
selesai Zuhur Arif membawa Alena jalan mengelilingi Paris....
Di sisi lain Dinda sudah selesai pelajaran iya keluar kampus menuju pakiran mencari dimas yang ternyata Dimas sudah menuggu nya di pakiran sedang di kelilingi cewek genit menggoda Dimas...
Is apa'an si ngapain si itu cewek-cewek gatel..."kekesalan Dinda dia pun berjalan menuju Dimas .
Hemmmmz "Dinda bergema
ada apa Din mau ikutan kenalan sama cowok ganteng ni haha
Uda sana ini punya kita gak Level sama kamu suh Suh sana" sambil mengusir Dinda dengan tangan nya
Hemmm sorry-sorry maksud gak level itu apa iya " tanya Dimas..
Iya mas dia itu orang kampungan gak punya apa-apa gak sebanding sama kita
hahahaha "tawa para cewek yang ngerubungi Dimas...
Dimas berjalan mendatangi Dinda dan berdiri sejajar dengan Dinda dan merangkul bahu Dinda..
Justru kalian yang tak sebanding dengan nya , karena kalian tidak punya apa yang dia miliki...Perkenalan kan aku Dimas Anggara dari keluarga Anggra dan dia ada lah calon istri ku.."ucap Dimas
Dinda terbelalak mendengar ucapan Dimas..
Apa gak mungkin ini gak mungkin kamu miliki wanita seperti dia...
Dimas berjalan menuju mobil dengan merangkul bahu Dinda, dan membukakan pintu mobil buat Dinda .....
Dimas pumelajukan mobil nya keluar dari area kampus.
Mas makasih iya biasanya yang selalu belaian aku di saat aku di hina itu Alena dan faiz..
Faiz itu siapa cowok yang semalam ngobrol sama kamu " tanya Dimas sambil muka cemberut...
dia sahabat aku mas seperti Alena yang selalu ada saat aku butuh,...
ko muka mas kaya gitu cemburu iya "Dinda tusuk pipi Dimas dengan jari nya..
Arif memegang jari Dinda "iya la ku cemburu kamu dekat-dekat sama laki-laki lain...
Janganlah cemburu nanti ganteng nya hilang...
hemmm dasar kamu"Dimas membelai lembut rambut Dinda...
Butik. Mau ngapain kita ke butik mas...
mau beli'in baju kamu la...
emang kenapa sama baju aku ini mas, kamu gak suka iya sama penampilan aku
Suka aku lebih suka kamu yang seperti ini, tapi aku mau kenalan kamu sama papi mami aku "Dimas memegang tangan Dinda"
kalau kamu mau ketemu mereka memakai baju sepeti ini gak apa-apa sayang, kita langsung kesana...
Ketemu orang tua mas aku belum siap mas aku takut kalau ada penolakan...
tidak akan ada penolakan, ayok turun atau mau seperti ini aja...
gak la tapi aku gak punya uang mas buat beli baju butik....
Dimas menarik Dinda ke dekapa nya dan mencium kening nya, ayok kita turun...
Setelah membeli kan baju Dinda dengan deas warna merah maron , Dimas membawa Dinda ke sebuah lestoran mahal, dan sesampainya nya di lestoran keluarga Dimas sudah menunggu kedatangan Dimas...
Ayok masuk "sambil merangkul bahu Dinda..
mas Yakin mau bawa aku ke kekeluarga mas, aku takut mas....
Iya sayang, kamu cantik "bisik Dimas di telinga Dinda" gak ada ya perlu di Takut kan
Aku cuma berpesan ke kamu jika nanti ada penolakan tertatap la bersama ku memegang tangan ku....
Dimas pun membawa Dinda masuk lestoran, berjalan menuju kedua orang tua nya ya sedang menunggu....
siang mi pi, "sapa Dimas
sayang kamu lama banget Sampek membuat mami jamuran...
Maaf mi ini perkenalkan Dinda pacar dimas.
____________________________________________
Hay kak jangan lupa di like and komen iya
makasih Lo iya Uda mau baca novel ini