KEYNA'S LOVE JOURNEY

KEYNA'S LOVE JOURNEY
Bab 21



Selang beberapa menit kemudian, semuanya sudah kelar kini Yasmin sedang bersiap-siap untuk pulang.


"kalian ada minjem buku?" tanya Yasmin kepada Keyna dan Mei dengan wajah datar.


"enggak Yas," jawab Mei.


"lo mau pulang? Kita pulang bareng ya," ucap Mei.


"oke," respon Yasmin.


Mei dan Keyna menunggu di luar perpustakaan. Tidak lama, Yasmin pun keluar.


"ayo," ajak Yasmin yang sedikit dingin dengan keduanya. Keduanya hanya diam, kini suasana hening menyelimuti mereka disepanjang jalan, tidak ada canda gurau hingga dipertengahan Mei mencoba mencairkan keadaan,


"Yas, lo tau nggak, di deket rumah kita ada yang buka outlet jus baru loh hari ini, lo mau nyoba kesana? Dengar-dengar sih ada banyak varian minuman, ada boba juga, lo pasti suka!" ucap Mei.


"nggak hari ini Mei, makasih," ucap Yasmin menolak Mei dengan ekspresi datarnya.


Mei terus mengajak Yasmin mengobrol namun tidak ada yang berubah dari ekspresi datarnya dan merespon singkat ucapan Mei.


melihat Mei yang terus mencari topik pembicaraan sementara respon Yasmin yang begitu terus membuat Keyna merasa kesal.


"Yas, lo ada apa sih! Setidaknya hargai Mei," ucap Keyna kesal sambil menarik bahu Yasmin ke belakang.


Yasmin hanya menatap Keyna tidak membalas sepatah kata apapun dan langsung pergi melanjutkan langkah pulangnya mengabaikan Keyna dan Mei. Namun tidak lama, Yasmin berhenti dan menoleh kepada mereka dan mengucapkan,


"kalian... Terimakasih," ucap Yasmin dan kembali melanjutkan jalannya meninggalkan Keyna dan Mei.


"baru kali ini, dia aneh kayak gini," ucap Mei.


"apa itu tadi sebuah kata perpisahan? Apa ini kita terakhir bertemu dia?" ucap Keyna melantur.


"husss lo ngomong apa sih, dahlah ayo pulang," ajak Mei.


"lo nggak papa pulang sendiri Mei?" tanya Keyna.


"nggak papa Key, ini udah didepan gang lagian gak jauh dari sini juga," ucap Mei.


"hehe iya Mei," ucap Keyna.


"yaudah kalo gitu gue balik dulu ya," lanjut Keyna.


Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Mei terus memikirkan sikap Yasmin yang berubah. Ia merasa bersalah dan merasa kehilangan seorang teman yang penting baginya karena terlalu memfokuskan perasaannya. Hingga sampainya dirumah, ia disambut oleh Akbar, kakaknya yang saat itu sedang mencuci motor.


"hmm? Barusan Yasmin lewat, sekarang kamu, kalian bertengkar kah?" tanya Akbar.


Mei hanya membuang nafas besar dan langsung masuk rumah. Akbar pun melanjutkan mencucinya karena sudah biasa dicueki oleh adiknya sendiri.


Mei langsung menuju kamarnya dan sedikit melamun, hinggga beberapa menit.


"nduk.." panggil Ibunya sembari membuka pintu kamar Mei.


"kok belum mandi, habis pulang harus langsung mandi biar seger badannya, kok lesu gitu wajahnya, mandi ya habis itu sholat Maghrib terus makan," lanjut Ibunya.


"iya buk," balas Mei.


Ibu pun langsung menutup pintu kamar Mei dan Mei langsung bergegas untuk mandi. Setelah mandi, Mei berpikir untuk main ke rumah Yasmin. Dulu ia sering sekali bermain disana namun semenjak Yasmin mulai bekerja dipikirnya ia sudah jarang mengunjungi rumah Yasmin yang berada di dekat rumahnya.


Mei langsung keluar rumah dan menuju ke rumah Yasmin. Ia mengetuk pintu namun tidak ada respon sama sekali. Ia terus mengulangi nya sambil memanggul Yasmin namun tetap saja tidak ada respon.


Mei pun kembali pulang dengan wajah cemberut. Ia mengingat ucapan terimakasih Yasmin dan perkataan Keyna tadi. Ia kaget,


"apa dia pindah?" monolognya dengan ekspresi terkejut dan langsung berlari pulang dan segera membuka ponselnya. Mei mencoba menelpon namun WhatsApp Yasmin sepertinya tidak aktif, dan berujung mengirimi Yasmin pesan. Dilihatnya centang 1 WhatsApp Yasmin tak kunjung berubah menjadi centang 2, Mei pun meletakkan ponselnya dan kembali menchargernya.


"Mei, ayo makan ndukk," panggil ibunya dari dapur.


Mei pun dengan segera menuju meja makan.


"kamu kenapa to nduk, habis dari mana barusan kok pulangnya grusa grusu ke kamar," tanya Ibunya.


(grusa grusu dalam bahasa Indonesia artinya keburu+heboh)


"Mei habis dari rumah Yasmin buk, tapi keliatannya gak ada orang, apa mereka pindah?" ucap Mei.


Bi Ani mengehentikan makannya, "beneran kah?" tanya Bi Ani.


Mei menggelengkan kepala sambil mengangkat kedua pundaknya.


"enggak, tadi Akbar tau mereka keluar rumah pakek mobilnya," jawab Akbar.


"ya kalo mereka pindahan udah pasti tau semua lah," lanjut Akbar.


"bener juga sih, mungkin mereka lagi me time keluarga," ucap Bi Ani.


"mungkin," jawab Mei.


"kenapa gak nyobak chat Yasmin aja," lanjut Akbar.


"gak aktif," jawab Mei.


Mereka pun melanjutkan makannya. Sementara Keyna dirumah, ia bermain santai bersama kucingnya tidak kepikiran dengan Yasmin. Hingga beberapa menit kemudian ia mendengar bunyi notifikasi chat dari ponselnya.


Ia pergi melihatnya dan ternyata itu chat dari Mei.


"Key lagi apa?" pesan Mei.


Keyna pun mengirim foto selfi bersama Sesil kucingnya dan diberi kalimat, "sedang bermain dengan Sesil,"


Mei tersenyum melihat foto yang dikirim Keyna. Ia pun balik mengirim foto selfie dirinya senyum sambil mengeluarkan gaya andalan 80% masyarakat Indonesia yaitu dua jari.


Keyna tersenyum, ia terpesona dengan cantik natural nya Mei.


"ada apa Mei tumben nge-chat?" balas Keyna.


"hmm gak ada Key, tadi gue nyoba mau main ke rumah Yasmin tapi dirumanya gak ada orang," tulis Mei.


"mungkin dia ada acara keluarga," jawab Keyna.


"mungkin sih," jawab Mei.


"lo yang tenang ya," tulis Keyna.


Karena tidak ingin lanjut dengan mengirim pesan, Mei akhirnya menelepon Keyna. Dan sepanjang jam hingga larut mereka saling berbincang ditelepon.


Mei tampak keliatan senang, hingga ia ketiduran.