
🔹back to school🔹
"Semakin tinggi sekolah bukan berarti semakin menghabiskan makanan orang lain. Harus semakin mengenal batas"
Setelah rasa sakit menerpa dan perlahan menghilang,sekolah pun memanggil untuk kembali beraktivitas dan belajar seperti biasa.
Arka dan feesa kembali kesekolah.
setelah tiba disekolah,feesa berjalan terlebih dahulu,dan meninggalkan arka yang sedang memarkirkan motor.
Tiba-tiba datang seorang lelaki menabrak feesa hingga feesa terjatuh.
"Astaga,maafin gue ya."ucap lelaki itu sambil memberikan tangannya.
"Lo gapapa kan?"sambung lelaki itu.
"Eh,iya gapapa"jawab feesa sambil membetulkan posisi tasnya.
Lelaki itu sangat asing,selama 2 tahun sekolah dia tidak pernah melihat lelaki itu.
"Sa,lu kenapa?"tanya arka dari belakang.
"Ga ada apa-apa kok,udah yuk kekelas."feesa langsung menarik tangan arka dan kekelas.
Sesampai dikelas,seperti biasa arka disudut sedangkan sifeesa bergabung dengan mira,Ranti,dan Udin.mereka berbicara mengenai liburan masing-masing.
Feesa hanya mendengarkan saja.
Tiba-tiba walikelas mereka masuk.
Feesa pun menyenggol arka pertanda guru masuk kekelas.
Arka bergegas bangun.
"Selamat pagi anak-anak"ucap pak udi walikelas dengan semangat.
"Pagi pak"jawab semuanya serentak.
"Gimana nih liburan kalian,serulah yang pastinya menghabiskan waktu bersama keluarga yakan,selain itu ibu juga punya yang baru."ucap walikelas membuat semuanya penasaran.
"Apa itu pak?"tanya Udin.
"Kita kedatangan murid pindahan."jawab walikelas.
"Waduh"ucap Udin dan Mira serentak.
"Ken,masuk"panggil walikelas.
Masuklah seorang anak lelaki berparas tampan,rapi dengan gagah kedalam kelas feesa dan arka.
Feesa tidak melihat,begitu juga arka mereka memilih membolak balikkan buku pelajaran.
"Halo,selamat pagi semuanya , perkenalkan aku kenzi Pratama."kenzi memperkenalkan dirinya sambil tersenyum.
"Lumer gue jadinya."ucap Mira disamping Udin.
"Ah elu mah,ga boleh liat yang beginian jadi halu kan."ucap Udin sambil menggelengkan kepala.
"Senang bertemu kalian"sambung kenzi dari depan.
"Sa,sa"panggil Ranti
"Ganteng sa,kecantol jadinya eykek"ucap ranti.
Feesa kemudian penasaran siapa yang dibicarakan oleh ranti.feesa pun memutuskan untuk melihat,setelah melihat feesa terkejut ternyata anak lelaki yang menabrak dia adalah anak baru dikelasnya.
"Baik kenzi,kamu duduk disebelah Ijal ya "ucap walikelas.
"Iya Bu."jawab kenzi.langsungmengambil posisi duduk disebelah Ijal.
"Heyo,kenzi aku Mira"ucap Mira
"Aku Ranti"sambung Ranti disebelah kanan Mira.
"Kalo yang ini,Udin."ucap Mira memperkenalkan Udin.
Kenzi hanya memberikan senyuman.kenzi melihat kearah feesa begitu juga feesa yang tiba-tiba mengalihkan pandangannya kearka.
Setelah pelajaran berlangsung,bel istirahat pun berbunyi.
"Sa gue nitip biasa ya."ucap arka disamping feesa.
"Oksip."jawab feesa sambil mengacungkan jempolnya.
Feesa bergegas kekantin dan mengabaikan teman-temannya.
Kemudian saat menuju kekantin feesa melihat keramaian seluruhnya perempuan,dari kejauhan.feesa melihat anak baru dikelasnya diberi barang-barang bagus seperti layaknya fans.
Melihat itu feesa hanya menggelengkan kepala,dan melanjutkan perjalanan nya kekantin.
"Bu,air botol nya satu,ehh.."ucap feesa air botol itu jatuh dari tangannya.
Tiba-tiba ada yang menyambut air botol itu dari bawah.feesa terkejut dan melebarkan matanya melihat tangan laki-laki.
"Nih."ucap lelaki itu sambil menyodorkan air botol tadi.
Feesa kemudian kembali berdiri seperti biasa.ternyata lelaki yang dikerumunin perempuan tadi menolongnya.
"Eh,makasih ya."ucap feesa sambil tersenyum.
"Btw,gue kenzi,sorry yang tadi pagi ya."sambung kenzi berbicara dengan feesa.
"Feesa,gapapa santuy aja kali"ucap feesa.
"Ngomong-ngomong lu makan dimana,ikutan dong."ucap kenzi.
"Hari ini keknya gue ga pengen ngapa-ngapain deh.gue mau kekelas anterin air botol temen gue nitip."ucap feesa.
"Gue duluan"sambung feesa meninggalkan kenzi.
Kenzi hanya menatap punggung feesa yang pergi meninggalkan nya.
Feesa kembali kekelas,dan memberikan air botol tadi kepada arka.
