
Pemakaman pribadinya ternyata sangat berbeda dari banyanganku, kupikir orang-orang yang datang hanya sedikit dan dari kalangan masyarakat bisnis. Kulihat beberapa ada dari pemerintah, mungkin temannya Ben. Aku hanya tahu ia bekerja sebagai akuntan, di salah satu perusahaan swasta. Tapi ternyata 6 bulan berpacaran dan 2 kali tidur bersama, tidak membuatku mengetahui apapun tentang pria...
Seketika aku merasa down, tubuhku jadi lemas, acara pemakanannya tidak jauh dari parkiran. Aku baru berjalan beberapa meter lalu melihat sekumpulan orang berdiri masuk ke gereja. Oh sial, aku merasa seperti perempuan tidak tahu malu.
aku tidak berani melangkah masuk, padahal sedikit lagi sampai. Aku duduk di kursi taman, memandangi pemakaman mewah ini, mengingatkanku pada Nirvana Avenue. Dalam hati aku tertawa, mereka juga bisa mati dan tidak tahu kapan ujarku.
Bohong jika aku tidak sakit hati telah berpacaran dengan pria yang kupikir pria baik-baik,,, maksudku aku sangat teliti melihat orang, tidak sembarangan. tapi sekarang aku merasa bodoh sekali.
oh tidak rasanya aku ingin menangis, karena sudah dikhianati si cecunguk yang sudah tiada itu. Baguslah!
tapi, seseorang menyodorkanku tissue "Kehilangan seseorang memang sangat menyakitkan ya" ujarnya.
Pria itu memiliki warna mata yang sangat indah, perawakannya besar dan tegap, Rambutnya tertata rapih dan sangat wangi. Orang kaya Manhattan, dalam hatiku.
"Ya, memang... sangat menyakitkan" aku jadi teringat ibuku. 2 tahun yang lalu meninggalkanku, dan memang moment paling bersedih.
"Apa nyonya tidak apa-apa wajahnya pucat sekali? " tanya pria itu.
"Tidak aku baik-baik saja" ujarku.
pria itu merapihkan jas hitamnya, "Ben ternyata punya banyak orang yang peduli padanya, banyak juga yang mengunjungi pemakamannya".
" Walaupun orang itu sedikit menyebalkan" celetuknya.
"Oh begitu?" ujarku tak percaya.
pria itu menggaruk kepalanya, "Tidak maksudku bukan membuatnya kelihatan buruk, apalagi di pemakaman seseorang-"
"Aku lega" ujarku.
pria itu kebingungan, "Pardon me?"
"Setidaknya bukan aku yang menganggap orang itu menyebalkan" jawabku.
pria itu nampak bingung, dia pikir aku orang yang sangat terpukul akibat kehilangan ben.
Aku menggelengkan kepala, "Tidak, tenang ini bukan karena Ben. Kehilangannya sebenarnya tidak begitu menyakitkanku, ada hal lain. Orang ini justru membuatku sakit hati hahaha" aku tertawa di depan orang asing dan dalam acara berduka.
"Ya memang brengsek" balas pria itu. lalu ia berdiri.
"Kamu memiliki wajah yang khas" ujarnya.
"Semua orang menyebutnya begitu, aku keturunan asia Tenggara" balasku.
"Oh begitu, aku akan masuk. kamu? "
aku menggelengkan kepala, "Sebentar lagi".
pria itu memberi salam dengan sopan dan lalu pergi masuk ke gereja.
Sampai akhirnya aku melihat sangat isteri, Clarina beberapa orang disampingnya memberikan semangat kecil untuk tetap tegar. Tidak ada lagi yang perlu kita lihat disini. Oke, aku harus mengakhiri ini semua. memberikan hormat dan pergi dari sini secepatnya.
Hari yang sangat melelahkan. Aku paham perasaan ini seperti 14 tahun yang lalu. Walau sebenarnya aku sama sekali tidak memiliki salah, seolah ada hal yang mengerikan telah aku lakukan.
Akhirnya sampai rumah! besok adalah hari ulang tahunku ke 24, ahaha jadi sebenarnya sekarang belum. tapi tinggal sehari lagi? ya jadi memang 24 tahun.
