
Aradea Keyna, dia seorang anak tunggal berusia 20 tahun yang sudah terbiasa hidup sendiri sedari kecil. Orangtuanya selalu sibuk akan pekerjaan bisnis restoran mereka, jadi setiap harinya Keyna hanya ditemani seorang pembantu dan tumbuh tanpa seorang teman. Hal itu yang membuat Keyna memiliki kepribadian yang dingin, pendiam, serta kurang ramah. Karena sifatnya itu yang membuat Keyna sangat sulit mendapatkan teman di sekolahnya. Meskipun demikian, Keyna adalah sosok gadis yang cerdas dan tentu saja cantik.
Keyna suka membaca, dan sering datang ke Perpustakaan Umum di Lamongan. Sangking sering nya, ia sampai sudah dikenal oleh petugas resepsionis nya yang bernama Elnaura Yasmin.
Yasmin tipe gadis yang ceria, ia senang berkawan dengan siapapun. Karena sering bertemu dengan Keyna, Yasmin pun jadi ingin sekali berteman akrab dengannya. Namun, kerap kali ia ingin mencoba akrab selalu ada saja hal yang membuatnya gagal. Melihat Keyna yang datang, kali ini Yasmin ingin memastikan bahwa ia tidak akan gagal lagi.
"Selamat datang Ara!" sambut Yasmin dengan senyuman ceria.
Keyna yang mendengarnya langsung melihat Yasmin, dengan nada kesal ia mengatakan "Nama gue Keyna, jadi panggil gue Keyna!"
"Oh, tapi bukannya Ara juga nama lo, Aradea Keyna bukan? Jadi gak masalah dong dipanggil Ara," balas Yasmin.
Keyna menatap Yasmin dengan memperlihatkan ekspresi tidak sukanya dipanggil Ara, karena menurut nya panggilan itu hanya cocok untuk anak-anak sedangkan saat ini ia sudah berusia 20 tahun.
"hmm oke baiklah." ucap Yasmin sambil mengangguk karena paham dengan isyarat yang diberikan Keyna.
Seperti biasa, Keyna selalu membaca beberapa buku disana dengan tenang. Yasmin yang melihatnya sendiri pun juga tidak tinggal diam, menurut nya kali ini adalah kesempatan bagus untuk mengakrabkan diri dengan Keyna di dukung dengan kondisi perpustakaan yang saat itu kosong hanya ada dirinya dan Keyna, jadi ia pun pergi menghampiri Keyna.
"hey, buku apa yang lo baca sekarang?" tanya si resepsionis sambil menarik kursi depan Keyna.
"......" (tidak ada jawaban)
"apa nanti lo mau minjem buku lagi key?" lanjutnya
Keyna tetap tidak menjawab, dan mengabaikan pertanyaan yang dilontarkan Yasmin kepadanya.
"Hm.. Sabar Yasmin sabarr, sifatnya memang begini, lo yang mau berteman jadi lo harus terima sifatnya," batin Yasmin diam sambil menatap Keyna.
"Key, kalo nanti lo minjem buku, usahain ngembaliinnya tepat waktu, dan tolong jaga bukunya baik baik. Tiap kali gue selalu kena marah karena setiap buku yang lo pinjem selalu ada sobekannya dan telat," lanjut Yasmin.
Mendengar itu, Keyna teringat akan kebiasaan buruknya saat membaca, terlebih lagi pelaku sobekan buku itu, tidak lain adalah kucingnya sendiri. Itu langsung membuatnya merasa bersalah dan kemudian meminta maaf.
"oh, sorry untuk itu, gue bakal perbaiki kedepannya," ujar Keyna.
Yasmin yang mendengarnya terkejut, batinnya "Ha? Ternyata dia tidak seburuk yang gue pikirin, dia masih bisa minta maaf, kerenn. Gue makin penasaran sama lo Key," batinnya sembari matanya masih menatap wajah Keyna.
"ada apa lagi?" tanya Keyna yang risih karena terus ditatap Yasmin.
"emm gapapa, ngomong-ngomong lu kerja apa kuliah Key?
Keyna merasa sedikit geram, mengingat yang ia inginkan adalah membaca dengan tenang tanpa ada gangguan dari siapapun, dan akhirnya ia pun berkata,
"Mbak, permisi, saya ingin membaca buku dengan tenang, tolong kerja sama nya ya!"ucap Keyna sambil menatap sinis Yasmin yang ada didepannya.
