
"mah...pah..." ucap Zahra membuka pembicaraan di meja makan.
"kenapa sayang..." jawab papah Zahra.
"papah sama mamah udah ngerencanain pernikahan aku sama juna ya?...." tanya Zahra.
"iya nak...kita akan nikahin kalian sehabis kalian lulus sekolah" jelas papah Zahra.
"pah plis yah batalin dulu....kita tuh masih terlalu kecil...dan masih banyak yang harus aku lakuin dan aku kejar....
"tapi bener juga kata Zahra pah...dia masih harus ngejar cita cita nya" tambah kak Gilang menyetujui ucapan Zahra.
"tapi zah..." perkataan papah Zahra langsung di potong oleh Zahra.
"pah.... ayolah" mohon Zahra.
"udah pah turutin aja.." tambah mamah Zahra.
"nanti papah bicarain sama orangtua nya Juna" ucap papah Zahra.
Zahra tersenyum lepas,dia senang mendengarnya,meskipun bukan jawaban itu yang dia mau.saat itu pun keadaan meja makan tidak tegang lagi.
"kalo mau,nikahin aja kakak sama bibi tuh pah,mah,mereka cocok banget..." ucap Zahra sambil menunjuk ke arah bibi.
"ngadi ngadi lu ya.." ucap Gilang sambil menggelitik kan perut Zahra.
"kak...kak...kak...udah ahh...iya iya ditarik ucapan nya" ucap Zahra sambil tertawa.
"awas lu ya" peringatan Gilang.
"kalian ini.....udah ayo lanjut makan lagii" ucap papah Zahra.
keadaan meja makan menjadi sangat lucu karena tingkah Gilang yang terus menerus membuat geli perut.semuanya tampak gembira malam ini.
•••••
Zahra sedang berada di roftoof apartemen papah nya,dia memang sering kesana karena menurut dia jika disana dia bisa menenangkan diri dia,Zahra duduk di ujung pembatas roftoof dia tampak menikmati pemandangan dan angin sepoi-sepoi.tapi tiba tiba pintu roftoof terbuka,tampak seorang laki laki datang.
"Lo mau bunuh diri?..." ucap Rizky mengagetkan Zahra.
"AAAAA.." teriak Zahra yang hampir terjatuh dari pembatas roftoof.
Rizky langsung menghampiri Zahra dan menarik lengan Zahra,mereka terjatuh berdua.
"Lo gak papa kan?.." tanya Rizky memastikan.
"ADUHH..." ucap Zahra kesakitan.
"gila Lo yaa...Lo ngapain ngagetin gue si...." ucap Zahra sambil bangun dari jatuhnya.
"gue kira Lo mau bunuh diri." jelas Rizky sambil berdiri.
"Lah Lo ngapain di sini?..." tanya Zahra.
"lagi nyari angin aja..." jawab Rizky.
dia memang sering kesini jika dia banyak pikiran,dan sangat pusing.
"Lo sendisi ngapain disini?pakek segala duduk di pembates.." tanya Rizky.
"ini apartemen papah gue!!" jawab Zahra.
"oh jadi ini apartemen nya si orang sok kaya itu.." jawab Rizky sambil mengangguk angguk.
"emang gue kaya..." jawab Zahra terlalu jujur.
"mending gue pergi deh dari sini....huftt" oceh Zahra sambil berjalan keluar.
Rizky melihat Zahra sudah pergi dia hanya bisa mengangkat sudut bibirnya karena kelakuan zahra.dia akhirnya menutup matanya dan menikmati angin sepoi-sepoi.
•••••
Semua siswa sudah menunggu di kelas,mereka sangat menunggu hasil ujian mereka,Zahra sedang asik dengan handphone nya, sedangkan saemi sibuk memikirkan jawaban ujiannya benar atau tidak.
"kira kira kata Lo siapa yang bakal masuk olimpiade?"
"yang pastinya Rizky"
"satunya siapa?"
"mana gue tau..."
UCAP PARA SISWA MEMBICARAKAN OLIMPIADE.
"yang pasti satunya gue dong" ucap Qila penuh percaya diri.
"ke PD an lu qil" tambah satu siswa.
