
▪️ tersenyum▪️
"Tetap lah tersenyum walau itu menyakitkan,sakit adalah kebahagiaan yang mungkin tertunda,air mata kesedihan adalah sebagian tawa yang masih tersimpan."
"Ehm"Arka mengejutkan Feesa yang sedang membenarkan sepedanya.
"Apa?"tanya Feesa menatap Arka sekilas.
"Lo pulang sama siapa tadi?"tanya Arka.
"Pengen tau aja atau pengen tau banget?"ucap Feesa membuat Arka menjadi malas.
"Aja"jawab Arka
"Kenzi"jawab Feesa singkat.
"Tumben Lo nanya,biasa mingkem aja tuh mulut"ucap Feesa tersenyum melihat Arka.
"Yaelah,nanya masa ga boleh"ucap Arka.
"Sini gue bantuin,benerin rantainya nih begini,liat baek-baek"ucap Arka langsung mengambil alih dan membenarkan rantai sepeda.
"Ah Lo ini doang,susah amet"sambung Arka langsung mengelap keringatnya.
Arka melihat Feesa yang tertawa geli melihat Arka.
"Apa?"tanya Arka penasaran.
"Muka lo item"ucap Feesa langsung tertawa.
"Ah,Lo mah pulang dah gue"ucap Arka langsung meninggalkan Feesa bersama sepedanya.
Feesa menggelengkan kepalanya dan tertawa melihat tingkah laku Arka.Feesa senang Arka menanyakan dengan siapa dia pulang.Feesa tersenyum geli.
Setelah itu Feesa masuk dan membersihkan dirinya.kemudian Feesa mengerjakan pekerjaan rumahnya yang belum selesai.
"Feesa."panggil ibu dari dapur.
"Ya Bu"ucap Feesa langsung keluar dari kamarnya.
"Tuh, Arka didepan klakson terus berisik ibu dengernya."ucap ibu Feesa menunjuk kearah depan.
"Ngapain bu?"tanya Feesa.
"Kok malah nanya ibu toh"ucap Ibu Feesa menatap Feesa.
Kemudian Feesa bergegas keluar dan mencari Arka.Feesa melihat sekeliling didepan halamannya tetapi tidak tampak wajah Arka.
"Feesa"panggil seorang lelaki.
"Siapa?"tanya Feesa.
"Gue,kenzi"jawab lelaki itu.
"Ah,Lo mah bikin gue jantungan"ucap Feesa menepuk bahu Kenzi.
"Kenapa datang?"tanya Feesa.
"Pengen mampir aja"jawab kenzi singkat.
"Ah,begitu,yaudah masuk dong"ucap Feesa.
"Ga ah diluar aja."ucap Kenzi.
Feesa kemudian berbincang bersama kenzi,kenzi banyak bertanya tentang sekolah.Feesa hanya menjawab semampunya saja.
Arka didalam kamar mengerjakan pekerjaan rumah yang belum selesai juga,kemudian Arka merasa bingung.Arka langsung pamit dengan ibunya dan kerumah Feesa.
"Feesa,sa"panggil Arka.
"Hadeh,pacaran kalean ya?"sambung Arka kesal melihat wajah Kenzi.
"Eh, Arka ngak,si Kenzi mampir aja."ucap Feesa.
"Oh iyadeh,gue pulang aja"ucap Arka langsung pergi.
Kemudian Feesa menarik tangan Arka dan menarik Arka berhadapan dengan Kenzi.sesekali Kenzi hanya melihat sinis Arka begitu juga dengan Arka yang merasa ingin hilang dari situ.
"Si Kenzi minta ceritain tentang sekolah kita"ucap Feesa jelas.
"Ga bisa cari di Mbah Google apa,zamankan udah canggih"ucap Arka keras dan santai.
"Eh,mungkin ada yang ga jelas kali"ucap Feesa menyenggol bahu Arka.
"Tanya ke ibu atau bapak guru dong pinter"sambung Arka menatap Feesa.
"Yaudah gue pamit dulu"ucap Kenzi langsung meninggalkan mereka.
"Ah Lo mah,songong"ucap Feesa sinis.
"Ah Lo mah,baper kemudian tersakiti"ucap Arka meniru Feesa.
"Apaan sih"ucap Feesa geli melihat Arka.
"Ayo,kerjain PR ,gue ga ngerti"ucap Arka menunjukkan buku kepada Feesa.
Kemudian Arka singgah dirumahnya Feesa untuk minta Feesa mengajarkannya.sesekali Arka menguap, Feesa langsung memukul Arka.
"Liat baek-baek,Lo nguap Mulu"ucap Feesa kesal.
"Niat ga sih"sambung Feesa.
Arka hanya menatap Feesa sekilas dan kembali menatap bukunya.dan menguap.membuat Feesa kesal.Feesa langsung mengambil kue dan memasukkan nya kedalam mulut Arka.
