Korean School

Korean School
3.mengkhawatirkan mu



Zahra telah kembali ke kelas,ia tidak langsung menemui saemi di kantin.karena dia tidak nafsu makan lagi.


"gue cariin ternyata Lo di sini..."ucap saemi sambil menghampiri Zahra.


Zahra menutupi mukanya dengan buku,meski muka Zahra tertutup,saemi bisa merasakan bahwa sahabatnya tidak seceria biasanya.


"Lo ada masalah sama Juna?" tanya saemi yang penasaran dengan sahabatnya itu.


"enggak kok,gua lagi gak mood aja..." ucap Zahra sambil memperlihatkan wajah nya.


saemi hanya mengangguk saja,ia tidak mau ikut campur walaupun sedikit penasaran sebenarnya ada apa,tapi saemi malah teringat satu hal yang membuat dia khawatir.


"zah jangan bilang Lo belum makan!!" ucap Saemi sambil menunjuk ke arah Zahra.


"emang belom..." jawab Zahra


"yaudah kalo gitu gue beliin makanan dulu...Lo tunggu disini" ucap saemi sambil bangun dari tempat duduk nya.


"gak usah saem bentar lagi juga bel bunyi...lagi juga ujian udah mau di mulai" ucap Zahra sambil menahan saemi.


"udah zah Lo mending diem di sini"ucap saemi masih ingin membelikan Zahra makanan.


"gak usah saem." tahan Zahra.


"lambung Lo bisa kambuh zah." ucap Saemi keras kepala.


"gue gak kenapa-napa saem." Zahra masih menahan saemi.


"Zahh...." ucap Saemi meyakinkan Zahra.


"saem..." jawab Zahra.


saemi hanya mengangguk pasrah, sebenarnya ia khawatir akan kesehatan sahabatnya itu,tapi ya gimana lagi Zahra terus menolak.Saemi dan Zahra akhirnya melanjutkan belajarnya lagi,karena sebentar lagi ujian akan di mulai.


"nih makan dulu.." Juna datang dengan membawa 1 roti dan minuman strawbery kesukaan Zahra.


Zahra yang sedang menulis terkejut dengan kedatangan Juna,bahkan kedatangan Juna membuat semua murid yang ada di kelas tersorot kepada mereka


"lo...Lo ngapain Jun?." ucap Zahra terbata bata karena kaget dengan kedatangan Juna.


"kan lu belom makan,ya gua beliin lah" jelas Juna.


"gue gak mau..." ucap Zahra sambil berbalik menulis.


"lambung Lo bisa kambuh zah..." jelas Juna


murid yang mendengarnya pun terkejut,kecuali Rizky,dia bahkan tidak memperdulikan sekitarnya.


"kalo lambung Lo kambuh....Lo pasti bakal ngerepotin gua..." ucap Juna sambil mendekatkan wajahnya ke Zahra,tapi Zahra langsung memundurkan wajahnya agar tidak terlalu dekat.


"yaudah....sini" ucap Zahra pasrah.


"Lo bisa pergi sekarang" ucap Zahra menyuruh Juna pergi.


Juna hanya mengangguk dan langsung pergi dari hadapan Zahra,lagi lagi saemi hanya diam dan tidak percaya yang di lakukan oleh Juna.dia menjadi curiga akan hubungan Zahra dan Juna.


"wahhh gue si mau punya pacar kayak Juna"


"Juna perhatian banget deh"


ucap para murid yang melihat kejadian tadi.


"alayyyyyy" tambah Qila yang sebenarnya iri dengan Zahra.


•••••


Zahra dan murid lainnya sedang melakukan ujian IPA,kali ini Zahra melakukannya dengan teliti,karena dia ingin sekali mengikuti olimpiade IPA.tidak kalah dengan Zahra,Rizky pun sangat teliti sekali dalam mengerjakan soal,meskipun ia sudah beberapa kali mengikuti olimpiade.


"waktunya tinggal 10 menit lagi.....tetap tenang...dan jangan terburu-buru" jelas pak Tono memperingati.


murid sangat panik sekali karena banyak soal yang belum terisi oleh mereka,tapi tidak dengan Zahra dan Rizky,mereka tetap tenang karena mereka tinggal beberapa soal lagi.


"oke....waktu telah selesai...silahkan di kumpulkan dan kalian boleh pulang" jelas pak Tono.


"iya pak..." jawab siswa serentak sambil membereskan buku-buku mereka.


"nilai akan di umumkan besok dan semoga nilai kalian memuaskan ya..." ucap pak Tono.


"Nee(iya)..." jawab siswa serentak.


