Hot Enemy Vs Me

Hot Enemy Vs Me
1. Buka Pintu! Embun Mentari mau lewat!



"Miss Embun! lihat postingan instagram Harper Bazaar! Ikat pinggang tenun kita masuk kedalam best Hot items Summer! " seru anak magang yang baru saja bekerja dua bulan diperusahaanku.



aku tersenyum lebar dan menyalakan Wireless Speaker sambil menyetel Lagu Little Mix. Pagi ini sungguh mengagumkan, Produk-produk terbaru kami sungguh disenangi para kritikus. Aku bersyukur ibu mengajkku ke Indonesia setelah kami terpaksa keluar dari Nirvana Avenue sialan itu. Jadi aku bisa belajar banyak tentang tekstil disana.


tapi tetap saja, Orang-orang Nirvana Avenue patut dibenci!


"Semoga Next Launching dengan bantuanmu, kita bisa menembus pasar eropa! yang semangat ya Alexa! " setuju pada si anak magang.


ia tersenyum sangat lebar dan mengangguk gembira, kami hanya beda 4 tahun, ia sebentar lagi lulur dari Brown University jurusan ekonomi. Aku bahkan lulusan universitas yang tidak begitu terkenal, tapi berkat usaha dan doa akhirnya start-up ku sudah begitu dicintai para wanita dan remaja Amerika dan Asia! sungguh melegakan!


Aku masuk kedalam ruanganku, memandang seluruh piala dan foto-foto perjuangan aku dan tim selama 4 tahun membangun perusahaan kecil yang sedang merintis menjadi besar ini. Setidaknya kami masih bisa bertahan walau saat itu ada Pandemi besar berlangsung.


-RING! RING! RING! IPhone ku berbunyi.


Oh soal, Skylar Day, Seorang Produser TV yang terus-terusan menghubungiku.


"Halo, maaf sekali aku harus tidak bisa sekarang sedang ada meeting penting" ujarku berbohong.


"Pagi Embun! Ayolah, kamu selalu menghindar, bagaimana kita bertemu siang atau sore ini? " ujarnya dengan nada playboy. oh aku tidak suka orang ini.


baru sebulan aku putus dengan mantan pacarku, dan sebenarnya Skylar bisa jadi pengganti sementara yang cocok. well dia bekerja, sukses, dan tampan, tapi jujur saja aku muak dengan sifatnya yang sok cantik seperti ini, serius.


"Maaf mr. Day, tapi hari ini aku punya janji dengan dokter klinik ku oke? ya kau tahu perawatan rutin wanita 24 tahun" balasku dengan ramah.


"Kalau begitu kapan kamu punya waktu, biar kita bisa membicarakan lebih lanjut penawaran khusus untuk program live streaming yang kusebutkan sebelumnya" oh orang ini tidak pernah menyerah.


seketika sekertarisku, Yona yoon membuka pintu. oh tuhan! penyelamat datang!


aku memberi isyarat Yona untuk memanggil namaku, dia sudah sangat paham tentang situasi si Skylar day.


"Kak Embun! Maaf mengganggu! tapi stock market kita harus cepat diselesaikan! dan ada investor yang menelpon! " good job Yona.


"So sorry mr. Day,,, next time ya?? Mungkin nomer ini tidak bisa digunakan lagi, bisa hubungi asisten ku saja ya?? oke, Have a Nice day mr. day"


BEEEEEPP


"Bagaimana dia bisa mendapatkan nomerku?" aku menghela napas.


Yona memberikan petunjuk, "Bumblee-mu kemarin kamu aktifkan lagi kan? mungkin dari situ"


tapi memang jaman sekarang data kita bisa mudah didapat entah dari mana. jadi ya biarkan saja, aku akan ganti nomer setelah ini.


"Tapi Ka Embun, memang ada hal yang tidak terduga. kakak harus membacanya, aku dapat baru saja tadi di perjalanan".


Yona memperlihatkan surat di emailku, dan disana tertera pernyataan bahwa Mantanku, Ben Bentley tadi malam meninggal dan hari ini akan dilakukan acara pemakanan di pemakaman pribadi Manhattan.


Ya Tuhan, apa yang terjadi padamu???


Ben...


berarti aku harus siap-siap dan berkendara ke Manhattan.


Tapi ada yang aneh di email itu, apa aku salah lihat?


" Tertulis, sang isteri Clarina" Wait What??


Ben sudah memiliki isteri?? tunggu?? dalam waktu hanya beberapa bulan?


"Aku tahu apa yang ada dipikiran mu kak, tapi setelah aku membacanya duluan dan mencari tentangnya. sepertinya mereka sudah menikah selama 2 tahun. Itu artinya... " yona berhenti dan membiarkanku menelannya.


"Itu artinya si bajingan itu berpacaran denganku selama 6 bulan dalam keadaan telah menikahi perempuan si Clarina itu dan aku telah dibodohi oleh cacar air itu selama 6 bulan dan kupikir kamu pernah saling suka- ah keparat" aku tidak bisa berpikir apa-apa lagi.


"Apa aku masih perlu pergi kesana yona? " wajahku keringatan, bagaimana jika aku bertemu dengan isterinya? ayolah aku tidak mau menjadi selingkuhan yang pura pura menjadi korban di pemakaman suaminya, ya walau kenyataannya memang begitu.


"Ku sarankan datang saja, hitung-hitung melihat dengan mata kepala sendiri akhir mengenaskan dari keparat satu itu kak embun" Yona itu ide bagus.


benar aku harus datang kesana dan mendoakan neraka untuknya. Apapun itu aku perlu melihat apakah si bajingan itu mati dengan damai atau ada masalah berikutnya.


"Oke, aku berangkat. semuanya kuserahkan padamu Yona" ujarku sambil mengambil kunci mobil.


Yona mengangguk dan aku langsung pergi ke mall terdekat untuk mencari dress dan mantel hitam terbaik. Ayolah aku tidak semiskin dulu, aku bisa dengan mudah mengambil banyak hal.


apalagi datang ke pemakaman orang yang sudah berbohong 6 tahun lamanya. tidak mungkin ku berpakaian seperti gembel.


Just We See, what gonna happen next?


Kalian, menurut kalian apa yang akan menungguku disana? apa aku ketahuan isterinya? menjadi bahan olokan di sosial media? atau mungkin malah mendapat pacar baru? entahlah selama bukan menangis dan meminta ben untuk menjelaskan semua, dia memang kacang polong biadab.


Kematian sungguh datang dengan tiba-tiba ya