
Keyna pun masuk ke kamarnya, tidak lupa pintunya ia kunci agar tidak diganggu oleh siapapun. Dikamar, Keyna menangis, hatinya hancur mendapat tamparan dari Ayahnya mengingat selama ini, ia hanya mendapat omelan saja, terlebih lagi ibunya yang selalu berada dipihak Ayahnya.
Ibunya yang saat itu ingin menenangkan keduanya, pergi ke dapur untuk membuatkan teh suaminya dan Keyna. Dilihatnya 2 piring bekas makanan diatas meja makan, lalu teringat bahwa Bi Ani pembantunya pernah mengatakan kepadanya jik Keyna setiap malam selalu kesepian, biasanya ia meminta Bi Ani untuk menemani makan malamnya, tetapi entah kenapa hari ini yang didapati malah seorang laki-laki.Bukannya malah kasihan, ibu Keyna malah berpikiran negatif,
"apa memang seperti ini setiap malamnya saat Bi Ani pulang? Apa Keyna sering membawa laki-laki masuk ke rumah karena kesepian itu?" batin wanita tengah baya itu yang terdiam sejenak, dan tiba-tiba terlintas dibenaknya.
"Hah, apa putriku sudah melakukannya? Apa dia sudah tidak perawan?" lanjut batinnya sambil kedua tangan menutupi mulutnya.
Ibu Keyna pun langsung menghampiri Ayahnya Keyna dan mengatakan hal itu kepadanya,
"bukannya pikiranmu itu berlebihan buk," respon ayahnya Keyna.
"sepertinya kita harus mengeceknya ke dokter yah," lanjut ibunya.
Mereka pun saling pandang, dan memiliki pemikiran yang sama.
Begitulah orang tua Keyna, tanpa memikirkan salah sendiri justru malah suka berpikiran negatif, hal itu yang membuat Keyna menilai bahwa orang tuanya sangat menyebalkan.
Ibi Keyna lupa bahwa ia juga telah membuatkan putrinya teh. Tentu teh itu menjadi dingin, selang beberapa menit kemudian,
"ini tehmu kok hak mbok minum buk, kan dingin sekarang," tanya Ayahnya Keyna yang melihat teh masih utuh dimeja ruang tamu.
Ibu Keyna datang melihat dan akhirnya teringat,
"loo, itu teh buat Keyna, kok ibu lupa," tuturnya.
"hmm, sudah-sudah Keyna mungkin juga sudah tidur, udah malem buk ayo istirahat," ucap Ayah Keyna.
"Iya yah," jawab ibu Keyna.
Sementara di kamar, Keyna masih menangis, merasa lelah dengan keadaannya sekarang.
"kenapa aku tidak seberuntung yang lain," batin Keyna sembari memejamkan mata. Hingga beberapa menit kemudian akhirnya ia tertidur.
>>>
Tidak lama, Ibu Keyna pun memanggilnya sambil mengetok pintu kamar Keyna.
Tok, tok, tok... "Keyna? Apa kamu udah bangun nak?" tanya Ibu Keyna.
Keyna hanya diam tidak menjawab ibunya.
"Kalo mau sarapan di meja sudah ibu siapkan," tutur ibunya.
Lagi-lagi gadis itu tidak menjawab ibunya. Ibu Keyna sedikit khawatir dan berharap bahwa putrinya itu cepat keluar dari kamarnya. Selang beberapa menit akhirnya Keyna pun keluar, ia pergi mandi dan setelahnya pergi sarapan.
Ibu yang melihatnya merasa lega karena putrinya itu baik baik saja dan menghampiri Keyna,
"Key, nanti anterin ibu ke dokter ya?" tanya ibunya.
"kenapa ga sama dia?" jawab Keyna.
"dia? Hmm Key, kamu gak boleh gitu, mau gimanapun dia itu ayahmu nak," ucap ibunya.
"cih," pekik Keyna sambil memalingkan wajahnya dan melanjutkan makannya.
"ayahmu ada kerjaan, dia berangkat sendiri tadi. Bi Ani juga hari ini libur," lanjut Ibunya.
Keyna pun memandang ibunya sambil menarik nafas,
"sendiri aja gak bisa kah," jawabnya sinis.
"Key," ucap ibunya pelan sembari memasang wajah melas dihadapan Keyna.
Keyna yang tidak tega dengan ibunya pun menerima nya, ia mau mengantarkan ibunya ke dokter.
"Baiklah kalo gitu, sebentar aja," jawab Keyna.
Mendengar itu, ibu Keyna tersenyum.