It's you

It's you
one



▪️we're young▪️


"Nikmati masa mudamu. Kamu tidak akan pernah lebih muda dari ini keesokan hari. "


"hah,kenapa memanjat itu susah sekali."ucap nafeesa dengan nada kesal.


Nafeesa coba dan coba lagi memanjat mengembalikan burung pada sarangnya.itulah nafeesa Azzahra,gadis yang tidak mudah menyerah,dan ramah kepada semua orang.


"Heh,sa turun kamu itu pendek,jangan sok ketinggian."ucap arka yang tiba-tiba datang.


"Jangan sok bisa manjat,nanti lo nangis ngadu kemama."jawab feesa dengan nada tinggi.


"Awas,sini biar aku yang manjat."arka bergeas mengambil burung itu dari tangan feesa,dan mulai memanjat.


Arka menaiki pohon dengan hati-hati.


Feesa dan arka adalah teman yang sangat dekat mulai dari mereka bayi,ibu mereka lahir bersebelahan,tidak hanya itu tanggal lahir mereka pun sama,mereka tetanggaan.ibu mereka sangat rapat.hanya saja ayah arka meninggalkan arka sejak kecil,bukan meninggal, entahlah menghilang tanpa jejak.semenjak itu dia dibesarkan oleh ibunya saja.


"Wah,sa tinggi banget,gue takut,mau turun,tapi gimana."jerit arka dari atas pohon.


"Tuhkan,sok lagi sih,nyusahinkan akhirnya."jawab feesa dari bawah.


"Cepat lompat,aku tangkap nih dibawah."ucap feesa sambil memandang keatas.


"Bener ngak?,ntar kamu lari"jawab arka sambil teriak.


"Iya bener"jawab feesa.


1,2,3


Arka meloncat kebawah,dan ternyata benar feesa menangkapnya,bukan menangkap lagi dia menduduki feesa sehingga feesa merintih kesakitan.


"Aduh,dasar bego,kan aku bilang jangan lompat dulu,gue belum siap nyambut lo."ucap feesa sambil berteriak.


"Heh,sembarangan bilang gue bego,situ juga bego kenapa ga siap-siap , gue kan langsung lompat jadinya."ucap arka sambil menunjuk-nunjuk feesa.


"arka,gendong aku cepat,badanku sakit sekali."lirih feesa.


"Feesa,kita ini masih kecil,kalau mau gendong tunggu gue gede aja,minta gendong sama ibu lo aja yah,gue pulang dulu daaaahh!!"ucap arka langsung lari meninggalkan feesa.


"Arkaaaaaaaa!!!"teriak feesa.


"lo itu nyusahin aja udah gede,besok udah masuk SMA,pake gede apalagi,bego."sambung feesa kesal.


Arka berlari,menjauh dari feesa,dan pulang kerumah.


"Apa sifeesa tidak capek menjerit,telinga gue sakit jadinya."ucap arka dalam perjalanan pulang.


Feesa pun menyusul arka dibelakang sambil memijit bahunya yang sakit tertindih tadi.setelah memijit sedikit feesa bergegas berlari kearah arka.


"Bbukk!"feesa memukul kepala dari arah belakang.


"Dasar,perempuan ini,heh lu sini lu,siniii."arka mengejar feesa sekuat tenaga tapi sayang,feesa sampai dirumah dulu.


Arka pun masuk kedalam rumah.


"Bu,arka pulang sambil mengusap kepala belakangnya."ucap arka kepada ibunya.


"Eh,anak ibu,kenapa kepalamu?"tanya ibu arka.


"Biasa,sifeesa."jawab arka dengan nada kesal.


"Kalian itu tidak pernah sekali akur,kalau pulang bermain pasti ada aja kelahinya,ngak, setiap hari berkelahi."ucap ibu arka.


"Sifeesa itu,ibunya makan apasih,suka banget jeritin aku,telingaku sakit setiap hari,satu lagi tenaganya seperti laki-laki saja,dia menangkapku tadi ah tidak aku loncat dari atas pohon tertindih badannya,kemudian ya dia tidak nangis, dia kan perempuan Bu,aku jarang liat dia nangis Bu."ucap arka panjang lebar sambil duduk didekat taman kecil ibunya 


"Arka,feesa itu seumuran denganmu,ibunya itu akrab banget dengan ibu,sifeesa itu suka nangis diam-diam kali."cerita ibu arka sambil menyiram bunga.


