I FIND YOU

I FIND YOU
Chapter 6



Dilain sisi


Erza baru saja keluar dari kelas dan mata erza bertemu dengan mata tajam kak dirta, kak dirta jalan menuju erza yang masih berdiri melihatnya


"ikut gue ke belakang"


erza pun mengikuti kak dirta dari belakang menuju ke belakang sekolah


"lo tau gue kan? impossible banget kalau lo nggak kenal gue" ucap kak dirta


"iya bang gue kenal kok, gue skali lagi minta maaf atas kejadian yang kemarin"ucap erza penuh penyesalan


"sebenarnya kalau bukan arga yang jelasin sampai sekarang gue nggak akan maafin lo"


"iya bang aku janji kok bakal jagain dirsya lagi dari jauh"ucap erza


"buktiin jangan cuman kata kata lo, kalau sampai kejadian kemarin terulang lagi gue nggak akan pernah maafin lo lagi"ucap kak dirta


"iya bang nggak akan lagi, bang gue boleh gabungkan sama teman-teman abang lagi"ucap erza yang menatap dirta penuh jawaban


"iya boleh, tapi ingat kejadian ini cuman kita yang tau sama arga dan yang lain. awas aja kalau lo bantu ingatin dirsya, soalnya dia itu masih rentan ingat kejadian karena setiap ia mengingat kepalanya sakit lagi"ucap kak dirta


"nggak akan gue ingatin bang"


"oke kalau gitu gue cabut"


Dirta pun melangkah menuju ke kantin untuk bergabung dengan temannya yang lain


"gue nggak salah liat kan itu beneran erza"ucap adit


"hm dia satu kelas dirsya"ucap dirta


"gilaaa bahaya banget"ucap raka


"apanya sih yang bahaya"ucap ardan


"bukan salah erza juga"ucap dafa


"gue panggil gabung ya dirta"ucap arga


"erzaa"


erza pun datang menghampiri dirta dkk


"tenang kita nggak gigit kok"ucap ardan yang cengengesan


"inget jangan ada ingatin dirsya soal kejadian itu"ucap dirta


"siap boss" ucap adit sambil hormat


"emang bener lo satu kelas sama dirsya"ucap arga yang menatap serius


"iya gue satu kelas"ucap erza


"lo mau pesan apa"ucap raka


"samain aja lah"ucap dafa


"lo erza ngikut?"ucap raka yang inging memesan


"hm"ucap erza sambil mengangguk


tak lama fahri datang membawa pesanannya beserta mbak wangi


"nih pesanan lo"ucap fahri yang meletakkan mangkok bakso


"wah mbak wangi makasih banyak loh"ucap fani


"makasih mbak"ucap dirsya


"sama sama atuh neng"ucap mbak wangi


"selamat makan guysss"ucap fanii


"oiya dir lo beneran sama erza ke sekolah"ucap fahri yang sedang makan


"iya"


"kok bisa?"ucap fahri


"nanti fani jelasin, mager gue jelasin lagi makan gue"ucap dirsya sambil makan


"yaudah sih jelasin fan"ucap fahri yang penasaran


"nanti lah"ucap fani yang asik dengan makanannya


"yaudin"


tak terasa bel istirahat pun telah usai, para murid segera bergegas ke kelas kembali untuk mengikuti pelajaran


"yukkk dahh"ucap fani


selama pelajaran berlangsung dirsya masih memikirkan erza, menurutnya erza itu tak asing baginya setiap iya melihatnya selalu saja jantungnya berdegub kencang


"kenapa dir.."ucap fani yang khawatir


"tiba tiba kepala gue sakit banget"


"ok kita ke uks sekarang"


"bu, saya izin ke uks antarin dirsya soalnya kepalanya tiba tiba sakit lagi bu"ucap fani sambil izin kepada bu guru yang dimana matapelajaran sedang berlangsung