"Apa sih sa"ucap Arka mengeluarkan kembali makanannya.
"Makan tuh"ucap Feesa kesal.
"Gue tuh udah ngerti"ucap Arka jelas.
"Terus"sambung Feesa.
"Lo aja yang ga nanya,gue udah ngerti apa belom"ucap Arka santai.
"Ahhh,sakit"ucap Arka meringis memegang kepalanya yang dipukul oleh Feesa.
"Pulang sekarang"ucap Feesa mengusir Arka.
"Hmm,mata Gue udah mau merem nih"ucap Arka langsung pamit kepada Feesa.
Feesa hanya melihat Arka yang kembali kerumahnya melalu jendela kamarnya.Feesa merasa kesal sekaligus menyenangkan dapat bermain dengan Arka.walaupun disekolah dinginnya minta ampun.
Keesokkan paginya,Arka berangkat bersama Feesa.sesekali mereka bergurau diatas motor.sesampainya mereka bersama-sama masuk kedalam kelas.
"Feesa"panggil kenzi.
"Hmm"jawab Feesa singkat.
"Lo udah selesai PR nya?"tanya Kenzi berhadapan dengan Feesa.
Feesa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Feesa kembali ketempat duduknya disebelah Arka.
"Aduh"ucap Arka mengeluh.
Feesa langsung memerhatikan Arka.
"Kenapa?"tanya Feesa memegang Arka.
"Mata gue sakit ngeliat bucin pagi-pagi"sambung Arka langsung berbaring dimeja nya.
"Ish, paan sih Lo"ucap Feesa memukul Arka.
"Gue bukan bantal yang bisa Lo pukul setiap saat"sambung Arka kesal.
"Ups,sorry"sambung Feesa menatap Arka sinis.
Arka kembali melanjutkan tidurnya sebentar,Feesa hanya duduk dan berbicara dari jauh dengan teman-teman nya.
Saatnya jam olahraga,mereka sudah berganti pakaian,dan melanjutkan pelajaran olahraga
Arka terlihat keren saat olahraga.
"Ayoo,main bola tangan"teriak Udin.
Mereka semua langsung mengambil posisi.tepatnya Arka berhadapan dengan Kenzi.sesekali Arka kesal melihat wajah kenzi.lalu Arka mengabaikannya.
Arka satu tim bersama Feesa.
"Lo duduk aja,nanti kena bola"ucap Arka kepada Feesa.
"Eits,no,no gue pengen main"sambung Feesa tersenyum.
Arka malas berdebat dengan Feesa.Arka membiarkan Feesa bermain.saatnya permainan bermula,dipimpin oleh Kenzi.Arka tak kalah saing dengan Kenzi menunjukkan kehebatannya dibola tangan.
"Jangan kuat-kuat"teriak Feesa.
Arka dan Kenzi sibuk melempar.
Feesa meluhat mereka bermain bola tangan seperti ingin berkelahi.Feesa hanya fokus saja.
Sampai ditangan Kenzi,Bola tersebut dengan melaju kearah Feesa bukan kea Arka,tidak disadari mengenai Feesa.
"Aaaah"teriak Feesa terjatuh dan memegang kepalanya.
"Feesa"teriak Arka langsung melihat keadaan Feesa.
"Naik,gue bawa keUKS"sambung Arka khawatir.
Feesa naik dibelakang Arka dan digendong ke UKS.Feesa menundukkan kepalanya.dan masih memegang kepalanya.
"Sakit"ucap Feesa pelan mengeluarkan air mata.
"Iya bentar lagi nyampe"sambung Arka berlari cepat.
Sesampainya Arka langsung membaringkan Feesa.dan memanggil petugas yang bertugas hari itu.
Arka melihat Feesa yang masih meringis kesakitan.setelah memberikan obat, Arka mengambil duduk disebelah Feesa yang sedang berbaring.
"Udah,jangan cengeng Lo"ucap Arka.
"Gila lo,coba Lo yang ngerasain"sambun Feesa.
"Iya-iya"ucap Arka melihat kearah Feesa.
"Senyum dong,Lo bukan feesa yang gue kenal"sambung Arka.
"Sakit tauu"ucap Feesa seperti anak kecil.
"Cup,cup,cup"ucap Arka langsung mengacak Rambut Feesa .
"Senyum kek gini"ucap Arka langsung menarik bibir Feesa membentuk senyuman dengan jarinya.
"Gue suka kalo liat Lo senyum,kalo lo nangis,aduh jelek banget"ucap Arka.
"Lo pengen ribut ya?"tanya Feesa menatap Arka sinis.
"Nah gitu dong"ucap Arka langsung tertawa,dan Feesa pun ikut tertawa.
TO BE CONTINUED 〰️
HAPPY READING ♥️