It's you

It's you
three



▪️it'd be good▪️


"Bila diibaratkan, hujan bagaikan tirai yang memisahkan Kamu dan rindu. Dan jika harus memilih, maka kupilih untuk membuka tirai, agar bertemu dengan dirimu."


setiap hari telah dilewati disekolah,ujian juga udah selesai,udah naik kelas dua SMA tidak terasa bagi arka dan feesa.satu tahun dimasa SMA sudah dilalui mereka bersama,tanpa ada gangguan dan hambatan.tiba saatnya liburan.beda dengan feesa dia beres-beres kamarnya agar terlihat rapi.


"feesa."panggil ibu dari dapur


"iya bu."jawab feesa langsung keluar dari kamarnya.


"ibu mau feesa bantu?"tanya feesa.


"iya,nih anterin kue kerumah arka."jawab ibu sambil menyodorkan kantong kresek berisikan kue.


"oh ok."jawab feesa singkat,langsung pergi mengantarkan kue.


sesampai dirumah arka,rumahnya sepi dan kosong,kelihatan tidak ada orang.


"assalamualaikum,Bu Karin"ucap feesa sambil mengetuk pintu.


"arkaaa"panggil feesa dari luar.


"keknya emang ga ada orang,kewarung Bu Karin aja deh."ucap feesa langsung pergi.


feesa mempercepat langkahnya kewarung Bu Karin,ibunya arka.


"assalamualaikum,Bu Karin."ucap salam feesa kepada Bu Karin yang lagi membereskan dagangannya.


"walaikumsalam,eh sifeesa."jawab ibu Karin sambil berhenti bekerja.


"ada apa sa?"tanya bu Karin.


"ini,ibu nyuruh anterin kue buatan ibu,biasa."jawab feesa sambil menyodorkan kantong kresek tadi.


"wahh kelihatan enak nih."ucap ibu Karin.


"makasih bilang keibu kamu ya."sambung Bu Karin.


"iya Bu."jawab feesa singkat.


"Bu, ngomong-ngomong arka kemana,ga keliatan lagi tadi."tanya feesa sambil membantu membereskan dagangan ibunya arka.


"dia bilang ada urusan,bentar aja tuh katanya."jawab ibu Karin yang lagi duduk.


"oh iya deh,aku bantuin ibu disini ya."ucap feesa.


"bosen dirumah Bu."sambung feesa sambil tersenyum.


feesa membantu ibunya arka diwarung,beres-beres,dihari liburnya feesa tidak ingin kemana- kemana dia hanya ingin melakukan hal biasa dia lakukan saja.


sedangkan arka sedang dijalan sedang mencari seseorang yang sangat ingin dikenalnya,juga dirindukannya.


"pak,hari ini aku nyari bapak,aku ingin ketemu bapak,sekali cukup deh."ucap arka sambil menggenggam foto bapaknya .


arka terus mencari dipinggiran jalan,dan bertanya dari satu warung kewarung lainnya.


"permisi Bu,saya mau nanya pernah liat orang ini ga?"tanya arka sambil menunjukkan foto.


"ga dek,maaf."jawab ibu penjaga warteg.


"oh,makasih Bu."jawab arka meninggalkan.


dia lanjut berjalan menyusuri pinggiran jalan,dan masuk ke gang-gang kecil.dan sampailah disalah satu warung sembako.


"permisi Bu,saya mau nanya ibu pernah liat orang ini?"tanya arka sambil menunjukkan foto.


"eh,kenal mas saya,ini pak Alvin Sanjaya."jawab ibu diwarung itu.


"Alvin Sanjaya Bu."ucap arka terkejut.


"bahkan ibu kasi aku nama yang belakangnya sama seperti bapak."ucap arka dalam hati dan tersenyum.


"kalau boleh tau Bu,pak Alvin ini tinggalnya dimana ya?"tanya arka penasaran.


"mas lurus aja,dari sini terus belok kanan,rumah besar yang ada pagar hitam,cat hijau muda itu rumahnya mas."ucap ibu diwarung itu dengan jelas.


"oh,makasih ya Bu."jawab arka semangat dan tersenyum.


"eh mas, ngomong-ngomong ada urusan apa sama pak Alvin ya?"tanya ibu diwarung itu.


"pak Alvin orangnya baik mas,ramah sama warga disekitar sini."sambung ibu warung itu.


"ngak ada apa-apa Bu,cuma nyari aja."jawab arka sambil tersenyum.