"iya silahkan cepat kamu bawa ke uks"ucap bu guru


"yuk dir"ucap fani sambil mengantar dirsya ke uks


sesampainya di uks fani pun pergi mencari petugas pmr yang berpiket pada hari itu


"lo baring dulu, gue cari petugas pmr dulu"ucap fani yang menyuruh dirsya baring di ruang uks


fani mencari cari keberadaan petugas pmr di uks sekolahnya tapi tak kunjung satu pun yang iya lihat keberadaannya


"kemana sih yang nugas ini hari, heran dah gue udah kemana mana gue cari gak ada"ucap fani yang kesal


"sabarr mungkin dia lagi rapat kali"ucap dirsya dengan suara pelan


"yakali rapat semua anggotanya ikut, nih minum dulu "sambil memberikan air botol mineral kepada dirsya


"penyakit lo kambuh lagi yah, gak usah banyak fikir dir nanti bakal ngalir sendirinya kok tanpa lo fikirin"


"iya sih, loh tau gak menurut gue erza itu gak asing banget bagi gue entah setiap gue liat di hati gue ada yang mengganjal dan tanpa di dekat gue. gue selalu kyak nyariin" ucap dirsya


"emang lo baru kenal kan erza, mungkin dia mirip sama teman dulu lo kali. gak usah banyak mikir yah nanti lo kambuh lagi"ucap fani yang khawatir


"lo jangan tanya siapa-siapa soal ini ya fan"


"hooh gak lah"


Dirta tiba-tiba datang ke ruang uks untuk melihat adiknya. pada saat fani membawa dirsya ke uks, Dirta melihat fani mengantarkan dirsya ke uks


"lah kok kak dirta disini" ucap dirsya yang kager


"kamu yah gak tanya kak kalau kamu di uks, untung tadi kak liat fani bawa kamu ke uks makanya kak langsung kesini"ucap dirta yang baru saja datang


"apanya yang sakit, kamu jatuh atau ke kepentok atau kenapa"ucap dirta yang khawatir kepada dirsya


"nggak kenapa-kenapa kok, cuman tiba-tiba aja kepala dirsya sakit banget tapi sekarang udah nggak kok kak. cuman sedikit pusing aja"ucap dirsya


"kamu gak mikirin apa-apakan?" ucap dirta dengan rasa penasaran


"ehh.. ng..ngak kok"ucap dirsya yang seketika membuatnya gugup


"nih tas lo"ucap fani yang membawa tas dirsya


"lah kok pulang sih"ucap dirsya yang heran


"tiba tiba aja semua guru tadi rapat, yaudah kita pulangnya cepett"ucap fani


"tunggu gue disini, gue juga mau ambil tas"ucap dirta


baru saja Dirta ingin melangkah keluar uks ternyata temannya datang dan membawakan tasnya


"nih tas loh" ucap arga


"lah baru aja gue mau ke kelas"ucap dirta


"haii cantikk"ucap raka dengan senyum lebar


"gak usah ganjen"ucap dirta sambil melihat tajam raka


"hai kak"ucap dirsya dengan senyum manis


"dirsya masih sakit?"ucap ardan


"lo liat sendirikan dia baik baik aja"


"sewwoot amat sihhh, yang gue tanya dirsya yang jawab siapa"ucap ardan yang nyinggung fani


"yah serahh gue lah, mulut mulut gue kenapa lo yang repott santo"ucap fani sinis


"heehh nama guee ardaaannnn bukan santoo yah"ucap ardan dengan kesal


"udah sihhh kenapa jadi berantem sihhh" ucap dafa


"yuk kita pulang fan"ucap adit yang baru saja datang di uks


"yuk kak"ucap fani dengan nada lembut


"heleehh singa betina giliran sama adit, kicep lo" ucap ardan


"udah sih dan, yuk balik yang lain pada balik tuh"ucap dafa yang meninggalkan ardan


"lah perasaan mereka semua tadi disini kenapa cuman tinggal gue"ucap ardan yang heran