
"eh tunggu dulu, gue izin ke nyokap gue dulu"
"lah kirain lo udah chat juga nyokap lo"
"nggak tadi cuman kak gue, gue chat nyokap karna nanti kak gue gak sempat baca chat gue. antisipasi aja sih" dirsya yang sibuk mengetik layar handphone sementara dilain sisi fani yang sibuk dengan membaca chat di handphonenya sambil senyum senyum
"ngapain lo senyam senyum"sambil menatap lekat fani
"eh, enggak kok, pokoknya ada deh" fani pun cengengesan melihat dirsya
"yuk supir gue dah di depan"ucap fani
selama perjalan dirsya tak hentinya memikirkan cowok yang ia temui di depan mading, menurutnya iya tidak asing lagi baginya tetapi otaknya tak mampu mengingat lagi.
sesampainya dirumah fani, dirsya pun langsung segera masuk ke kamar fani.
"dir, lo tau nggak" menatap dirsya dengan cengengesannya
"apaasihhhh lo aja nggak jelas ogeb"
"kalau gue tanya lo, jangan heboh yah soalnya gue juga baru tahap pdkt aja sih" ucap fani sambil menggaruk tengkuknya
"emangggnyaaa kenaapaa sihhh, lo tuh yah kalau ngomong yang jelas tau nggak" emosi dirsya pun menaik
"sebenarnya gue tuh lagi dekeett samaa..."
"sama siapa sih"
"gue tuh lagi pdkt sama kak kelas kita yang itu loh teman gengnya kak dirta"
"namanya siapa sih"
"kak adit" sambil tersenyum ke arah dirsya
"lah kak adit yang playboy itu?"
"dia nggak playboy kok, anaknya baik sama gue"
"yah jelaslah baik, orang lagi pdktan yakalikan dia jahat"
lanjut dirsya "dari kapan lo kenal"
"waktu berapa hari lalu yang supir gue ada kendala sama mobil yang tiba-tiba mogok, nah kebetulan banget gue nunggu depan sekolah. Eh, kak adit lewat tawarin tumpangan ya jelas lah gue mau secara kak adit itu ganteng plus manis"
"ohh gituuu, awas aja kalau lo nanti curhat tentang dia ninggalin loh yaa"
"gue yang maju"
"maju apaan dah"
"yah maju nepuk jidatnya ahahah" sambil menupuk jidat fani
"apasih isshh nggak jelas lo" fani pun merapikan rambutnya
"eh dengar dengar besok ada anak pindahan lagi loh, tapi katanya sih di kelas kak dirta"
"gue harap semoga cogann"
"cogan terus dipikiran loh"
dirsya pun melirik jam iya tak sadar bahwa telah sore, ia pun segera bergegas dan meminta sang kakaknya untuk menjemputnya.
hingga saat ini fani belum mengetahui bahwa dirsya merupakan adik dari kak dirta.
"fani gue balik dulu yah lagian dah sore juga" sambil mengambil tas dirsya
"lah lo di jemput sama siapa dah"
"adalah nanti lo tau juga, eh udah di depan rumah lo tuh"
mereka pun berjalan ke luar rumah fani. fani melihat siapa yang menjemput dirsya, seketika iya shock ternyata yang menjemputnya ialah kak dirta.
