It's Only Me

It's Only Me
Happy Birthday Hana!!



‼️‼️ EPISODE INI MENGANDUNG KEKERASAN. BAGI PEMBACA YANG TIDAK NYAMAN DENGAN KONTEN TERSEBUT DIANJURKAN UNTUK TIDAK MEMBACANYA ‼️‼️


...*****...


"Kamu serius bilang begitu Rin?" Tanya Kayla.


"Iya" Mereka sedang menikmati makan siang di kantin.


"Terus kamu mau bilang apa sama pak Irwan? Kasus ini bukan masalah sepele loh. Kamu mau biarkan seorang pembunuh berkeliaran sesukanya?"


"Entahlah, Rin. Nanti aku yang bicara langsung sama pak Irwan" Kayla menghelas nafas mendengar jawaban temannya itu.


"Gak tau lagi deh aku"


...*****...


"Yang di persimpangan lampu merah di lapangan ituloh" Kata Rin di telfon.


"Oh yang bangunan warna merah itu?"


"Iya sayangkuuu"


"Iya sayang. Nanti pulang aku belikan cheesecake dari sana" Balas Andrian.


Kringg... Kringg... Bel sekolah berbunyi. Rin di dalam mobil memainkan handphone-nya menunggu anaknya pulang. Banyak anak-anak berlarian keluar setelah gerbang dibuka.


Tok.. Tok.. Tok..


Rin mendongak mendengar kacanya diketuk.


"Nanti lagi ya, pa. Anak-anak sudah pulang nih"


"Okey. Hati-hati yaa"


"Iya, babay"


Biip. Sambungan telefon terputus.


"Mama.."


"Halo cantik. Mana kakak?"


"Kata kakak duluan aja kakak mau kumpul buku ke ruang guru" Kata Hana sambil membuka pintu mobil.


"Ohhh gitu. Adek mau jajan ga?" Rin mengeluarkan selembar uang kertas 20.000 dari dompetnya.


"Adek mau es krim"


"Iyaa beli buat kakak juga ya"


"Iyaa mama" Hana berlari menuju penjual es krim membawa uang 20.000 dari mamanya.


Rin menutup kembali pintu mobil. Ini adalah kegiatannya sehari-hari. Menjemput Dilan dan Hana pulang sekolah setiap pukul 2 siang. Suaminya yang mengantar mereka berangkat sekolah setiap pagi.


Dari kejauhan terlihat Dilan yang tertawa dengan teman-temannya. Sosok Dilan memang sangat mencolok diantara teman-temannya. Tentu saja karena wajah dan warna kulitnya yang putih pucat mirip dengan mamanya.


Tok.. Tok.. Tok.. Dilan mengetuk kaca mobil. Rin menekan tombol kecil di pintu mobil.


"Adek beli es krim disana. Temenin adeknya" Kata Rin sambil menunjuk ke belakang mobil.


"Oke" Balas Dilan. Ia berlari kecil menuju Hana.


Rin menutup kembali kaca mobil lalu menstarter mesinnya. Dilan dan Hana datang tak lama setelahnya.


"Habis ini mama pergi lagi?" Tanya Hana di perjalanan pulang.


"Nggak, cantik. Hari ini mama di rumah aja. Nanti malam papa bawa cheesecake, adek mau?"


"Mauuuuu" Balas Hana.


"Ma, kakak mau titip papa cookies boleh gak?" Tanya Dilan.


"Boleh. Telfon papa aja nanti di rumah"


"Okeyy"


...*****...


Ding... Dong... Suara bel rumah berbunyi.


"Kakak, bukain pintunya. Itu papa kayaknya" Dilan meletakkan botol sirup yang dipegangnya ke meja dan pergi menuju pintu depan.


Pukul 7.15 malam. Rin masih sibuk di dapur menyiapkan makan malam dibantu anak-anaknya. Malam ini mereka akan merayakan ulang tahun Hana.


"Wahhh... enak banget baunya. Masak apa nih?" Kata Andrian.


"Papaaaaa... mana cheesecake-nya?" Hana berlari menuju Andrian.


"Iya, cantik. Papa mandi dulu ya. Papa udah beli kok cheesecake-nya"


"Hufft.. Iyaaa" Andrian mengusap kepala Hana sambil tersenyum. Ia meletakkan kotak kue di atas meja makan dan berlalu pergi.


"Kakak, adek. Bantuin mama susun makanannya di meja"


Menu makanan malam ini spesial sesuai permintaan Hana. Beef sirloin steak dengan kentang goreng dan sayuran. Minumnya es jeruk buatan Dilan. Ada juga salad buah dan cheesecake dari Andrian.


