I FIND YOU

I FIND YOU
Chapter 3



waktu berjalan dengan cepat tak terasa bel istirahat pun berbunyi. Fani langsung mengajak Dirsya untuk pergi ke kantin


"dir, ke kantin yuk. gue udah lapar nih"ucap fani sambil berdiri dari bangku nya


"dikit lagi nih fan" dirsya dengan cepatnya mencatat ke arah papan tulis


"DIR, lo gak ke kantin" ucap Fahri yang langsung berada didekat Fani saat ini


"eh, curut lo ngagetin gue"ucap fani langsung memukul lengan Fahri


"eh, ada Fani to. sorry gue gak liat lo tadi"sambil tersenyum kearah Fani


"mata lo buta ya, gue tuh dari tadi disini. jadi lo anggap gue apa" ucap fani dengan emosi


"kalau bisa sih lo anggap gue jadi pacar lo, Fan itu tadi kode kan"


Fahri menggoda Fani. Fani langsung blushing ketika mendengar ucapan fahri tadi, tetapi Fani hanya menutupi nya dengan kembali memarahi Fahri


"iya itu kode...kode pengen nabok lo" Fani langsung meninju lengan Fahri


"sshhh..buset dah, tenaga lo kuat amat" Fahri meringis kesakitan akibat tinjuan Fani di lengan nya


Dirsya tersenyum melihat Fani setiap kali bertemu dengan Fahri pasti selalu saja ada bahan perkelahian diantaranya, entah gara-gara makan, film, buku, mau pun hal mengaajak dirsya ke kantin. Seperti saat ini.


"Lo dari tadi bertengkar mulu, gue doain lo semoga lo jodoh"ucap fani dengan menutup buku tulis nya


"amin.."


"gak amin"


ucap Fahri dan Fani secara bersamaan


"mendingan kita ke kantin aja daripada tinggal diam liat lo berdua bertengkar"ucap dirsya langsung menarik tangan Fani dan Fahri menuju ke kantin


setelah Dirsya menarik Fani dan Fahri, erza tersenyum manis melihat tingkah laku dirsya yang tak akan bisa membuat nya lagi nyaman ketika dirsya didekat nya. Hanya erzah yang tau saat ini dirsya tidak mengingat sedikit pun tentang dirinya yang dulu menjadi teman dirsya hingga kejadian yang menimpa dirsya beberapa tahun yang lalu.


Erza hanya berharap semoga kejadian yang menimpah dirsya tak kan terulang lagi yang kedua kali nya akibat dirinya yang ceroboh pada saat itu.


Dirsya, Fani dan Fahri telah memasuki kantin. mereka langsung duduk untuk memesan langsung makanan yang akan mengisi perutnya selama bel belum masuk.


"gue yang aja pesan. lo mau pesan fan"ucap fahri


"bakso sama jus jeruk aja" ucap Fani


"lo dir"


"samain aja ri"ucap dirsya


fahri langsung pergi meninggalkan dirsya dan fani untuk memesan makanan yang ia pesan.


"dir, liat deh kyak nya itu Kak Dion"fani melihat keberadaan Dion yang sedang masuk kedalam kantin bersama temmenghampir


"mana fan."dirsya langsung berbalik ke arah belakang dan mencari keberadaan dion


"itu dir"serayah fani menunjuk kearah Dion, dirsya langsung mengikuti arah tunjukan fani


di kejauhan dion memerhatikan keberadaan fani dan dirsya yang sedang duduk di salah satu kursi di kantin. Dion langsung menghampiri dirsya dan memberitahu kepada teman nya bahwa ia kali ini tidak bisa bergabung dengannya.


