
Setelah Yuni dan Tamz selesai berbincang-bincang Tamz mengajak Yuni untuk bergabung lagi dengan teman-temannya yang lain.
"woi bro" sapa Tamz
"gimana bro..? Kira-kira cocoknya untuk di satukan dalam kata cinta?" sambil menatap Tamz dengan santai.
"emang lo udah kenal kata cinta nyet..? " tanya Tamz sambil tertawa sinis kepada Jonathan.
" kimbek lo Bro, bisanya cuman ngeledek aku yang jomblo ini! Gini-gini aku jomblo berkelas ya, gak sembarangan cewek yang aku pacarin" sambil menepuk-nepuk dadanya.
Melihat gaya Jonathan yang super pede banget teman-temannya pun pada tertawa keras
"bro kita pulang yok. kasihan cewek cantik yang di sampingku ini, entar pulangnya kemalaman" sambil menatap ke aras Yuni, yuni pun melihatnya jadi grogi
"ia ayolah" kata Jonathan
"lagi pulak Rumah si Yuni lebih jauh dari Rumah ku, tapi kalau Tamz berniat untuk ngantar Yuni juga gak masalah sih. Sekalian PDKT bro! Perjuangan bro" sambil mukul bahu Tamz
Tamz menatap ke arah Yuni untuk melihat reaksi yuni dengannya gimana.
"ia mau aku antarin pulang..? " tanya tamz kepada Yuni
"gak usah deh Tamz, lagian Jonathan searah dengan aku. Jangan repot-repot"
"oke, lain kali harus mau ya" kata Tamz
Teman-teman Tamz yang lain senyum-senyum melihat temannya yang benar-benar suka sepertinya kepada Yuni
"hemmmmm" Kata Joel
"sepertinya bakalan ada acara kemek-kemak ni kita beberapa minggu lagi hahahah" sindir Joel kepada Tamz.
"ribut lo bro"
"yah sudah kita mau pulang atau lo masih mau ngebucin lagi Tamz..?" kata Bass kepada Tamz.
"yah pulang lah apaan sih kalian ini"
Mereka pun bergerak menuju parkiran mengambil sepeda motor masing-masing. Tamz yang naik sepeda motor yang gede, membuat dia semakin lebih gagah dengan postur Tubuhnya yanh tinggi, bisa di katakan pemikat hati para wanitalah.
Setelah semuanya naik ke sepeda motor masing-masing Tamz mendekatkan sepeda motornya dengan Jonathan yang sudah membonceng Yuni
"hati-hati ya" kata Tamz kepada yuni
"nanti malam aku telpon kamu ya"
"oke" kata Yuni
"Jo antar sampai rumahnya dengan selamat kalau egak habis lo" Sambil mengepalkan tangannya
"ia bro, santuy dong bro. Lagi pula dia kan temanku" sambil menatap ke Tamz dan senyum-senyum melihat temannya
" okelah, sampai jumpa lagi ya" kata Tamz
Di sepanjang perjalanan Jo bertanya kepada Yuni apa saja yang mereka bicarakan tadi waktu di Cafe dengan temannya Tamz.
"Yun" kata Jo
"ia Jo kenapa..? "
"waktu di cafe bahas apa dengan dia..?"
"kami cuman bahas tentang jurusan apa di kampus, terus dia tanya aku tinggal dimana, terus aku anak ke berapa dan tukaran nomor Hp itu aja sih Jo"
"jadi menurut mu cocok gak sama jadi pacar mu..?? " Tanya Jo dengan serius kepada Yuni
" atau kamu sedikit naksir dia atau egk..? Jangan nanti jadinya gak enakan, kalian duakan sama-sama temanku, entar kalau ada masalah jadi aku pula yang terjepit"
"sejauh ini sih Jo masih biasa aja sih, tapi gak taulah entar gimana kelanjutannya kita lihat nanti aja lah ya jo"
Mendengar jawaban yuni, jo hanya mengangguk karna ada benarnya juga apa yang dia katakan, kasihan entar yuni terlalu berharap ehhh tau taunya Tamz malah gak serius