"gue duluan yahhh"
"ehhh, kak dirta" tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal akibat kaget
"hai" kak dirta tersenyum manis ke fani
"lo masih utang cerita yah sama gue" sambil mengancam dirsya
"besok deh gue ceritain. by"
tak lama kemuadian dirsya dan kak dirta pun sampai dirumah
"ASSALAMUALAIKUM hellowwww" teriak dirsya berjalan menuju dapur
"lo tau nggak ini itu rumah bukan tempat habitat loh" sambil berjalan disamping dirsya
"waalaikumsalam, ngapain sih anak mama teriak teriak kayak gorila"
"ish mama jahat banget, anak sendiri di bilang gorila"dirsya pun cemberut
"lagian kamu itu setiap pulang pasti teriak teriak, lagi pula walaupun kamu nggak teriak mama tau kok yang datang itu kamu sama kak kamu" sambil mengelus kepala dirsya
"kamu keatas gih ganti baju dan sholat magrib dulu habis itu sekalian kamu panggil kak kamu juga makan, mama ambil piring dulu" mama dirsya berjalan mengambil piring tersebut
" emang kamar gue paling adem lahh" membaringkan badannya di kasur empuknya
kryuuuk... kryuuukk
perut dirsya pun berbunyiiii
"gue ganti baju dulu deh baru sholat"
dirsya pun menuju kamar kak dirta yang dimana ia akan mengajaknya ke ruang makan
tok..tokk..tokkk
"kak dirta yukkk kita turunn makan, mama tadi suruh aku panggil kak nihhhh. HELOOOWW" dirsya pun berdiri di pintu kamar kak dirta
"iyaaaa iyaaa tunggu dulu, lo duluan aja ke bawa nanti gue nyusul" ucap kak dirta
dirsya pun segera melangkah kan kakinya ke arah ruang makan karena perutnya tersebut tidak berhenti berbunyi akibat lapar
"loh kak kamu mana" ucap mama
"tadi aku udah panggil katanya dia nanti nyusul
wahhh ada makanan favorit akuu nihhh" disrya pun langsung mengambil udang tumis asam manis khas mamanya
"makan yang banyak agar kamu cepat gede"
kak dirta pun turun menyusul dirsya ke ruang makan
"mah aku mau bicara tapi ini tentanggg..."
"mending kamu makan dulu habis itu kamu cerita"ujar mama sambil mengambilkan nasi untuk kak dirta
"mah papa masih dikantor?" tanya dirsya
"iya katanya habis sholat isya baru bisa balik"
mereka pun makan dengan sama sama. setelah makan dirsya tak lupa untuk mencuci piring, sedangkan mamanya dan sang kak menuju ke kamar mamanya
dirta tak lupa menutup rapat pintu kamar mamanya agar dirsya tak mendengarnya.
"mah tadi aku liat erza"
"erza siapa?" mama mengerutkan keningnya sambil mengingatnya
"itu loh mah erza yang celakain dirsya waktu SMP, aku takut kalau dia bakal celakain dirsya kyak dulu mah"
"dirta, erza itu nggak salah karena itu bukan ulah dia itu udah takdir sayang" sambil menenangkan anaknya
"tapi mah gara gara diakan di dirsya begitu dan kita harus pindah dan urus pengobatan dirsya di luar"
"ssstt nggak boleh ngomong begitu, lagian dirsya alhamdulillah udah mendingan. jangan bilang kalau kamu belum bisa maafin erza"
"dengan berat hati aku udah maafin waktu dulu mah seandainya bukan sepupu dari arga, aku ogah maafin dia"
"sebenarnya mama juga masih khawatir dengan keadan dirsya, mama takut kalau nanti tiba-tiba ingatan dirsya kembali dan iya menyalahkan dirinya padahal itu ulah temannya dulu"
"tenang mah aku selalu pantau kok dirsya di sekolah"
"siapa yang di pantau mah"ucap dirsya yang muncul dari pintu membawa buah yang sudah di kupasnya
"dari kapan kamu situ dek"
"dari kak bilang pantau, siapa sih yang kak pantau atau jangan jangan kak suka sama oranggg yahhh"
"kamu yang aku pantau" mengambil buah yang dirsya letakkan di meja
"ishh mah tuh liat kak dirta selalu aja gitu" dirsya pun cemberut mendengar perkataan kaknya
" itu demi keselamatan kamu sayang"
"tapi kan mah aku udah gede, tau deh aku ke kamar dulu"
"biarin aja adek kamu nanti moodnya kembali lagi"
"yaudah aku juga ke kamar dulu mah"
kak dirta dan dirsya pun ke kamarnya masing-masing. Dilain sisi dirsya yang sedang baring di tempat tidurnya dan membuka aplikasi sosmednya
"lah sih erza follow gue, mana postingannya cuman satu aja foto cewek lagi di pantai"
"tau deh yang punya cewek mah bebas, lah kenapa juga gue fikirin" ucap dirsya yang bicara sendiri di kamarnya
hooaammmm..
dengan tak sadarkan diri dirsya pun tertidur dengan handphone yang masih berada di tangannya. seketika jari dirsya tak sengaja memencet tombol follback pada akun erza pada malam itu juga
--------------------------------------------------------------
jangan lupa vote dan komen yahh
salam manis☺️