
Sinar matahari yang cerah telah menerangi kamar Dirsya, Dirsya tahu bahwa ada seseorang yang membuka gorden jendela kamarnya. Dirsya langsung menarik selimut nya hingga menutup bagian muka, Dirsya segera melanjutkan mimpinya yang tertunda oleh sinar matahari yang masuk dari arah jendelanya. tak cukup beberapa menit Dirsya telah dibangun kan lagi oleh..
kringgg...
kriiing....
kringggg...
Jam weker Dirsya berbunyi. tetapi Dirsya segera mencari-cari letak jam tersebut lalu mematikan nya untuk tidak mengganggu nya lagi tetapi seketika Dirsya mendengar suara langkahan kaki yang ia tidak ketahui siapa suara langkahan kaki tersebut.
tuk..
tuk...
Eh.. kok ada suara langkahan kaki perasaan mimpi gue gak ada suara langkahan kaki. batin Dirsya
Dirsya menghiraukan suara langkahan kaki tersebut dan melanjutkan lagi tidur nya. Dan seketika tubuh Dirsya terguncang, Dirsya tidak tau siapa lagi yang membangunkannya kali ini lagi dan tak butuh berapa lama, Dirsya emosi atas siapa yang telah mengganggu tidurnya lagi dan lagi.
"ADUH... SIAPA SIH YANG BANGUNIN GUE SEPAGI INI"aku pun langsung mengerjapkan mata ku untuk melihat siapa yang mengganggu ku
"TOA banget sih lo, ini udah siang dan lo bilang masih pagi? lo mau ke sekolah gak sih ini tuh hari pertama lo masuk"ucap cowok tersebut
"lo juga toa bego, yaiyalah gue mau ke sekolah gue kan anak pinter" sambil menyombongkan diri
"cih..anak pinter dari mana coba, ya udah gue tunggu lo dibawa dan gak pake LAMA"dia pun langsung keluar dari kamar Dirsya
"sebenarnya ini jam berapa" Dirsya pun langsung mengambil jam weker nya yang berada di meja tadi, dan...
"WHAT.. JAM 06.10 mampus gue gak sholat subuh lagi" sambil menepuk jidat ku dan melempar jam weker ke sembarang tempat
braakk..
"semoga jam nya gak rusak lagi, aduh kenapa sih aku harus lempar. Bodo amat... "
Dirsya pun langsung masuk ke kamar mandi, tak butuh berapa menit ia pun keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaian seragam sekolah nya dan setelah Dirsya selesai mempersiapkan keperluan nya untuk ke sekolah. Dirsya langsung berlari menuju ke bawa untuk sarapan pagi.
"jangan lari-lari nanti kamu jatuh sayang..sarapan pagi nya gak akan lari kok"ucap suara dira-mamayang terdengar dari tangga
"eh..bruk.."
Dirsya hampir saja jatuh ditangga jika ia tidak langsung berpegangan. setelah sampai dimeja makan Dirsya langsung duduk berhadapan kakak nya untuk memulai sarapan pagi nya.
"udah jam berapa sih kak" aku langsung mengambil roti dan mengolesnya dengan selai
"udah jam 06.35 lo cepatan makannya kita udah telat nih" ucap kak dirta
"iya..iyaou.. ayah beluom berangkat" ucapku sambil memakan roti
"aduh ..kamu habisin dulu makanannya baru bicara, nih ayah juga siap-siap mau berangkat ke kantor" ucap yudha-ayah
"ya udah kalian berangkat gih, udah jam berapa nanti kalian telat" ucap mama yang mengolesi roti untuk suaminya
"ayo.. kak," aku pun langsung menarik pergelangan tangan kak ku ini
"ya udah aku berangkat dulu ya mah yah. Assalamualaikum" ucap kakak selesai meminum susu yang telah ada dimeja.
Dirta dan Dirsya langsung menyalami kedua orang tua nya. Dirsya langsung masuk kedalam mobil Kak Dirta yang akan ia kendarainya. selama diperjalanan Dirsya berdoa supaya ia tidak terlambat bersama kakak nya karena ia tau jika ia terlambat bersama kakak nya fans kakak nya akan mengira bahwa ia adalah pacarnya padahal ia hanya bersaudara.
