
Tanpa dirasa, hari pun sudah mulai petang. Yasmin menghampiri ke meja Mei dan Keyna.
"Hey.. Apa kalian gak pulang? Aku dah selesai," ucap Yasmin sambil menuju ke meja mereka.
Mei mendengar nya dan langsung menganggukkan kepala.
"Key, ayo pulang," ajak Mei kepada Keyna.
"Gue gak mau pulang sekarang!" ujar Keyna.
"Tapi ini udah sore Key," ucap Mei.
Keyna hanya diam melanjutkan membacanya,
"Kalo ke rumah gue mau?" lanjut Mei mengajak Keyna untuk ke rumahnya.
"apa tidak menggangu?" kata Keyna sambil melihat Mei.
"tidak apa, ibu gue malah seneng kalo gue bawa temen," ucap Mei sambil tersenyum.
"ada apa ini?" Tanya Yasmin yang baru saja sampai di tempat mereka.
"Yas, lo mau ikut ke rumah gue nggak? Ayo kita makan malem bareng dirumah," ajak Mei.
"Keyna juga?" tanya balik Yasmin
"iya, dia juga ikut!" jawab Mei.
"wah aku pikir ia akan menolak kalo lo ajak," ucap Yasmin.
"tenang kalo sama Mei mah mau-mau aja, jadi gimana lo mau nggak?" ucap Mei sambil merangkul Yasmin.
"Iya-iya gue ikut!" ucap Yasmin sambil menatap Keyna.
"Yesss! Jadi kita akan pulang ke rumah gue!" ujar Mei sambil memegang ponselnya, dan mau menelpon ibunya untuk memberitahu.
Mereka bertiga pun akhirnya keluar perpustakaan bersama. Saat berjalan, Keyna memandangi keduanya yang sedang bergurau. Ia merasa bahwa hal ini baru terjadi padanya, disaat ia sedih ada 2 teman yang saat itu bersamanya. Ia tidak mengira akan memiliki teman. Keyna sangat bersyukur saat itu, ia pun menghentikan langkahnya.
Mei dan Yasmin menyadari langsung menoleh ke arah Keyna.
"Key ada apa?" tanya Yasmin.
Tanpa menjawab, Keyna langsung berjalan ke arah mereka dan langsung memeluk mereka berdua. Tentu hal itu membuat mereka kaget terlebih lagi untuk Yasmin.
"teman-teman makasih ya," ucap Keyna. Tidak lama setelahnya, Keyna langsung melepaskan rangkulannya itu.
"Ayo kita ke rumah Mei," ucap Keyna bersemangat.
"dia kenapa?" tanya Yasmin kepada Mei.
"ya, mungkin lagi happy aja," jawab Mei.
Mereka berdua tertawa kecil dan melanjutkan langkah mereka mengejar Keyna yang sudah didepannya.
Mereka pun sudah sampai dirumah sederhana bercat biru muda, tampak damai dengan tanaman-tanaman kecil didepannya, itu tidak lain adalah rumah Mei.
"Ayo masuk teman-teman," ajak Mei.
Saat mereka masuk, tiba-tiba Keyna melihat seorang laki-laki ada didalam rumah Mei, Keyna terkejut karena yang ia lihat itu Akbar.
Akbar pun menyadari kedatangan Keyna dan menatapnya juga langsung menghampiri Mei.
"Mei, apa dia teman barumu," tanya Akbar.
Mei mengangguk dan berkata, "kenapa?"
Akbar langsung menghampiri Keyna,
"Halo mbak, kita ketemu lagi, kali ini dirumahku ya," ujar Akbar yang berdiri di depan Keyna sambil tersenyum.
"apaan sih lo," ucap Keyna.
"apa kalian udah saling kenal?" tanya Mei.
"kita udah beberapa kali ketemu, dia biasa beli ditokoku, dan kemarin mas juga ngambil HP ibuk ke rumahnya."
"Ha?" jawab Mei bingung.
"tunggu-tunggu, Mei dia siapamu?" tanya Keyna.
"dia kakakku," jawab Mei.
"Kalau Akbar anaknya Bi Ani, dan dia kakakmu berati lo juga..,"
"anaknya Bi Ani dong," sahut Bi Ani yang tiba-tiba datang merangkul Keyna.
"Non Keyna, selamat datang di rumah Bi Ani, Bi Ani tidak menyangka kalian berteman," ujar Bi Ani.
"oo jadi ibumu itu kerja di rumah Keyna Mei, kebetulan sekali," ucap Yasmin.
Mei pun mengingat jadi selama ini yang diceritakan ibunya tentang anak yang kesepian itu Keyna. Mei memandang Keyna dan merasa kasihan karena selain tidak punya teman, dia juga jauh dari kedua orang tua nya. Mei pun bersyukur senang bisa berteman dengan Keyna.
"Bi Ani juga baru tau, kalo temen barunya Mei itu non Keyna," ucap Bi Ani.
"Bi tolong jangan panggil non, itu untuk dirumah aja, kalo sekarang aku gak enak bi sama mereka," ucap Keyna.
"tidak apa-apa non," kata Bi Ani.
"tunggu-tunggu kalo semalem mas bilang dia ngambil HPnya ibuk dirumahnya Keyna, itu berarti..," ucap Mei yang terhenti karena senggolan dari Keyna.
"kenapa?" tanya Akbar.
"emm gak papa, gak jadi" ucap Mei.
"ishhh lo ni ya, buat kita penasaran aja," ujar Yasmin