"gue, boleh duduk disini gak"ucap Kak Dio sambil menatap dirsya yang menunggu jawaban atas pertanyaannya


"boleh, boleh kok kak"ucap fani. dio langsung duduk disamping dirsya


"oiya, kalian udah pesan makanan" ucap kak Dion


"udah kok kak, tuh dia Fahri udah menuju kesini"ucap fani yang melihat Fahri menuju ke meja kantin


"ini pesanan lo"ucap Fahri yang menyodorkan mangkok dan jus jeruk kepada fani dan dirsya


"pesanan lo mana ri"ucap dirsya yang


"misi, ini pesanan Fahri dan Dion juga"ucap pelayan tersebut dan langsung meninggalkan mereka


"makasih mbak" ucap Dion


Dirsya hanya menghiraukan pertanyaan kak dion, ia hanya fokus ke makanannya yang menurutnya lebih mengasikkan daripada yang lain.


" iya Kak" ucap Fahri


Plakk,


"Eh bego, yang ditanya tuh dirsya bukan elo" ucap fani, lalu mengganti sendok nya yang dipakai nya pukul dikepala Fahri.


"Lo tuh ya.. Apa-apa langsung mukul, awas aja kalau gue geger otak. Gue langsung bawa lo ke KUA" fahri langsung mengusap kepalanya


"Ya kali , lo mau bawa gue ke KUA" fani langsung menatap fahri dengan sinis


"Kalau lo mau, sekarang juga gk apa-apa kok" fahri tersenyum lebar ke arah fani


Fani, hanya membalas senyuman fahri dengan menatap tajam dengan pembicaraan tersebut. Dion dan Dirsya hanya tersenyum melihat kelakuan temannya tersebut.


"Iya kak, gue sekelas lagi sama ini anak, kok makanan kakak gk di habisin" sambil menyudahi makanannya


"Udah kenyang, oiya gue boleh minta id line lo gk" dion pun langsung memberikan hp nya ke dirsya


"Boleh kok, nih kak gue udah add" dirsya pun langsung mengembalikan hp ke kak dion


"Ok thanks, gue ke kelas dulu ya" dion pun pergi meninggalkan kantin tersebut


"Yuk, dir. Kita kelas juga. Gue juga udah kenyang" ucap fani


"Ayo..fan"


Dirsya dan fani langsung berdiri dari tempat duduk nya dan meninggalkan fahri yang sedang menikmati makanannya.


"Anjirt, gue di tinggalin lagi"


Setelah dirsya masuk ke kelas bersama fani, dirsya langsung menatap ke belakang meja yang menjadi pusat perhatiaannya saat masuk ke kelas.


"Mulai dari gue selesai nulis nih anak gak keluar kelas, cuman tiduran doang masa gk lapar. Gue aja lapar." batin dirsya


lo mau gk habis pulang skolah ke rumah gue"ucap fani sambil duduk di smping dirsya


lo sendiri lagi dirumah?" balas dirsya


iya nih bokap gue ninggalan gue sendirian mana nyokap juga ikut lagi sama bokap gue"ucap fani sambil murung


"kita liat nanti aja soalnya gue belum minta izin sma kak gue"


"chat aja sekarang kak lo"


"hmm" sambil menatap layar handphone dan mencari kontak kaknya


"YUHUUUU HELLO EVERYONEEE ada pengumuman penting nihh, hari ini kita pualng cepat karenaaaaaaa guru guru smua pada rapat guyssss" ucap edo sang ketua kelas dan memegang buku yang iya gulung menyerupai toa


"YESSSSSS" seruh semua siswa yang berada di dalam kelas


siswa siswa pun langsung bergegas untuk pulang cepat termasuk fani dan dirsya


"yuk dir kita capcus ke rumah gue" ucap fani dan memakai tasnya tersebut


"tapi kak gue belum balas chat gue" sambil menatap layar handphonenya


"yang penting lo sudah chat kak lo kan, mungkin kak lo masih sibuk belum sempat baca chat lo"


"mungkin sih, yaudah deh ayo" berjalan keluar kelasnya tersebut


sesampainya di koridor kelas dirsya menarik pergelangan tangan fani untuk berhenti seketika. dirya merasa ada yang mengganjal tanpa balasan chat kaknya


-------------------------------------------------------------


jangan lupa vote dan komen yahh


salam manis☺️