"oh ya Bu,makasih ya Bu."ucap arka sambil bergegas berjalan cepat.


arka mulai melangkah dan melihat sekitar rumah bapaknya tinggal,dia terus mencari sesuai ibu yang diwarung tadi jelaskan.


wajah arka bersinar,karena dia berhasil menemukan dimana bapaknya tinggal.dia tau ayahnya tidak pernah melihat wajahnya bahkan,ayahnya juga tidak mengenalnya sama sekali,tetapi dia tidak ingin membenci ayahnya sekalipun.


setelah beberapa saat kemudian,arka melihat rumah besar pagar hitam dan cat hijau muda.


mata arka berbinar melihat rumah itu dari kejauhan.dia melihat seorang anak lelaki kecil keluar dari pagar mengambil bolanya yang keluar ke jalan.bola itu tepat sampai kekaki arka yang sedang berdiri.arka mengambil bola itu.anak kecil itu datang menghampiri nya.


"makasih bang"ucap seorang anak kecil menerima bola dari arka.


"kalau Abang boleh tau,nama kamu siapa?"tanya arka sambil tersenyum.


"nama aku, Rafi Sanjaya."jawab anak kecil itu.


"oh,pergilah ke rumahmu,ibu kamu pasti lagi nyariin kamu."ucap arka sambil mengusap kepala anak kecil itu.


anak kecil itu bergegas meninggalkan arka yang berdiri diseberang jalan,menatap kerumah besar.sebelun dia berjalan kembali sebuah mobil putih masuk kerumah itu pintu pagarnya terbuka.


Arka bergegas,kembali bersembunyi melihat kembali siapa yang keluar dari mobil itu.disebalik pagar.


"sore,pak Alvin."ucap satpam yang membuka pintu pagar.


"sore juga pak."jawab pak Alvin sambil senyum,dan keluar dari mobil.


arka pun memilih untuk berjalan kembali dimana ia memarkirkan sepeda motornya.


arka merasa bahagia hari ini.


tidak dapat diungkapkan perasaanya.


arka pun memilih untuk tidak pulang,dia pergi ke pohon dimana feesa suka memanjat untuk mengembalikan burung yang jatuh dari sangkarnya.


sesampainya disana,arka menghirup udara segar lekat-lekat.


disaat itu pula feesa bergegas untuk kembali pulang dari warung Bu Karin.


"assalamualaikum,Bu feesa pulang."ucap feesa dari dapur.


"ibunya arka bilang kuenya enak,makasih."sambung feesa sambil tersenyum.


"Alhamdulillah."ucap ibu dina,mamanya feesa.


"Bu,tadi ada dengar suara motor arka ga?"tanya feesa.


"ga ada tuh."jawab ibu feesa yang sibuk mencuci piring.


"masa belum pulang dari siang tadi."ucap feesa kesal.


"kenapa?,kamu kangen sama arka,ga teriakin dia,iyakan." goda ibu feesa .


"hah,ibu gitu lagi."ucap feesa dengan nada kesal.


"udah Bu,feesa mau ketempat biasa,daah assalamu'alaikum."ucap feesa langsung bergegas.


dijalan feesa hanya melihat hamparan ladang milik orang,luas,hijau.sangat memanjakan matanya.


feesa bergegas berjalan,dan sampailah pada pohon biasa dimana feesa sering memanjat,terjatuh,tertimpa arka.feesa melihat wajah yang tidak asing lagi.yang dia cari sejak tadi.


"arkaaaaa."teriak feesa dari jauh.


feesa berjalan mendekati arka.dan duduk disebelah arka.


"arka,lu kemana aja,baru pulang ya?"tanya feesa.


"hmm."jawab arka sambil menatap langit.


"ih,ditanya jawab."ucap feesa sambil menepuk bahu arka.


"bawel lu ah."jawab arka.


"udah ah,gue mau pulang dulu."sambung arka langsung berdiri.


"lu kalau ada unek-unek nih cerita aja,jangan lari lu."ucap feesa yang sedang duduk santai.


arka hanya berdiam diri,langit pun seketika menjadi gelap.


"tuh kan,gara-gara elu,langit jadi gelap."ucap feesa kesal.


"udah ah pulang yuk."sambung feesa menarik jaket yang dikenakan arka.


rintik hujan pun turun,perlahan,dibawah pohon rindang,


arka meneteskan air matanya.


feesa pun berhenti,dan menatap arka.


"arka,lu nangis ya?"tanya feesa ,mengangkat jari telunjuknya menyentuh air mata arka.


"ih bener lu nangis."sambung feesa.


"gue ga bakal omong lagi,udah yuk pulang."ucap feesa menarik lengan arka.


"gue....."ucap arka terputus-putus.


"udah gausah cerita,kalau lu siap aja baru cerita,ok."ucap feesa sambil tersenyum.


"gue udah ketemu bapak sa."ucap arka.


🔹TO BE CONTINUED 🔹