
Yuni pun membaringkan badannya di ranjangnya yang empuk
"gimana ya kalau nantinya aku benar-benar suka dengan tamz, apa dia akan suka aku, apa nantinya dia akan bersikap baik ke aku, atau apa dia juga sama seperti mantan-mantanku cuman memanfaatkan ku saja untuk mengerjakan setiap tugasnya. Semoga sajalah kamu beda ya tamz, entah mengapa melihat mu saja tadi sudah buat jantungku mau copot apa lagi kalau aku bisa jadian sama kamu pasti aku bisa sering sakit jantung, aduh aduh apaan sih aku ini belum juga kenalan lebih dalam lagi sudah menghayal yang aneh-aneh yun yun" batin yuni. Akhirnya yuni pun tertidur dengan nyeyak setelah memikirkan tentang tamz pria yang buat hatinya deg degan
Di pagi hari yuni bangun karna dia harus berangkat pagi ke kampus untuk bertemu dengan teman satu kelompoknya untuk mendiskusikan tentang tugas mereka
"ma, aku berangkat ya soalnya aku mau ngerjain tugas kelompok di kampus ma" kata yuni kepada mamanya yang sibuk memasak
"jadi kamu gak makan dulu yun..? "
"tidak ma, nanti aku makan di kampus ya ma, ongkos ku mana ma..??
" ini nak, rajin belajar ya nak biar cepet kerja seperti abang mu yang lain"
"oke mom" sambil mengajukan dua jempol tangannya
"aku pergi ya ma" sambil menyalam mamanya
"hati-hati ya sayang"
"ia mom"
Di kampus yuni duduk di perpustakaan, sengaja memilih tempat itu karna ada ac nya yang dingin jadi membuat lebih semangat untuk belajar. Tiba-tiba datang Wa dari Tamz
"selamat pagi cantik"
Yuni pun melihat pesan masuk dari wa yang di kirim oleh tamz
"oh my god dia wa aku" dengan semangat dia langsung membalas wa dari tamz
"pagi juga, kamu gak ke kampus tamz? "
Yuni membaca pesan tamz jantung deg deg degan karna tamz panggil dia baby
"ohh, aku di kampus karna janji ingin mengerjakan tugas kelompok dengan teman-teman. Jangan panggil aku baby dong kitakan masih sekedar teman tamz
"ia sekarang hanya sekedar teman, tapi aku harap kamu buka hati ya untuk aku. Selamat beraktivitas ya babyku"
Yuni yang membaca pesan dari tamz tersenyum, aduh aku ini kenapa ya kok jantung ku terus deg degan gini pada hal masih hanya wa loh yun adehh dalam hati yuni
Tiba-tiba teman-teman yuni datang juga ke perpustakaan, untuk membahas pelajaran sama seperti biasanya teman satu kelompok adalah teman yang kompak, bagi mereka satu kelompok dengan sahabat sendiri itu rasanya lebih nyaman sekali dari pada dengan orang lain, karna bisa sambil becanda kalau lagi bersamaan.
Tiba-tiba risma bertanya tentang pertemuan yuni dengan teman SMA nya
"ohh yun, gimana semalam jumpa dengan temanmu itu..??" tanya risma
"ia yun kemana cerita lah" kata jeje membuat temannya yang lain juga penasaran dengan ceritanya
"ia semalam aku jumpa kok dengan temanku itu dan jumpa juga dengan pria yang mau dia kenalin sama aku" jawab yuni dengan jujur kepada teman-temannya yang pada kepo
"jadi gimana yun..? Ganteng gak atau lebih ganteng temanmu ini" kata tomi
"ganteng sih gays, keren banget lagi, dia itu tinggi, putih aduhh pokoknya sempurnalah" kata yuni"
"jadi kalian udah jadian gitu" kata jeje
"gila lo je, kamu kira aku gampangan ehh teman mu ini gak mudah ya terima cinta dari cowok, apa lagi yang baru di kenal" yuni merepet dengar ucapan jeje
"lagian kita ini mau diskusi gays biar bisa mengalahkan kelompok lain, ini kalian malah bahas topik yang lain" kata yuni
"kamikan cuman kepo yun" jawab jeje sambil ngeledeki Yuni