Korean School

Korean School
6.AWAL KECURIGAAN



Zahra sedang menunggu di depan gerbang sekolah,dia masih belum di jemput oleh supirnya.Zahra biasa menunggu du tempat duduk luar sekolah,karena jarang ada bus yang lewat di jalan itu.


"kok lama banget si...." ucap Zahra sambil melihat jam nya.


Sambil menunggu,Zahra bermain ponsel sebentar,dia melihat sosmed nya,banyak sekali yang berkomentar buruk tentangnya. Zahra sangat tidak memperdulikan nya .


"Lo belom di jemput?" tanya Rizky yang tiba tiba datang menghampiri Zahra.


"hm" singkat Zahra.


"ikut gue" perintah Rizky sambil mengambil lengan Zahra.


"kemana?" tanya Zahra menjadi penasaran.


"IKUT GUE!!" ajak Rizky.


"GAK!!" tolak Zahra sambil menepis tangan Rizky


"BAWEL!!IKUT GUE" ajak Rizky.


Rizky langsung menarik lengan Zahra dan lari ke suatu tempat.Zahra hanya terdiam,dia tidak tahu Rizky akan membawa nya kemana.


...••••••••••••••••••••••••••••••••...


Zahra di bawa ke halte bus,dia benar benar kaget karena itu kali pertama Zahra datang lagi ke halte bus setelah kejadian kecelakaan itu.


sebenarnya banyak yang belum mengetahui jika Zahra sangat trauma pada bus.bahkan bisa di bilang hanya dia yang mengetahui semua tentang dirinya.


"gue balik jalan aja ya...." ucap Zahra sambil ingin berjalan tapi di tarik oleh Rizky sehingga posisi mereka seperti berpelukan.


"gue bilang di sini aja ya zah....ngerti kan" ucap Rizky sambil berbisik.


Zahra hanya diam membeku,di sisi lain dia ingin pergi tapi di sisi lainnya dia tidak mau lepas dari pelukan Rizky.


Tiba tiba bus datang untuk menjemput para penumpang. Zahra membuang muka,dia kini dalam ketakutan. Zahra membalas pelukan Rizky dan memegang nya dengan erat,Zahra tidak mau Rizky melepasnya.


lutut nya sangat lemas,kepalanya pusing,tangan nya pun dingin,dan nafas dia menjadi begitu cepat sampai terdengar.


"Zah lepasin gue" ucap Rizky yang sedikit risih dengan pelukan Zahra.


"Ki gue mau pergi dari sini" mohon Zahra karena nafasnya sudah tidak beraturan.


"Lo kenapa?" tanya Rizky singkat.


"tolong Ki kali ini aja" mohon Zahra yang lututnya sudah tidak dapat berdiri tegak.


"biar gue gendong lu" ucap Rizky yang sudah sangat panik dengan keadaan Zahra.


...Rizky berlari membawa Zahra pergi dari halte bus itu,tapi sepertinya Rizky tidak akan membawa Zahra ke rumah sakit karena ini permintaan Zahra ketika dia di gendong....


...^^^ •••••••••••••••••••••••••••••••••••^^^...


Mereka telah sampai di suatu kafe,Rizky menuruti perkataan Zahra,dia tidak akan membawanya ke rumah sakit.tapi Rizky masih belum paham dengan apa yang terjadi.


"nih minum dulu" suruh Rizky dengan nada yang sangat dingin.


Zahra terus terusan mengusapkan telapak tangannya karena masih sangat dingin.


"Lo sebenernya kenapa?" tanya Rizky sambil memegang coffe nya.


Zahra membuang pandangan nya ke arah lain sambil menghembuskan nafas,dia masih bingung akan menjawab apa ke Rizky.


"tau gak si,Lo itu udah ngerepotin, penyakitan, misterius lagi" ucap Rizky sedikit kejam.


Zahra hanya mengangkat sudut bibirnya.


Drtttt.....Drtttt


Bunyi ponsel berdering,itu dari handphone Zahra. ternyata yang menelpon nya adalah Dr.Lee,dia dokter langganan Zahra. hari ini adalah jadwal Zahra check in.


"yeoboseyo" ucap Zahra.


"Zahra...hari ini kamu ada jadwal check dengan saya....saya tunggu kamu di rumah sakit ya" ucap Dr.lee


"Ahh...iya dok,nanti saya datang" ucap Zahra yang baru mengingat nya.


Zahra menutup telponnya,dia kebingungan bagaimana dia bisa ke rumah sakit sedangkan dia belum di jemput. Zahra tidak punya nomer supirnya itu.


Dia teringat Rizky yang sedang bersamanya,mungkin dia bisa minta tolong Rizky untuk mengantarnya.karena rumah sakit lumayan jauh dari tempat dia dan Rizky sekarang,dia takut kenapa kenapa di jalan.


