Hot Enemy Vs Me

Hot Enemy Vs Me
4. Pria yang sangat menyebalkan!




Rasanya kepalaku akan pecah, begitu banyak permintaan dari investor. Vendor juga memiliki biaya yang tidak murah, apalagi kompetitor semakin meningkat. Satu-satunya senjata terbaik kami karena materials khas dari Indonesia serta pengrajin terbaik kami berasal dari Jawa Barat dan sekitar begitu lihai menciptakan perhiasan yang menawan.


Tapi sulit juga untuk mengejar pasar Eropa, sangat ketat.


"Ka Embun ada telpon masuk dari Skylar Day" info Yona Yoon.


Aku hanya mengayunkan tanggan, menyerah tidak ingin ditambah pusing.


"Apa kakak ingin menolak tawaran Mr. Day? kulihat acara yang ia pegang artinya bagus-bagus"


aku sama sekali tidak tertarik dengan konten-konten penuh tawa palsu di acara Streaming semacam itu, apalagi Skylar Sepertinta ingin memasukkanku dalam acara gossip. Jangankan Gossip, Cara mendapatkan hati pelangganku saja sulit sekali!.


"Urusan kantor banyak sekali, jika aku menerima tawaran pria itu, bagaimana dengan nasib kita? " gerutuku.


"Atau dia hanya beralasan, mungkin dia hanya ingin bertemu kakak" Yona berusaha menggoda, "Apalagi dia begitu gigih mencari perhatian kakak, kalau tidak salah ia juga mengirimkan makanan beberapa hari yang lalu".


iuh ujarku, " Orang seperti itu justru harus kita tandai, tidak tahu apa yang ada dibaliknya. Ingat Ben? ya mirip seperti ini juga." seketika aku merasa semakin Ruyam hingga-


"miss embun! " suara si anak magang sambil mengetuk pintu.


Yona membuka pintu, "Ada apa? "


"Ada yang datang miss" ujarnya.


Aku bangkit dari kursiku, mengintip dari kejauhan.


"Siapa? " tanyaku.


"Oh Hi Miss.Mentari! aku Skylar Day! Kupikir akan menyenangkan mampir langsung ke kantormu! " serunya sambil memasang gaya begitu percaya diri.


haaah sialah geramku.


"Oke mr. Day, kamu begitu keras kepala" aku langsung menyatakan isi kepalaku.


dia tertawa layaknya pria sukses yang tidak tahu malu, "Aku anggap itu pujian miss mentari, sungguh aku sudah menghubungimu berkali-kali tapi tetap saja tidak mendapat kabar" ujarnya.


aku memberikannya tatapan sinis, "Ada yang mesti ku kerjakan".


" Begitu pula aku, cantik" balasnya.


ya Tuhan pria inii!


tapi aku mulai sangat menatap Skylar day, dia memang tampan. Harum, dan yang jelas sangat penggoda. ouch


"Baiklah kali ini aku berjanji akan menemuimu" aku pasrah.


"Nice, bagaimana malam ini kita makan malam bersama? " ia tersenyum lebar.


aku tidak percaya seseorang yang mengingatkanku pada Ben brengsek itu muncul, tepat, persis, begitu mirip seperti playboy pada umumnya.


"Minggu depan, kita bertemu di Cafe Temanku, dia punya Dessert yang enak. Mungkin kamu akan suka" ya, aku punya sahabat dari kuliah membuka cafe yang tidak jauh dari kantor..


"Ok, berarti kapan kencan kita itu berlangsung? " tanyanya sambil menggodaku dengan suara huskynya yang begitu memabukkan.


Tidak, aku tidak akan kalah, dia memang sudah begitu ahli dan membuat puluhan wanita terbuai.


"Pertemuan Bisnis kita akan berlangsung di hari sabtu, jadi anda bisa pergi sekarang" kataku.


Ia menarik tanganku dan bersalaman dengan cengkraman yang sangat kuat. Apa maksudnya pria ini?


"Aku akan menjemputmu" ujarnya.


aku menolak, sambil memanggik Yona untuk masuk ruangan "Yona, dokumen itu bisa bawakan kemari? aku sudah selesai dengan mr. day! ".


" Kamu begitu khas, miss mentari. Aku suka bagaimana kamu memperlakukan tamu penting sepertiku" kata Skylar Day


"Sampai ketemu hari sabtu sayang" ujarnya lalu berbalik dan pergi.


aku menghela napas panjang dan menepuk dahi "Tidak mungkin aku jatuh ke lubang yang sama kacang polong".


Yona justru tertawa cekikikan " Apa kamu menyukainya? Dia sangat tampan dan ramah".


"Apa kau sudah gila! Lihat betapa playboy dirinya! "


Yona membawa berkas sambil menyalakan lagu, "Anda sepertinta selalu menarik perhatian pria-pria yang mengkhawatirkan kak"


aku menghempaskan badan ke kursi, sambil kembali melihat ke monitor, "Haah... Aku butuh teman, Yona apa kamu mau ikut denganku belanja? "


Yona tidak bisa "Aku ada kencan dengan pacarku".


