
Mereka pun akhirnya berpisah dan mengambil jalan masing-masing setelah perkuliahan selesai.
Yuni masih sibuk dengan hpnya, dia sibuk menunggu temannya untuk datang menjemputnya di halte kampus karna mereka sudah janjian akan bertemu di halte kampus
"ikh kok lama banget si Jonathan ini, katanya akan datang tepat waktu, awas aja nanti kalau jumpa bakalan aku omenlin dia sepanjang perjalanan. Tega-teganya dia buat aku nunggu di Halte sendirian". Dalam batin yuni dia mengutuk temannya yang tak konjung datang.
Titttt
Titttt
Titttt
Klakson kereta berbunyi mengangetkan Yuni yang sedang cemberut menunggu Jo yang barusan datang
"ikhh jo gimana sih hampir tau jantung aku copot". Sambil mengelus dadanya yang terkejut karna ulah Jonathan.
"salahmu sendiri kali Yuni, ngapain juga kamu melamun gak jelas tiba-tiba kesambek baru tau kamu" ngeledek Yuni
"kamu yang kurang etika pake acara klekson buat aku kaget tau. Lagian aku capek tau nungguin kamu sudah 1 jam, kalau gak mengingat kamu itu sudah temanku daru SMA aku sambal juga mukamu"
"widihhh galak amat neng, muka ku yang ganteng gini kok di sambal sih, hilang dong gantengku jadinya. Niat ikut gak sih.? Merepet mulu Yun, gemas aku jadinya". Sambil mengedipkan matanya supaya Yuni tidak ngambek lagi.
"yah sudah ayo" Yuni pun berjalan mendekati sepeda motor temannya.
"cepat naik"
"naik katamu, emang aku gak pake helm entar kita ditilang polisi lagi, gila aja pergi gak pake helm" sambil cemberut
"ini nah pakelah atau aku juga yang memakaikannya biar kamu senang yun..?"
"jangan kepedean cepat naik, temanku sudah nunggu"
Selama di kereta nenuju cafe untuk menjumpai temannya Jonathan yang ingin dikenalkan dengan Yuni mereka selalu berbincang tentang teman-teman SMA. Sehingga membuat Yuni tertawa terus karna Jona orangnya sangat humoris dan lucu kalau berbicara sehingga mampu menghidupkan suasana
"yun, nanti kalau jumpa dengan temanku itu jangan terkejut yah karna dia ganteng"
"akhh gak percaya aku Jo dengan omonganmu, kamu kan sulit dipercaya"
"yah sudah kalau gak percaya dengan omonganku lihat saja nanti jangan sampai salah tingkah sendiri karna lihat dia yang sangat ganteng, tapi yun tetap saja sih memang aku yang paling ganteng walapun temanku itu ganteng"
"hahahhaha jo jo kamu tu jadi orang pedenya kok tinggi banget sih" yuni tertawa sampai wajahnya memerah mendengar omongan temannya
Menempuh perjalanan 45 menit dari kampus ke Cafe hijau akhirnya merekapun sampai.
"Jo rambut aku berantakan karna helm kamu ini" sambil mukul helm yang dipegangnya
"kenapa jadi salahkan helmnya sih..?? Memang rambut mu saja seperti bulu singah seram" sambil tertawa
"gak lucu" jawab yuni yang sudah kesal
Selesai berdebat mereka pun masuk kedalam cafe, dan menjupai 3 pria yang sudah duduk di pinggir dekat dinding
Deg
Tiba-tiba jantung yuni berdetak lebih kencang dari biasanya, gak biasanya yuni seperti ini apalagi kalau hanya ingin kenalan dengan laki-laki karna laki-laki sangat sering sekali datang menjumpainya secara langsung kalau di kampus hanya untuk berkenalan tapi kenapa tiba-tiba beda dengan yang satu ini ya.