•••••


Zahra dalam perjalanan pulang,tapi Zahra tidak langsung pulang,dia mampir ke mall sebentar. Dia ingin membeli sepatu untuk koleksinya.


"mba saya mau ini ya..." ucap Zahra memanggil kariawan toko.


"loh itu kan Rizky" ucap Zahra melihat keberadaan Rizky.


Zahra akhirnya sedikit menguping perkataan papah nya Rizky.


"kamu pokoknya harus mengikuti olimpiade lagi..." ucap papahnya Rizky.,


"tapi pah...olimpiade kali ini di adu sama siswa lain..." ucap Rizky.


"ya kamu kan cerdas..gunain lah otak kamu...atau kamu mau papah kirim ke luar negeri" ucap papah nya Rizky.


"iya pah" pasrah Rizky dan menuruti perkataan papahnya.


papah nya Rizky memang sangat keras kepala,dia hanya ingin anak nya menjadi juara kelas,jika Rizky tidak mau mengikuti perkataan papah nya,dia akan di kirim ke luar negeri.


"oh..jadi begini dia di balik sikap dingin nya..." ucap Zahra sambil menganggukkan-angguk.


Zahra akhirnya pulanb, Zahra selalu menutup mata ketika dalam perjalanan,karena dulu Zahra menaiki bis di acara sekolah lama nya dan bis itu kecelakaan,Zahra sempat koma hampir 2 bulan,Zahra sangat trauma pada bis bahkan melihat nya saja sudah membuat dia mengingat semua nya.


Zahra menutup matanya,dan dia teringat ucapan papah nya Rizky,dia berfikir walaupun Rizky sudah sering mengikuti olimpiade tapi sepertinya dia selalu di kekang oleh papah nya


Zahra sampai berfikir ,jika dia lulus olimpiade IPA dengan Rizky,dia akan mengalah saja, entah apa yang terjadi pada nya.


••••••


"Ki kamu mending belajarr biar lulus olimpiade" suruh papah Rizky yang masih memikirkan olimpiade.


"iya pah..."


Rizky berjalan ke kamar nya,dia berjalan dengan pasrah,tidak ada yang dia bisa lakukan selain menuruti perkataan papah nya.


Rizky duduk di meja belajarnya,lalu dia bersender di kursi,Rizky menghembuskan nafasnya sama seperti yang dilakukan Zahra.


"DRETTT....DRETT" suara notifikasi handphone Rizky.


Dia melihat notifikasi dari sosmed nya "Zahra telah mengikutimu" isi notifikasi.


"Zahra?" ucap Rizky heran.


Rizky sebenarnya tidak perduli dengan semua itu,tapi tiba tiba ia sangat penasaran dengan isi sosmed Zahra. Rizky terus melihat foto Zahra,dia hanya bisa mengangkat sudut bibirnya dan tertawa kecil pada foto-foto Zahra.


•••••


"eh...eh ngapain gue ngikutin dia..." ucap Zahra kaget dengan kelakuan nya tadi.


"ah yaudah lah...bodo amat,lagi juga dia gak akan perduli" ucap Zahra tidak menyesali perbuatannya tadi.


Zahra akhirnya bergegas untuk mandi,dia mengambil anduk kesayangan nya,saat Zahra ingin masuk ke kamar mandi,ada yang membuka pintu kamar Zahra,Zahra langsung menengok ke belakang dan ternyata itu mamah papah nya.


"hai zah...mamah papah pulang" sambut mamah Zahra sambil melebarkan tangan nya untuk memeluk Zahra.


"hai mah...hai pah"seru Zahra sambil melebarkan tangannya juga.


Zahra tampak biasa saja dengan kedatangan kedua orang tua nya itu.


"hai sayang..." ucap papah Zahra.


"hallo pah...." jawab Zahra sambil tersenyum.


"gimana hari-hari di sekolah barunya?" tanya papah Zahra yang belum mendengar kabar soal sekolah putrinya.


"baik kok pah..." jawab Zahra.


"belajar yang bener ya sayang..." ucap papah Zahra sambil mengacak acak puncak kepala Zahra.


"iya pah..." jawab Zahra sambil mengangguk.


" yaudah kamu mandi dulu terus ganti baju...kita makan malam bersama yah..." jelas mamah nya Zahra.


Zahra hanya mengangguk dan berjalan ke kamar mandi,dia menghembuskan nafas nya terus menerus.


WAJAH MAMAH ZAHRA



KURANG LEBIH KELAS ZAHRA SEPERTI INI




WAJAH PAPAH ZAHRA