Aldirta Revano Al-Yudha kakak dari Adifta Dirsya Al-Yudha memang salah satu most wanted di SMA NUSANTARA. Gimana gak terkenal, Dirta adalah pemain basket favorit disekolah nya bukan cuman itu ia juga salah satu anggota osis yang paling teladan, walaupun dibilang teladan Dirta pernah membolos dimata pelajaran yang akan membuat nya bosan. Meski ia sering bolos, Dirta termasuk murid pintar jadi guru hanya memaklumi sifat Dirta.
Tak butuh berapa menit. Dirsya sudah sampai disekolah, tapi yang jadi masalah murid-murid semua sudah memandangi Dirsya dan Dirta yang saat ini di parkiran sekolah nya.
"kak, cukup kita aja ya yang tau kalau kita ini saudaraan. awas lo kalau kak bilang, aku bakalan gambek dan tidak mau bicara sama kakak lagi" sambil menarik pergelangan tangan Dirta
"iya dek, kakak mengerti. tapi kalau ada apa-apa cepat hubungi kakak ya.." sambil mengelus-elus rambut Dirsya
"sip. kalau gitu aku duluan ya kak ke kelas"
Dirsya meninggal Dirta yang masih berada didalam mobil, Dirsya langsung pergi ke arah mading sekolah nya, tetapi ketika ia lewat di koridor sekolah nya Dirsya mendengar bisikan yang sangat mengganggu di telinga nya.
kira-kira dia siapa nya Kak Dirta
anjir, cantik-cantik kok ganjen banget sih sama Kak Dirta
apa mungkin dia itu pacarnya Kak Dirta
gak mungkin masa selera Kak Dirta segitu rendahnya sih
mending Kak Dirta sama gue, gue kan gak kalah cantik
Dirsya mengangkat bahu nya acuh, ia tidak menyangka bahwa kakak nya se populer ini. Dirsya memang sudah mengetahui bahwa kakak nya adalah salah satu most wanted tapi Dirsya belum pernah sampai segitunya melihat reaksi fans-fans Dirta. Untuk apa juga Dirsya memikirkan perkataan fans-fans Kakak nya, ia sendiri saja tak mempunyai fans sampai segitu fanatic nya
sesampainya Dirsya didepan mading. Dirsya langsung mencari namanya yang akan ia tempati, tak lupa ia juga mencari nama sahabat nya untuk mengetahui apakah ia nanti satu kelas atau tidak.
"mana ya nama gue"sambil menunjuk mading yang berada didepannya
Adifta Dirsya Al-Yudha, XI IPA 1
Refani Astella, XI IPA 1
Dirsya menemukan namanya dan hal yang paling mengejutkan bagi Dirsya, ia satu kelas lagi bersama sahabat nya. menurut Dirsya itu adalah hal paling menyenangkan baginya bagaimana tidak, Dirsya tak habis fikir jika ia tidak satu kelas bersama sahabatnya mungkin ia akan menjadi pendiam saat dikelas itu juga sampai Dirsya mendapatkan teman yang membuat nya nyaman dan akrab didekat nya.
"WHAT ... gue di XI Ipa 1 sama Fani, ni guru kyak nya salah masukin gue deh" sambil menatap heran nama yang berada dimading sekolahnya
Dirsya tidak menyadari bahwa ada seseorang yang menatapnya dari belakang, padahal cowok tersebut sudah memerhatikannya dari pertama kali ia di depan mading sambil melihat namanya.
"eh, lo jadi cewek toa banget ya bisa-bisa kuping gue jadi budek nih" cowok itu bicara dengan santai nya sambil menatap gadis didepannya yang akan berbalik di hadapannya
-------------------------------
Hai guys....
ini adalah cerita pertama aku semoga kalian suka ya.. kalau ada typo aku minta maaf ya..
karena aku juga baru pemula dalam hal menulis.
aku tau cerita ini belum bagus dengan cerita yang kalian baca.
untuk itu vote dan komentar ya..
Thanks😊