"hah,masa Bu??,yang bener tu Hercules begitu."jawab arka singkat sambil melihat ibunya.


Malam pun datang menghampiri,saatnya sifeesa berkemas peralatan untuk besok masuk ke sekolah baru.tidak sadar arka dan feesa sudah masuk sekolah menengah pertama besok.


"Feesa,udah belum beresinnya?"ucap ibu feesa dari dapur.


"Nak,makan dulu,selepas itu tidur"sambung ayah feesa.


"Iya."jawab feesa,keluar dari kamarnya.


"Iya,yah."jawab feesa singkat.


"Kalian jangan bertengkar disekolah ya,kamu itu setiap hari cari gara-gara sama si arka,ga capek apa,dia ceita sama ibunya terus,terus ibunya nyampein keibu."sambung ibu.


"Kitakan masih setengah matang Bu,wajar feesa sama arka kelahi,tuhkan masih aja anak mami."jawab feesa sambil melihat ayah dan ibunya.


"Kamu itu sudah SMA,setengah matang emang telur, bakal jadi gede kamu nak,masak kerjaan kelahi Mulu,malulah ayah sama ibumu,masa anak perempuan kek hercules aja."ucap ayah feesa panjang.


"iya,iya deh."jawab feesa singkat.


begitu juga dengan arka,ibunya juga menasihati arka agar jangan bertengkar bersama feesa.


"bagaimana mungkin,arka ga bertengkar dengan feesa,dia saja suka cari gara-gara dulu."ucap arka dari kamarnya.


"hadeh,ibu pengen ketawa ngeliat kalian ada aja."ucap ibunya sambil tertawa kecil.


"feesa itu tidak pernah mau jadi gede,liat aja nanti kalau udah tamat dari SMA."ucap arka sambil menggelengkan kepala.


"kamu bilangin dia,kamu aja masih anak mami."ucap ibu arka.


"ibu,jangan."ucap arka sambil menatap tajam ibunya.


"aku ini sudah besar,sudah pandai bedain baik dan buruk."sambung arka.


"baiklah,anak ibu."ucap ibunya sambil mencubit pipi arka.


"besok pergi barengan sama nafeesa ya."ucap ibunya.


"iya."jawab arka singkat.


"Bu,aku mau nanya sesuatu?,ibu jangan marah ya."ucap arka sambil duduk disamping ibunya.


"iya,apa?"jawab ibu arka sambil melihat arka.


"Bu,aku ingin tau alasan ayah ninggain aku dengan ibu,aku belum pernah lihat ayah."tanya arka sambil melihat ibunya.


"katakan Bu,selepas ibu kasi tau ini,aku ga bakalan nanya ibu lagi,ya Bu"sambung arka sambil memegang tangan ibunya.


"tunggu sebentar,sini ikut ibu"jawab ibunya sambil membuka laci kecil.


"ini ayahmu."sambil menunjukkan foto ketika mereka menikah.


"dia kelihatan baik,tapi kenapa ninggalin kita bu."ucap arka sambil


"sudahlah,sekarang kamu tau ayahmu kan."ucap ibunya sambil tersenyum.


"hmm."arka hanya mendehemkan.


"ibu masuk kamar dulu,mau istirahat,besok ibu harus bangun pagi buka toko."sambung ibu arka.


"baiklah,selamat malam Bu."ucap arka.


"ayah, kenapa ayah meninggalkan aku dan ibu,suatu hari nanti aku pasti akan bertemu ayah."lirih arka sambil menatap foto ayahnya.


"arkaaaaaa"teriak feesa,mengejutkan arka.


"kebiasaan teriak Lo,emang gue budeg apa."ucap arka singkat.


"foto apa itu,aku mau lihat."ucap feesa sambil melirik foto yang ada ditangan arka.


"anak kecil,gaboleh tau."ucap arka.


"yaelah,pelit amat sih."ucap feesa dengan kesal.


"nanti lo bakal tau juga,Sono balik Sono kerumah lu,sibuk aja kesini."ucap arka sambil mengusir feesa.


"gue kesini,nganterin kue sedikit tadi ibu gue buat kue,kateringan orang."ucap feesa sambil menyandar didinding.


"oohh,nih udah gue ambil,pulang Sono,besok hari pertama masuk SMA kan,udah pulang,tambah gede lu aminn!!"ucap arka sambil menutup pintu.


"songong banget."ucap feesa pelan sambil sedikit menendang botol kecil didepan rumah arka.


🔹TO BE CONTINUED 🔹