Hate to Be Love

Hate to Be Love
Terbayang



Sesampainya didepan pintu rumah Syakira mengambil kunci yang ada di tas nya dan dimasukan kedalam lubang pintu' Ceklek'


Dan langsung menuju kamar kebanggaan walaupun kecil tapi ia sangat senag di tempat itu karena banginya ia bisa mengungkap kan kelus kesah nya tanpa ada yang mengganggu


Kamar Syakira



Gadis itu mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur nya dengan sekilas menatap jendela besar yang berada tepat di dinding belakang tempat tidur


Syakira lagi lagi menghembuskan nafasnya


dan mencoba merilekskan pikirannya yang dari tadi terbayang wajah tampan pria yang menatap nya dan perasaan yang tidak tau itu apa sambil membuka sepatu dan tas punggung nya


"Aduuh kenapa sih mikirin Si Buyung puyuh enggak ada kerjaan aja ,mungkin dia tadi tersinggung aja dengan perkataan gue jadi ya gitu tapi kenapa gue kepikiran terus dan perasaan gue kenapa gini,,ih sadar Syakira jangan ke Gere ran,Tarik nafassssss hembuskan"Cibir Syakira kepada dirinya sendiri


Syakira pun terbaring sambil menatap langit langit kamarnya dan kemudian ia pun tertidur pulas


*********


Ditempat lain didpati Evan sedang berkumpul dengan anak band nya di sebuah cafe


Niat nya untuk melupakan kejadian itu tapi malah makin terbayang


Rio heran melihat temanya sedari tadi melamun,"Ngelamunin apaan sih bro"


"Siapa yang melamun"Jawab Evan


"muka Lo tuh enggak bisa boong"Ucap Gino temen nge-band Evan


"Kalau gue ngelamun emang masalah?"


"Ya enggak sih tapi tumben tumbenan aja gitu,ya ga yo?"


"Yo i,,apa jangan jangan Lo lagi mikirin cewek"


"buang waktu aja mikirin cewek"


"Lo gimana sih kita butuh cewek itu masa depan kita cuy,,kaya goa dong pecinta cewek terhormat"


"Fake boy dibilang terhormat"Cibir Rio pada Gino


"Sembarangan gue bukan Fake boy,gue itu setia tapi belum ada yang cocok"


"Cewek itu butuh kepastian bukan permainan"


"Ya kalau gue belum cocok kan gimana"


"Serah lu aja dah no"


"ya dong terserah gue,,sultaaan"membanggakan dirinya


"Lama lama gue sumpel juga mulut Lo"


"Udah udah jangan pada berantem" ucap Evan mencoba meleraikan


Rio mencoba mencari topik pembicaraan


"emm bro gue lagi ngegebet cewek nih"ucapnya


"Siapa tuh?"Gino menggoda


Rio mencoba jujur"Sisi"


"CS si mulut mereco?"tanya Evan


Rio menganggukkan kepala sambil menyeruput kopi latte art yang sudah ada di depan bibirnya


Gino mencoba memastikan"Bukan nya Sisi udah punya pacar ga sih"


"Iya si Jojo tapikan cuma pacar,,sebelum janur kuning melengkung masih bisa nikung bro"


"Pikiran Lo"ucap Evan


"Tapi bener juga sih,lagian si Jojo itu kan play boy tingkat Dewa pasti enggak bakal langgeng"Ujar Gino


Evan menghentika pembicaraan temanya yang sedang menerka nerka"Hush jangan gitu ah "


"Lo juga Van sampai kapan ngejomblo?"goda Gino


"Iya tuh,, Lo kan ganteng ,kaya,banyak wanita yang ngejar Lo,,tinggal milih aja yakaaan"Goda Rio


"Belum kepikiran"jawabnya sambil meminum coffe yang ada ditangannya


"Lo udah mau lulus masa belum kepikiran buat cari cewek lagi sih belum bisa move on atau gimana"


Evan beranjak dari duduknya"Udah ah udah malem juga gue duluan"


"Kebiasaan dah main tinggal aja"ucap Rio


**********


"Assalamualaikum"ucap Nita sambil membukakan pintu depan dan kemudian melangkah masuk kedalam rumah nya


Tidak ada jawaban"Sepi amat,,mana Syakira ya?"bertanya tanya


Kemudian Nita menuju meja makan yang biasanya sudah ada makanan buatan putrinya itu


"Kok belum ada makanan,,apa dia belum pulang?"