Zahra terus menatapi Rizky,dia sebenarnya tidak yakin kalau Rizky akan mengabulkan permintaan nya. Zahra mengangkat bibirnya seperti kebingungan.


"kayaknya gue pesen taksi aja deh....hemmm....iya deh pesen taksi aja" (Zahra berbicara di dalam hati)


Zahra membuka ponsel dan ingin segera memesan taksi,tiba tiba ada yang menelpon yaitu Juna.


"hm" singkat Rizky.


Zahra berjalan ke pojok sudut kafe.


"Lo kemana aja si?jam segini Lo belom pulang juga!!!"tanya Juna dengan nada yang tinggi.


"ee ituu....gue lagi nunggu supir gue jemputt...iyaa ituu"ucap Zahra.


"seenggaknya lu jawab telfon kakak Lo....dia khawatir banget!" omel Juna.


"iya iya soryy...tadi gue lagi gak megang handphone" ucap Zahra.


"gue ada jadwal check hari ini...kalo lu mau jemput langsung ke RS aja" jelas Zahra dan langsung menutup telfonnya.


Zahra akan pergi sendiri naik taksi,karena jika dia mengajak Rizky,Zahra takut Rizky akan bertemu Juna.


Zahra berjalan ke meja dimana dia dan Rizky duduk.


"gue pergi dulu ya.." pamit Zahra sambil mengambil tas nya.


"naik apa?"tanya Rizky singkat.


"gua udah pesen taksi online" ucap Zahra.


"ok" singkat Rizky sambil beralih pandangan ke arah jendela kafe.


Taksi Zahra sudah tiba,dia langsung berjalan ke luar.


Rizky melihat mobil Zahra sudah sudah pergi,sepertinya dia harus istirahat sebentar.


setelah selesai istirahat,Rizky bergegas untuk pulang. Rizky memasukan dompetnya ke dalam tas.Tapi ketika Rizky sedang memasukan dompetnya,dia melihat botol obat yang tertinggal di atas meja. Sepertinya itu barang Zahra yang tertinggal dan dia sempat minum obat itu ketika Rizky sedang memesan minuman.


Rizky mangambil botol itu dan bergegas untuk pergi. Tetapi ketika Rizky sampai pintu kafe ada Qila dan teman temannya yang masuk kedalam kafe itu juga.


"eh Rizky.... kebetulan banget yaa" ucap Qila.


Rizky hanya terdiam dan malah mengalihkan pandangan ke arah lain.


"Lo ngapain di sini?" tanya Qila.


"minggir....." jawab Rizky dingin dan merasa risih karena Qila malah menghalangi jalannya.


"jangan gitu lah...ayo masuk minum sama gue" ajak Qila yang memegang lengan Rizky.


"gausah pegang-pengang.....Lo mau minggir atau gue dorong?!!" kejam Rizky.


Teman Qila langsung menarik lengannya sebelum Rizky semakin marah. Rizky telah keluar dari kafe itu dan Qila terlihat sangat kesal.


"IH BENER BENER DAH!!" kesal Qila.


•••••••


"Zahra kondisi kamu sudah semakin membaik..tapi sepertinya kamu telah mengkonsumsi obat obatan" ucap dokter yang sedikit ada kejanggalan.


"eng-enggak ko dok..saya gak pernah konsumsi obat-obatan dan saya selalu mengikuti instruksi yang dokter berikan" ucap Zahra memberi alasan.


"saya percaya kok sama kamu...yang penting jangan pernah mengkonsumsi obat-obatan karena penyakit lambung kamu ini bisa sembuh jika mengikuti perkataan saya ya" jelas dokter.


"iya dok" jawab Zahra.


Selesai menemui dokter Zahra dan Juna langsung pergi.mereka berjalan dengan santai. Tapi tiba-tiba Juna berhenti dan itu juga membuat langkah Zahra terhenti.


"Lo kenapa?" tanya Zahra merasa heran.


"ada yang ketinggalan?" ucap Zahra semakin bertanya-tanya.


"Lo beneran gak konsumsi obat-obatan kan?" tanya Juna untuk meyakinkan.


"yehh gue kira apa....ya gak lahh lu denger kan tadi penjelasan gue ke dokter Lee" ucap Zahra meyakinkan Juna.


"bener ya Lo...awas aja kalo lu sampe bener-bener konsumsi obat-obatan" ucap Juna sedikit teriak karena Zahra sudah berjalan duluan.


"peduli apa Lo sama gue?" jawab Zahra meledek Juna.


"AISH!!".


HALLO GAYSSSS AKU BARU UP LAGI NIHHH:)))))


SORRY BANGET JARANG UP KARENA EMANG BENER² SIBUK....SEMOGA SUKA


SORY YA KALO ADA TYPO² ATAU SALAH KASIH PENEMPATAN NAMA NYA