Hot Baby

Hot Baby
5. (Tiba-tiba Kangen)



Jonathan pun mengantarkan Yuni sampai ke Rumahnya, memang rumah yuni lebih jauh dari Rumah jo


"oke tanks ya temanku yang paling ganteng" sambil muji Jo


"ia sama-sama, memang benar sudah banyak yang mengakui aku ganteng yun, dan kamulah wanita ke sekian"


"hemmm, biasa aja kalee" sambil masuk ke rumah meninggalkan Jo


"kamu hati-hati di jalan ya jo, kabarin kalau sudah sampai rumah" kata yuni sambil berjalan


"oke deh Yun"


Di rumah yuni, langsung masuk kamar karna mama dan papa nya masih pada kerja dia adalah anak perempuan satu-satunya dari 3 bersaudara, kedua abang yuni sudah pada kerja di luar kota, jadi tinggal dia sendiri yang kuliah dan menjadi biaya kedua orangtuanya


Kring


Kring


Kring


Hp yuni bebunyi menandakan ada yang menelpon, Yuni melihat yang menelpon adalah Tamz


"hallo" kata tamz dari seberang sana


"hallo" jawab Yuni


"lagi ngapain..? "


" aku baru siap mandi"


"ohh" kata tamz


"kamu sendiri lagi ngapain" kata Yuni


"mikirin kamu"


Deg


"kok mikirin aku sih"


"habis kamu cantik deh, aku pengen kita bisa lebih dekat lagi yun. Kamu sudah punya pacar atau belum yun" tanya Tamz dengan serius


"belum Tamz" dengan nada suara santai tapi yuni sudah deg degan


" samalah aku juga belum punya pacar, dan aku juga belum pernah pacaran"


"apa..?? Kamu belum pernah pacaran Tamz? " tanya yuni yang kaget mendengarnya, mana mungkin cowok seganteng kamu gak pernah pacaran yang benar saja dong batin yuni


" ia yun, aku memang gak pernah pacaran dari SMK dulu aku hanya sibuk main volly dan sibuk ikut proyek dengan papa aku, sehingga aku memang gak pernah pacaran. Aku itu lebih suka main volly dengan teman-temannya kalau di sekolah dari pada sibuk cari pacar, dan memang dari dulu aku gak niat pacaran sih" kata Tamz dengan polosnya


"kamu pandai volly dong ya"


"aku terkenal di sekolah paling jago main volly yun"


"bagus dong kalau gitu, berarti banyak cewek yang suka samamu, tapi kamu abaikan ya.? "


" gak tau sih yun, karna selama ini aku kurang respon cewek-cewek yang teriak-teriak manggil namaku, waktu aku lagi main volly di lapangan sekolah"


"ohh gitu ya, ngomong-ngomong kamu anak yang keberapa..?"


"aku anak yang terakhir dari 5 bersaudara, semuanya sudah pada menikah dan sudah punya keluarga masing-masing di luar kota cuman aku, mama dan papalah tinggal di sini" kata Tamz, sambil curhat dengan yuni, entah mengapa dia sangat senang bercerita lewat telpon dengan Yuni rasanya nyaman sekali


"ohh gitu ya, tamz besok lagi ya kita sambung aku mau ngerjain Tugas ne karna banyak banget tugas dari dosen aku"


"oke yun, selamat malam" tamz langsung mematikan telponnya dan tidur di atas ranjangnya sambil melihat ke langit-langit dan membayangkan wajah yuni, yang polos dan cantik.


Aku harus bisa dapatin dia, bagaimana pun caranya aku harus bisa dapatin dia, sebelum orang lain datang untuk menyatakan perasaannya dengan yuni batin Tamz.


Karna terlalu banyak menghayal akhirnya Tamz tertidur


Di rumah yuni sibuk mengetik tiba-tiba pintu rumah terbuka menandakan mama dan papanya sudah pulang kerja. Yuni pun langsung sigap untuk membukakan pintu rumah.