Yona memberikanku selebaran, "Kenapa kamu tidak ke sana saja kak? "


sebuah undangan pernikahan, Ya Ampun! Dia salah satu sahabatku di Universitas! "Jane akan menikah? kapan kamu menerima ini? "


"Sudah lama, kakak saja yang tidak memeriksa mejamu sendiri" kata yona


------


Pernikahan Jane & Moria. Keduanya sahabatku di Uni, mereka pasangan yang serasi. Sekarang aku tidak begitu dekat dengan satupun temanku karna sibuk urusan kantor, semoga dengan acara ini aku bisa kembali dekat dengan mereka.


Acaranya dilaksanakan di Rooftoop salah satu apartemen populer di New York. Pemandangannya menakjubkan. Aku Rasa Bisa Melaksanakan pernikahan di kota besar seperti ini memang lebih cocok gaya semacam ini.



Aku memutuskan mengenakan Dress satin hijau gelap dan aksesoris mutiara sebagai bando, classy.



"Astaga! Mentari ternyata kamu datang! " seru seorang wanita.


"Anette!" oh dia salah satu sahabatku, akhirnya ada yang muncul.


Anette memiliki rambut blonde yang begitu indah, walau pendek tapi ia memang manis. "Kamu jarang menghubungiku! padahal kita bisa pegi bersama! " Seru anette.


"Maaf, banyak hal" balasku.


Anette memberikan wajah menggoda seperti jaman kuliah, "Bagaimana dengan kisah sandwich dan daging ham? ada kemajuan? apa enak? " oh dia membicarakan itu.


"Tidak, daging ham ternyata memiliki piringnya sendiri, dan selama ini aku tidak tahu. Untung saja si daging ham sudah jatuh dari meja dan harus pergi untuk selamanya" balasku.


Wajah Anette seperti ditutupi horor "Kamu tidak membunuhnya kan? "


.


oh Tuhan kalau saja ya, itu bagus , aku tertawa sambil mengambil Champagne di meja "Hahaha! tidak! aku putus sebelum daging Ham-nya terbakar gosong." Candaan tentang ham semakin gila,


"Aku datang ke pemakamannya" akhirnya aku mengakuinya, tentang mantan pacar yang telah beristri dan baru saja meninggal.


Anette memberikanku wajah khawatir, "oh Sweetie kita bisa menemukan orang yang lebih baik, seperti Champagne mahal ini" tunjuk Anette.


Aku bersulang bersama Anette, lalu mataku terbelalak melihat sosok yang sangat tidak ingin ku temui. aku hampir tersedak Champagne, secara reglek aku membalikkan badan, dan berusaha tenang.


"Kenapa? apa kreditur mu juga hadir di pesta ini? " tanya Anette.


Mataku mengatakan segalanya, "Aku menghindari seseorang, musuh masa kecilku. Bagaimana dia ada disini?? "


Anette memandangi pria yang kumaksud, bukannya membantuku justru ia memasang tatapan geli "Kalau setampan dan segagah itu sih, aku juga mau jadi musuh bebuyutan apalagi di kamar" ujarnya.


"Anette! aku serius! Kamu harus percaya tidak lama kami bertemu karena interview Nirvana Avenue dan kami sepertinya semakin memanas" aku kembali mengingat bagaimana kami sangat tidak beradab, saling melempar argumen sarkastis. Bodo amat.


"Panas sekali sepertinya" Anette terus memandangi pria itu,


aku berusaha mengintip, semoga dia tidak mengenaliku dan kami akan melanjutkan peperangan diantara pesta pernikahan.


Tapi dia tidak sendiri, ia sibuk berbincang dengan pria sebayanya, mereka berdua mengenakan jas yang kelihatan mahal. Pas badan, dan melihat Gunther Cunninghan tidak mengenakan dasi-nya dengan kancing atas terbuka justru membuatku sedikit terpana.


"Aku benci dengan semua kebetulan semacam ini, kami juga sempat bertemu di pemakaman Ben. Sebenernya berapa banyak kenalan yang ia punya sama denganku? " aku menggerutu.


Anette berusaha memanggil seseorang, "Friedrick! "


Lalu pria yang sedang berbincang bersama Gunther menolehkan kepala kearah kami. Anette!


"Apa yang kamu lakukan! " seruku.


Anette memberikan wajah tak percaya "Dia sepupuku Embun, kamu sepertinya tidak tahu, tapi dia orang kaya yang sering kuceritakan saat kuliah. Sepupu jauh".


Aku merasa ada yang salah, Friedrick? dan jujur saja wajahnya tidak asing.


Tanpa kusadari-


"Miss. Mentari? "


Seorang pria memanggil namaku tepat di samping kami.


God! Terlalu banyak hal yang terjadi!


--- What should I do?