"Buset,cepet amet"ucap arka.
"Ga mamam lu?"tanya arka heran.
"Ga ah,diet"jawab feesa singkat.
"Yah gue perpus dulu minjem buku"ucap feesa langsung pergi meninggalkan arka dan ke perpustakaan.
Sesampai diperpustakaan,anehnya feesa bertemu sosok kenzi sedang memilih buku.feesa pergi kerak agak jauh dari kenzi.
Feesa menjinjitkan kakinya,alhasil tetap tidak sampai.
Kemudian dari belakang seorang lelaki mengambil buku yang feesa ingin pinjam.
Jantung feesa berdetak sangat cepat,hilang kendali bau parfum sangat menyengat dihidung feesa.
Feesa membalikkan badannya.
"Nih bukunya"ucap kenzi.
"Lah,bukannya lu dikantin tadi?"tanya feesa sedikit terkejut.
"Gue lari dikejar perempuan rame dikantin tadi."jawab kenzi sambil tersenyum.
Feesa membulatkan mulutnya.dan langsung mengambil tempat duduk meja tengah perpustakaan.
"Lu suka baca?"tanya kenzi lagi-lagi duduk disebelah feesa.
"Gila,lu emangnya hantu ya"ucap feesa terkejut.
"Mistis amet"sambung feesa.
"Ga,gue emang kek gini."jawab kenzi sambil tertawa kecil.
"Ngomong-ngomong lu kenapa pindah kesekolah ini?"tanya feesa langsung menutup bukunya.
"Hmm,orangtua tugasnya disini."jawab kenzi singkat.
"Oh begitu."sambung feesa.
"Iya"ucap kenzi.
"Laki-laki disebelah lu siapa?"tanya kenzi kepada feesa.
"Oh,arka."jawab feesa singkat.
"Oh iya deh."ucap kenzi.
"Gue duluan"ucap feesa langsung meninggalkan kenzi.
"Manis juga sifeesa."ucap kenzi dengan senyum sinisnya.
Feesa langsung kembali kekelas,dan melihat kursi arka yang tiba-tiba kosong.aneh biasanya arka jarang keluar kelas.feesa pun langsung mencari arka.
"Mir,lu tau arka dimana?"tanya feesa kepada Mira.
"Dikelaslah."jawab Mira.
"Gaada."sambung feesa.
"Gatau,WC mungkin."ucap Mira menyakinkan feesa.
Feesa mengikuti Mira dari belakang dan kembali kekelas.ketika kembali kekelas feesa melihat arka berada diposisi biasa.
"Ka,ka"panggil feesa mengguncang bahu arka.
"Hmm"jawab arka.
"Lu kemana tadi?"tanya feesa penasaran.
"Gue keluar cari angin"jawab arka melihat feesa.
"Serius?"tanya feesa.
"Iya bawel."arka menjawab sambil mengacak rambut feesa.
Feesa membenarkan rambut yang diacak oleh arka.bel pun berbunyi semua masuk kekelas dan kembali belajar.
Kenzi melihat feesa dan melemparkan senyuman kepada feesa.
Feesa membalasnya langsung mengalihkan pandangan.
Tiba jam pulang,arka pulang duluan,karena feesa harus mengambil barang ibunya.
Feesa pun bergegas,setelah mendapatkan barang ibunya feesa kembali kerumah.
Feesa menunggu angkutan umum yang dari tadi tidak lewat.
Feesa pun berjalan dipinggiran jalan,tiba-tiba suara deruman motor dari belakang.
"Feesa."panggil kenzi
"Kenzi,ngapain lu disini?"tanya feesa.
"Gue mampir kerumah temen tadi."jawab kenzi.
"Ooh iyadeh."ucap feesa.
"Nunggu angkutan ya,udah nebeng gue aja."ucap kenzi.
"Ga usah."ucap feesa sambil menggelengkan kepala.
"Udah gapapa."kenzi melemparkan helmnya dan disambut oleh feesa.
Dijalan pulang feesa tidak banyak bicara hanya menunjukkan arah rumahnya.setelah sampai didepan rumah feesa,arka ingin mengajak feesa kepohon tetapi dia melihat kenzi berbicara dengan feesa,arka mengurung kan niatnya.
"Ken,makasih ya."ucap feesa sambil mengembalikan helm.
"Iya gapapa."ucap kenzi sambil tersenyum.
"Btw,ini rumah gue."ucap feesa untuk menghilangkan rasa canggungnya.
"Yaudah gue masuk dulu ya."sambung feesa
"Feesa,tunggu."panggil kenzi memberhentikan langkah feesa.
"Iya,ada apa Ken?"tanya feesa terkejut.
"Btw,lu belum makan lagi tadi, nih gue beliin lu makanan."ucap kenzi menyodorkan kantong kresek berisikan makanan.
"Gausah,nih udah nyampe dirumah."ucap feesa sambil mendorong tangan kenzi.
"Ga baik nolak rejeki."ucap kenzi.
"Yaudah deh,makasih ya."ucap feesa sambil tersenyum.
"Kalo gitu gue pamit dulu."ucap kenzi berpamitan dan langsung pergi.
Feesa tersenyum geli kepada dirinya sendiri.disisi lain arka melihat dari jendela,kenzi sangat ingin begitu dekat dengan feesa.