"siapa lagi si yang pinter di kelas ini selain gue sama Rizky" percaya diri Qila.
siswa-siswa yang mendengar perkataan Qila,hanya mengangguk saja,berbicara dengan Qila tidak ada habisnya jika tidak di iyakan.
"selamat pagi anak anak" salam pak Tono.
"selamat pagi pak..." jawab siswa serentak
"Nee(iya)" jawab siswa serentak.
"baik bapak tidak akan berlama lama karena masih banyak yang harus bapak urus.." ucap pak Tono.
"yang pertama ada Rizky" ucap pak Tono sambil bertepuk tangan dan para siswa mengikuti nya.
"satunya ada dari perwakilan perempuan" ucap pak Tono membuat mereka semakin penasaran.
siswa perempuan semakin penasaran,ada yang mengira itu qila dan ada juga yang mengira itu saemi.
"tenang semuanya,murid satunya adalah.... Zahra" ucap pak Tono.
"wah zah Lo lolos!!" ucap Saemi memberi selamat kepada Zahra.
"congratulations Zahra" para murid serentak.
Zahra yang mendengar nya masih belom percaya dia malah kebingungan sendiri.
"sa-saya pak?" tanya Zahra memastikan.
"iya kamu Zahra" jawab pak Tono.
setelah merasa yakin,Zahra bukannya senang,dia malah kebingungan,dia teringat ucapan papah nya Rizky,jika Rizky tidak masuk olimpiade dia harus di kirim ke luar negeri.zahra bingung bagaimana caranya agar dia bisa kalah dalam olimpiade selanjutnya bersama Rizky.
"kenapa harus Zahra sihh!!" ucap Qila kesal.
"Awas Lo ya zah..bakal gue kasih pelajaran Lo" ucap Qila seperti ingin melakukan sesuatu.
•••••
Bel istirahat telah berbunyi saemi dan Zahra sedang makan di kantin,Zahra sangat kelaparan dia makan sangat lahap,mereka tidak berdua saja tapi ada zefan pacar saemi.
"lapar zah?.." tanya saemi yang melihat temannya sangat kelaparan.
"mending Lo berdua diem...gue lagi khusyuk nih" ucap Zahra yang mulutnya penuh dengan makanan.
Zahra sebenarnya sedang di bicarakan karena dia makan sangat banyak,tapi Zahra tidak perduli sama sekali,dia tidak ingin lambung nya kambuh dan merepotkan banyak orang.
"Zahra...Zahra..keliatan banget yah,hidup Lo itu miris" Qila datang sambil membawa makanan.
"eh minum minum" ucap Zahra meminta minum kepada saemi dan dia langsung menuruti nya.
"kalo Lo kurang tinggal ambil aja zah...gak usah khawatir anggep aja ini punya Lo semua nya" ucap Qila.
semua yang ada di kantin menyaksikan saemi dan Zahra.
"saem gue pergi dulu ya...di sini kayak ada yang bisikin deh.." ucap Zahra sambil mengelus tanggan nya dan berjalan untuk pergi.
Qila yang mendengar nya sangat kesal,dia hampir menampar Zahra.
"apa Lo mau nampar gue?...Lo kaya harta tapi miskin attitude ya qil..lebih miris hidup Lo deh kayaknya" ucap Zahra yang masih memegang tangan Qila.
"wahh gilaa si Zahra"
"wahh Daebak"
"wah jinjja(beneran?) ahahaha"
ucap beberapa murid.
"Lo bisa mundur dikit gak?gue mau lewat.." ucap Zahra sambil melepaskan genggaman nya dengan Qila.
Qila langsung memundurkan badan nya,dia masih tidak percaya apan yang di katakan oleh Zahra tadi kepadanya.
semua yang ada di kantin masih tersorot kepada Zahra yang ingin keluar dari kantin.
tapi langkah Zahra terhenti karena lengan Zahra di tarik oleh Juna.
"gue mau ngomong sama Lo!" ucap Juna.
"nanti aja..." jawab Zahra yang memang sudah tidak mood lagi.
semua yang ada di kantin jadi memperhatikan Zahra dan Juna.
"sekarang zah!!" paksa Juna
"AYO!!" ucap Juna yang langsung menarik lengan Zahra untuk keluar dari kantin.
wajah Qila
wajah teman teman Qila
kurang lebih rumah Zahra seperti itu