KNOCK KNOCK
"Paket! "
ada paket? siapa yang mengirimnya?
Aku mendapati Amplop tertuliskan dari,,, Nama ibuku!
Wait, is this real?
Yona mengirim ku pesan, "Aku menemukan Amplop ibumu ada di sela" meja kerjamu, sepertinya selama 2 tahun kamu tidak pernah membersihkan ruang kerjamu ya kak? sepertinya penting jadi langsung ku kirim".
Yona Yoon! memang orang Korea satu ini sangat cekatan! such an angel!
aku mencoba membukanya dengan hati-hati,,, mungkin ibu pernah meninggalkan amplop ini sebelum ia... haa aku jadi ingin menangis lagi.
Tulisan tangan ibuku, rapih sekali, cantik, mengingatkanku pada masa kecil ia mengajarkanku menulis.
"Embun sayang, Ibu menulis surat ini karena Ibu melihatmu sangat sibuk membangun usahamu sendiri. walau masih merintis ibu yakin kamu bisa jadi sukses dan berkembang jadi sangat besar. Ibu tahu kamu sudah mengalami banyak hal bersama ibu, dan kamu sangat kuat. Ibu memiliki sedikit permintaan untukmu, sebenarnya ibu masih memiliki keinginan kamu untuk tinggal di Nirvana Avenue. 14 tahun yang lalu kita pergi dengan tidak baik, kamu juga tahu apa yang terjadi. Tapi ibu yakin dengan kamu yang sekarang sudah sukses mereka akan menerimamu, kamu bisa membuktikan pada mereka semua bahwa mereka salah.
Ibu sebenarnya telah dihubungi oleh kakekmu"
"Kakek? " aku melanjutkan membaca
"Kakek dari ayahmu. beliau sepertinya ingin memberikan hak waris pada kita, dan sepertinya beliau ingin kita tinggal lagi di Nirvana Avenue. Ibu tidak yakin bisa kembali ke sana, apalagi ibu sudah menetap di Bogor"
"Bagaimana jika kamu menerima tawaran kakekmu itu untuk tinggal di Nirvana Avenue? kamu tidak perlu repot membangun relasi untuk bisnismu kedepan, keamanan mu terjaga walau tinggal sendirian, dan seperti yang ibu bilang kamu bisa menunjukkan gigi pada semua orang disana bahwa kamu telah tumbuh sukses dengan jerih payahmu sendiri"
ibu..
"Untuk keterangannya ibu lampirkan disini, selebihnya kamu harus datang langsung ke Nirvana Avenue".
aku tidak menyangka hari ini akan datang, kesempatan untuk kembali ke perumahan terkutuk tersebut.
mengingat banyak hal memalukan terjadi di masa lalu, terutama atas apa yang dilakukan Gunther & Friendrick, assholes.
Tapi itu artinya aku harus berani datang kesana sendirian?
Nirvana Avenue adalah perumahan elit yang ketat, seperti hermes kita harusdi interview dan memiliki portofolio yang bagus untuk tinggal disana.
tapi kulihat dari yang terlampir, ada tanda tangan kakek yang bahkan tidak aku ingat bagaimana wajahnya. Dan sepertinya ia memang memberikan rumah untukku tinggali disana, mengerikan ada orang yang dengan mudahnya memberika rumah.
kenapa tiba-tiba? eh tunggu surat ini 2 tahun yang lalu. Mungkin sudah tidak berlaku?
tetap aku harus datang langsung ke sana.
ibu memberikan nomer dan alamat kakek. mungkin aku bisa datang kesana juga, tapi alamatnya pun yang tertera di Nirvana Avenue. ku dengar kakek punya banyak rumah dan tinggal berpindah-pindah negara.
"Oke! Embun! Aku sudah dewasa dan tidak penakut seperti dulu! Upik Abu sudah berubah menjadi Adelle! "
ok, aku Terima tantangannya, dan akan berjalan masuk menuju Nirvana Avenue untuk kedua kalinya.
---What do you think gonna happen?