"Hm oke, sorry ya" ucap Yasmin.
Yasmin pun kembali ke meja resepsionis. Ia sedikit sedih karena belum bisa akrab.
"ah mungkin cukup untuk kali ini, hmm lumayan tapi kurang lama, tapi gapapa masih ada hari besok, besok, dan besoknya lagi, aku harus semangat", batinnya sambil mengepalkan satu tangannya ke depan. Dan tanpa sengaja Keyna melihatnya,
"dasar gadis aneh," gumam Keyna yang melihat tingkah Yasmin di resepsionis.
"lagi?" pekik Keyna, ia selalu melihat nama itu di setiap buku yang ia baca.
Keyna lalu pergi mengembalikan buku itu ke tempatnya, dan pergi mencari buku lain untuk di pinjam.
Selang beberapa menit, Keyna sudah mengambil beberapa buku dan langsung menuju ke meja resepsionis.
"lo mau pulang sekarang?" tanya resepsionis itu.
Keyna hanya menganggukkan kepalanya . Saat Yasmin menuliskan nama Keyna di kartu pinjam, Keyna kaget karna di setiap buku yang ia pinjam saat itu semua juga ada nama Meira Gracellia.
Melihat itu Keyna kembali ke rak buku, niat hati untuk mengecek tiap buku.
"eh bentar ya, nitip dulu, ada yang ketinggalan" ucapnya sambil berlari.
Yasmin terheran, sambil berkata "huh? ya"
Keyna mengecek setiap rak buku, diambilnya buku random hanya untuk mengecek nama Meira Gracellia. Dan ya, hampir semua buku yang dipegang Keyna sudah bertuliskan nama itu entah kebetulan atau gimana, Keyna pun terheran dan kembali ke resepsionis untuk mengambil bukunya.
"apa ada tambahan buku lagi?" tanya resepsionis itu.
"gaada," jawab Keyna.
"inget ya, lo harus tepat waktu dan jaga bukunya baik-baik!"
"iya,iya", jawab Keyna sambil mengambil buku untuk dibawanya pulang.
Dalam perjalanan pulang, Keyna terus memikirkan dan bergumam dalam hati,
"Apa ini? Apa dia maniak buku? Itu gila hampir semua buku yang kuperiksa selalu ada namanya, siapa sih dia"
Sembari berjalan, dilihatnya pinggir jalan ada sosok gadis yang sedang berdiri ingin menyeberang jalan, tampaknya gadis itu takut, itu sebabnya ia hanya berdiri di sana tak kunjung melangkah walaupun saat itu jalanan lagi sepi.
Keyna yang biasanya dingin dan tak peduli, tiba-tiba hatinya tertarik untuk membantu gadis itu, ia langsung menggandeng tangannya dan mengajaknya menyeberang melewati jalanan yang saat itu sedikit sepi.
Sampainya diseberang jalan, Keyna langsung melepas tangan gadis itu dan meninggalkan petuah,
"kalo gak bisa nyebrang sendiri, maka jangan lakukan , itu bahaya, setidaknya ajaklah teman!"
Gadis itu hanya terdiam karena masih kaget tiba-tiba ada yang menggandeng tangannya. Ia merasa bahwa saat itu ia akan diajak pergi ke neraka bersama.
"aku kaget, siapa dia? Sepertinya aku pernah bertemu dengannya, tapi dimana?" batin gadis itu yang merasa tidak asing dengan Keyna. Ia juga tersadar bahwa ia belum sempat mengucapkan terima kasih tadi. Gadis itu pun langsung berlari mengejar Keyna, namun sudah hilang. Kini ia hanya bisa berharap nantinya ia bisa bertemu lagi dengan Keyna untuk mengucapkan terima kasih.
Sampainya dirumah, Keyna disambut hangat oleh pembantunya, Bi Ani. Ya, karna memang tidak ada siapapun selain bi Ani dirumah, ibu dan ayahnya selalu sibuk. Namun, bi Ani hanya bisa menemaninya hingga sore saja, menjelang malam Keyna selalu sendiri.
"Selamat datang non, bagaimana dengan hari ini nona, apakah menyenangkan?" sambut bi Ani layaknya seorang ibu, karena sudah menganggap Keyna seperti anaknya sendiri.
"Seperti biasa bi," jawab Keyna sambil tersenyum melihat wanita yang menyambutnya itu.