
Kicauan burung di pagi hari yang cerah menyambut pagi yang bahagia. Mendengar kicauan burung dari luar kamar menandakan aktivitas pagi akan dimulai.
Kring... Kring... Kringg
Alarm hp berbunyi membuat wanita cantik yang disukai oleh banyak pria di kampus yang sedang menduduki Semester 3 dengan jurusan Administrasi itu terbangun dari tidurnya yang nyenyak
"hmmmm aduhh kok cepat banget sih paginya pada hal aku masih baru tidur dua jam, dan aku harus cepat pergi ke kampus untuk mengumpulkan tugas dari dosen kalau tidak nanti aku gk bakalan dapat nilai" dalam hati Yuni"
"Yun yun yun yun suara mamanya memanggilnya".
"Ia ma aku sudah bangun kok ini lagi membangusi kamarku yang lagi berantakan ma. Nanti aku bakalan keluar dari kamar kok ma."
Dengan sangat banyak pikiran yunu pun pergi ke kamar mandi yang sangat kecil, dia adalah orang yang tergolong sangat susah tapi dia selalu percaya kalau suatu saat nanti semuanya akan berubah seperti mana yang dia harapkan.
Di sepanjang perjalanan Yuni memikirkan perkataan temannya yang ingin mengenalkannya dengan seseorang temannya, yang jurusan sama dengan temannya yaitu anak teknik elektro.
"gimana ya rasanya kalau aku pacaran dengan anak tekni apa mungkin dia itu akan bersifat emosional seperti yang sering aku lihat di kampus, mereka suka tauran, ahh sudahlah kenalan juga belum sudah langsung berpikir yang aneh-aneh saja sih aku ini".
Sampai di depan halte kampus Yuni turun dari angkot karena memang dia selalu naik angkot kalau mau berangkat ke kampus beda dengan kelima teman-temannya yang lain, mereka kahir dari kalangan orang terpandang beda dengannya, namun teman-temannya selalu senang berteman dengannya.
"hai yun, mau masuk kelas" sapa selfi yang duduk di lantai dasar gedung kampus sambil menunggu tema-teman yang lai.
"*ia ayo kita naik"
"tunggu teman-teman yang lainnyalah biar kita sama naiknya, lagi pulak aku masik pengen lihat abang-abang teknik yang sangat keren-karen itu"
" akhh kamu inilah, emang ada yang kamu suka ya sel..? "
" ada tapi sia sudah punya pacar sepertinya"
"yang mana*" tanya Yuni penasaran
"akhh sudahlah lupakan saja, toh juga dia sudah punya kekasihkan untuk apa bahas dia"
"ayo naik yok" ajak Jelita yang sering di panggil dengan sebutan Jeje
"ayolah nanti, kita jadi duduk di belakang" kata Yuni "*apa lagikan jeje dan risma matanya sudah empat pun kadang tetap saja gak nampak melihat tulisan di infokus hahahha"
"sialan kau yun*" jawab risma
Mereka pun dengan semangat menaiki setiap tangga, karena kampus mereka adalah kampus yang paling tua dan bangunannya juga bangunan lama, pada saat masa penjajahan Belanda, sehingga tidak ada lift kampus. Kelas mereka berada di lantai 5 yang terdiri atas 10 lantai dan 10 gedung.
"hai semua sapa chintya"
"hai" Alis dengan wajah tidak suka menjawabnya
"tau gak sih gaes aku itu nanti mau jumpa dengan teman SMA ku mau jumpa dengan teman satu kampusnya" kata yuni
"temanmu itu cewek atau cowok yun"
"cowok ris"
"terus tujuannya jumpa dengan temannya temanmu untuk apa..? " tanya risma dipenuhi dengan rasa penasaran.
"kata sih mau deketin aku dengan temannya itu, mana tau kami bisa jodoh"
"oke kalau memang begitu jadi gak perlu kami temani" tanya cintia
"gak perlu girl, karna temanku ini sudah lama kok ku kenal"
"oke kalau memang begitu, tapi kalau ada apa-apa hubungi kami ya"
"tentu dong, kan kalian itu wajahnya sangar jadi orang-orang pasti pada takut kalau lihat wajah kalian hhahhahah" sambil tertawa Yuni, membuat teman-temannya yang lain jadi ikutan tertawa