Dilan dan Hana duduk di meja makan sambil bercerita. Rin membereskan dan membersihkan dapur sambil menunggu Andrian kembali.


"Ayok makan. Papa lapar" Kata Andrian.


"Huh! Papa lama banget" Hana menggerutu.


"Sudah. Ayok kita makan" Rin mendudukkan dirinya di kursi di seberang Hana.


"Papaaa buka kuenya papaaa!" Teriak Hana kegirangan.


Andrian tertawa melihatnya. Ia membuka kotak kue tadi dan mengeluarkan kuenya. Mata Dilan dan Hana berbinar melihat kue keju itu keluar dari kotaknya. Buah stroberi besar yang berwarna merah cantik di atasnya sangat menarik perhatian Hana.


Andrian menyalakan lilin yang sudah dipasang Rin di atas kue itu. Lilin itu berbentuk angka 7.


Mereka bersama-sama menyanyikan lagu ulang tahun untuk Hana. Hana tersenyum senang mendengarnya. Malam ini ia terlihat cantik dan menggemaskan dengan gaun ala putri kerajaan. Rin menata rambut panjangnya yang lurus dan memasangkan pita berwarna merah muda.


Semua orang bergantian memberikan kado untuk Hana. Rin memberikan sepaket baju jalan untuknya lengkap dengan tas dan hiasan rambutnya. Andrian memberikan sepasang sepatu berwarna cream. Dan Dilan memberikan boneka panda berukuran sedang.


"Adek. Adek sekarang umur berapa?" Tanya Rin.


"7 tahunnn" Balas Hana.


"Adek kangen Nenek Kakek ga?"


"Eummm... kangen"


"Kakek nenek juga kangen sama Hana. Tapi belum bisa kesini. Jadi cuma bisa kirimkan hadiah untuk Hana" Rin meletakkan sebuah kotak berwarna biru ke atas meja.


"Wahhh... Adek suka warnanya cantik" Hana membuka kotak itu. Ada berbagai macam model dan warna hiasan rambut. Mulai dari ikat rambut, jepitan, bando bahkan topi.


"Adek suka iniiii!! Ihhhhh adek paling suka iniiii!! Ini juga. Ini juga. Mamaaaaa adek suka semuanyaaaaa" Hana kegirangan melihatnya.


"Nanti kita telfon nenek ya. Adek nanti bilang sama nenek, adek suka kadonya" Kata Rin.


"Iyaa"


"Ayok makan. Kakak laper tau" Potong Dilan.


"Papa juga laper loh"


"Yauda, ayok kita makan dulu. Adek, kadonya taro di sofa dulu ya"


"Iya mama" Hana bergegas meletakkan semua hadiah miliknya ke sofa di ruang tengah. Dilan pun ikut membantu.


Rin menuangkan saus steak ke dalam 4 buah mangkuk kecil lalu membaginya untuk Andrian, Dilan, Hana, dan juga dirinya. Setelah itu mereka pun menikmati makan malam bersama sambil bercengkrama.


...*****...


"Terus terus, pa. Dia sampe jatoh tau terus tas-nya jatoh ke paret"


"Hahahaha... Oh, ya? Kasian dong"


"Iya, tapi habis itu dibantuin sama ibu guru"


"Nih, kuenya masi sisa. Sambil dimakan ya" Rin menghampiri suami dan anak-anaknya di ruang tengah sambil membawa nampan berisi kue. Mereka tengah asyik bercengkrama sambil menonton siaran televisi.


Rin mengganti siaran televisi sambil mencari-cari tayangan yang menarik.


Seorang remaja wanita ditemukan tewas gantung diri pukul 18.30 di bawah jembatan xxxx sore hari ini. Korban berinisial VB, 19 tahun adalah siswi SMA Gemilang yang baru saja lulus dari sekolahnya. Dugaan sementara, ia mengakhiri hidupnya lantaran depresi. Jenazah korban saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit terdekat untuk dilakukan autopsi.


Rin tercengang melihat tayangan berita di TV. Andrian bergerak mengambil remote televisi dari tangan Rin dan mengganti siarannya.


"Rin..." Panggil Andrian.


"Ah, iya. Tunggu sebentar" Rin bergegas pergi mencari handphone miliknya. Ia sengaja mematikan notifikasinya dihari spesial Hana.


"Papa. Memang orang itu kenapa?" Tanya Hana.


"Pah, memangnya mama itu kerjanya sama orang kayak gitu?" Tanya Dilan.


"Ssssttt.. Anak-anak, yang tadi itu perbuatan yang gak baik. Jangan ditiru ya"


"Iya papa" Jawab Dilan dan Hana bersamaan.


...*****...