sebenarnya 1 sekolah menyukai Rizky,karena ketampanan nya.


"Hai.." jawab Zahra sambil berjalan mendekati saemi.


"Lo cantik banget hari ini..." ucap Saemi yang mengagumi Zahra juga.


"gua udah cantik dari lahir kali." ucap Zahra memuji dirinya sendiri.


"kalo gitu gak jadi cantik nya." ucap Saemi


"yaudah" ucap Zahra singkat.


saemi yang mendengar Zahra menjawab singkat pun terlihat kesal.teman satunya itu memang tidak suka basa basi.foto



...•••••...


"Hallo anak anak"salam pak Tono ingin memulai pelajaran.


"Hallo pak" jawab murid-murid serentak.


"Hari ini ada pengambilan nilai ya anak-anak,pengambilan nilai nya akan di lakukan selesai istirahat." ucap pak Tono menjelaskan.


"yah pak....kenapa mendadak sih" ucap beberapa murid.


"maaf ya anak-anak,di hari ini ada pengambilan nilai IPA siapa yang 2 orang nilainya tertinggi,akan melakukan olimpiade di sekolah kita nanti,jadi bapak minta untuk melakukan yang terbaik ya anak-anak." jelas pak Tono panjang.


"iya pak.." jawab murid pasrah.


Zahra yang mendengar perkataan pak Tono tadi hanya mengangguk saja,karena ia sedikit mengerti pelajaran IPA.


"oh iya... untuk Zahra nanti kamu ikut bapak ke ruang guru...bapa mau kasih kamu beberapa materi yang belum kamu pelajari." jelas pak Tono kepada Zahra.


"oh iya pak....." jawab Zahra.


...•••••...


"Zahra ini materi kamu...tolong di pelajari ya...agar kamu tidak tertinggal." jelas pak Tono


"oke pak..." jawab Zahra.


"kalo gitu saya permisi ya pak.." ucap Zahra.


Zahra berjalan keluar dan sambil melihat beberapa materi yang di beri oleh pak Tono.ketika Zahra di depan pintu,ia menabrak seorang laki laki yang ingin masuk ke ruang guru juga.


"eh sory...sory" ucap Zahra sambil mengambil buku yang jatuh.


"sekali lagi ma-.....lohh Rizky!!" ucap Zahra kaget.


"ternyata yang gue tabrak elo?" ucap Zahra sambil menunjuk ke Rizky dan tertawa meremehkan.


"gue tarik deh kata maaf gue" ucap Zahra sambil melangkah untuk jalan.


Rizky hanya terdiam dan tidak memperdulikan hal tadi,karena memang sudah jadi kebiasaan dia.


Zahra berjalan menuju kelas,untuk menjemput saemi tetapi saemi ternyata sudah menunggunya di depan kelas.


"Zahra" panggil saemi sambil melambaikan tangannya.


Zahra mencari sumber suara itu dan dia langsung berlari ke arah saemi,tapi sebelum ia berlari ke arah saemi,ada yang menghadang nya.


"gua mau ngomong sama lu" ucap Juna tunangan Zahra.


"sekarang?" Zahra bertanya-tanya.


"iya..... ayo!!" ajak Juna sambil sambil menarik tangan Zahra.


saemi hanya diam melihat Juna dan Zahra. Dia sebenarnya penasaran,tapi ia tidak mau ikut campur masalah Juna dan Zahra.


"Lo mau ngomong apa?" ucap Zahra semakin penasaran.


"papah sama mamah minta gua untuk nikahin lu abis lulus sekolah" ucap Juna dengan serius.


"HAHHH!LO SERIUS JUN" kaget Zahra.


"gue serius kali ini zah!" serius Juna.


"Gimana gua mau nikahin lu gua aja gak pernah suka sama Lo" jelas Juna.


"i-iya gua juga" ucap Zahra kebingungan,sambil memegang kepalanya.


"lagi juga kita masih lulus 1 tahun lagi Jun" ucap Zahra.


"iya" singkat Juna.


"yaudah deh kalo gitu nanti gua coba ngomong sama mamah papah" ucap Zahra menenangkan keadaan.


"hmm...yaudah" singkat Juna.


"kalo gitu gue pergi dulu" ucap Zahra.


Zahra meninggalkan Juna,ia jalan sedikit menunduk dan bersedih,ia benar-benar kebingungan menghadapi kedua orang tua nya itu.


"oh iya zah" panggil Juna kepada Zahra.


"kenapa?" jawab Zahra sedikit pelan.


"anak anak kan belum ada yang tau kalo kita tunangan,jadi lu usahain untuk gak bilang siapa-siapa." jelas Juna.


"nee..."(iya) jawab Zahra.


Zahra membalikan badan dan melanjutkan langkahnya,ia menghembuskan nafasnya,karena menurut dia melakukan hal itu bisa membuat masalah reda sedikit.



muka Juna tunangan Zahra.



kakak Zahra.