I love Doesn

I love Doesn
BAB 42



Selesai acara Arif Alena dan Kiran pun pulang kerumahnya, Kiran ikut pulang ke rumah Arif karena orang tua mereka sedang berlibur keluar kota...


Sayang kamu antar Kiran ke kamar nya iya..


iya mas


Kiran ayok aku mba Anter ke kamar mue..


Alena setelah mengater Kiran ke kamar Alena ke dapur mengambil air minum dia pun kembali ke kemar nya, ia melihat sekeliling tidak melihat sang suami..


Maas


iya di belkon sayang..


Alena membuka lemari pakaian ia pun ganti baju tidur berwarna putih.


setelah ganti baju dia berjalan menemui suaminya nya itu..


Mas "Alena memeluk lengan kanan suami


iya kanapa sayang "Arif menetap alena dengan tatapan mata yang sangat tenang dan senyum menghiasi wajah nya


Tidur yok mas, aku ngantuk "dengan Sura manja nya Alena


ya Uda ayok "Arif pun membawa sang istri masuk dalam kamar dengan merangkul pinggang Alena ia menuntun Alena berbaring di tidur mereka pun tertidur dengan berpelukan..


*******************************************


Hotel tempat Dimas dan Dinda sekeluarga menginap


Kamar Dimas Dinda..


Mas Dimas aku bersih-bersih dulu iya...


iya aku mau berbaring dulu capek "Dimas membaringkan tubuhnya di ranjang..


15 Dinda keluar dari kamar mandi sudah menggunakan baju tidur nya...


Dinda melihat sang suami terlelap ..


Dinda pun berjalan mendekati Dimas


Mas bangun bersih-bersih dulu "Dinda sambil menepuk-nepuk pipi Dimas.


Dimas bukan nya bangun pala narik tangan Dinda memeluk nya dengan erat Dinda hanya pasrah mendapatkan serangan sang suami


Mas ... "belum siap Dinda bicara Dimas dengan kecapata nya mencium bibir mungil Dimas


bibir kamu manis yank aku jadi candu..


Dinda mendengar ucapan Dimas tersipu malu...


Cup


Dimas mencium kembali bibir Dinda kali ini ciuman nya semangkin panas , tangan Dimas pun tidak tinggal diam , Dimas membuka kancing baju yang dipakai Dinda..


Dimas pun bermain di benda kenyal milik Dinda . Dinda hanya diam ia sesekali mengeluarkan suara desahan nya Dinda pun menikmati permainan Dimas bagi Dinda si gak ada masalah tok kan sudah halal hanya saja ...


Saat tangan Dimas menyusuri bagian sensitif Dinda..


Kenapa sayang kan Uda sah boleh dong mas ngakuin nya kalau kamu tolak dosa loc.."Dimas heran dengan istri nya memberhentikan permainan nya...


bukan aku gak mau mas


terus kanapa, kita lanjut iya..


Mas gak bisa


gak bisa kanapa "Dimas sedika emosi


Maaf mas tapi Dinda lagi datang bulan...."Dinda dengan muka polos tak berdosa


Apaaaaaa "Dimas terkejut dengan ucapan Dinda kalau ia membuang Napas dengan kasar. .


mulai kapan terus gimana sama malam pertama kita...Dimas dengan muka cemberut...


mulai tadi mas aku mandi baru aku sadari, iya batal la..


Huuuu berapa lama mas nunggu nya


seminggu paling lama mas...


apa seminggu


hemmm ,Dinda mengagukan kepala nya


lama, yang sudah mas mau mandi dulu kamu istirahat aja dulu.."sebelum beranjak pergi Dimas mencium kening Dinda..


Dinda yang melihat sang suami sangat kesal tertawa cekikikan


lucu banget sie suami ku "ucap Dinda..


30 menit Dimas baru keluar dari kamar mandi, dia melihat sang istri di ranjang dengan memegangi perut sambil meringis ke sakitan.


Dimas pun mendatangi Dinda..


kamu kanapa sayang


perut aku sakit mas, nyeri haid


lalu aku harus gimana kita ke dokter aja iya" Dimas kahwatir...


gak usah mas ini Uda biasa kok..


iya Uda kamu berbaring "Dimas mantu Dinda berbaring


Dimas pun berbaring di sebelah Dinda, Dimas memasukan tangan nya ke dalam baju Dinda..


mas kamu mau ngapain..


Hanya mau mengelus perut kamu biar sakit nya berkurang..


Dinda mengagukan kepala..


rasa nyari nya sudah tidak ada lagi Dinda pun tertidur dengan memeluk Dimas...


Dimas mengecup kening Dinda, Dimas pun membalas pelukan dinda