Nita pun langsung beranjak menuju kamar Syakira"Ck,ck,ck anak ini"


Syakira pun mencoba bangun mengumpulkan nyawanya sambil menyipit kan matanya"Mama..?"ucapnya


Nita beranjak mendekati putrinya sambil merapikan barang yang berserakan


"Kamu ketiduran ya!! ini udah jam 6 malam"ucapnya


"Ah iya ma ,maaf ya Syakira engga sempet nyiapin makan"jawab gadis itu


"Iya capeeeeeeek bangeeeet"Ucapnya sambil menggeliat


"Yaudah sana gih mandi udah bau,,mama mau masak dulu"Suruh mamanya


Syakira langsung mencium ketiak nya"Apaan sih orang wangi gini"


Nita pun tertawa kecil melihat kelakuan anak nya"Iya iya deh,,buruan mandi biar seger"


"Siap Mama ku yang cantik"Jawabnya manja


Tanpa ada obrolan lainnya mereka pun beranjak melakukan kegiatan masing masing


****


Sepulang dari cafe Evan langsung berjalan menaiki anak tangga rumahnya menuju kamarnya


Gadis yang sedang duduk di ruang tengah sembari menonton TV yang menyadari bahwa Kevin melaluinya


"Salam salam apa kek malah nyelonong aja"Gerutu Dinda adik Evan yang berusia 3 tahun lebih muda darinya


"Dek Kakak kamu udah pulang?"tanya Ibunda Evan


Dinda pun langsung menjawab "udah tu barusan"jawabnya


Dikamar Evan



Setelah sampai di kamarnya Evan pun langsung beranjak ke kamar mandi dan membersihkan dirinya


pria itu pun keluar dari Kamar mandinya menuju ruang ganti dengan handuk yang melilit antara pinggang dan lutut memperlihatkan tubuh sisfeknya sambil mengeringkan rambut yang basah karena keramas


Setelah beres melakukan kegiatan tersebut pria itu merebahkan dirinya di atas kasur empuknya


Evan menatap langit langit kamarnya dengan tangan menjadi bantalan sambil menyempilkan senyuman di antara lamunannya


Tidak salah lagi iya sedang memikirkan wanita yang selalu membuat tingkah konyol dan membuat kesal selama berada di SMA yang tidak terasa beberpa bulan lagi ia akan lulus dari SMA tersebut


"Sialan gue malah mikirin si mulut mereco sih,,udah gila nih,,hadeuuh Evan evan" ujarnya pada diri sendiri sembari megacak ngacak rambutnya


Evan pun mencoba tertidur dan memejamkan matanya tapi bayangan wanita itu selalu ada di pikirannya


'Tok tok tok


Suara pintu itu memecahkan lamunanya


"Masuk"Ujar Evan


pintu pun terbuka memperlihatkan seorang gadis berwajah cantik yang datang dari balik pintu"Kak itu makanannya udah siap mama dan papa tuh udah nunggu dibawah"ucapnya


Tanpa menghiraukan perkataan adiknya itu Evan langsung berjalan memenuhi perintah adiknya


"Kebiasaan deh enggak jawab dulu maen nolonyong aja"Gerutu Dinda


Sesampainya di ruang makan sudah di hidang kan segala menu makanan dengan keluarga nya yang sedang menunggu kehadiran nya


Evan pun menduduki dirinya di sebelah papa nya yang berhadapan dengan adik dan juga bunda nya


Tidak seperti orang kaya yang selalu elegant dengan makannya tetapi keluarga Evan senang berbincang pada selipan makannya karna pada saat itulah keluarga nya berkumpul


Hans ayah Evan pun bertanya kepada dirinya "Van nanti kuliah mau diterusin ke fakultas mana"tanya nya


"Emm fakultas milik papa aja yang ada di Jakarta "Jawab Evan sambil terus mengunyah makanan


Hans pun memberi pendapat nya"Enggak mau coba kuliah diluar negeri?"


Evan memberhentikan makannya"Enggak deh pa males lagian yang disini aja bagus bagus"jawabnya sembari meneruskan makannya


"Itu karna enggak mau jauh jauh dari Dinda kan kak"goda adiknya


"Gere banget,,lagian Kakak kuliahnya dijakarta bukan dibandung jadi enggak akan ketemu sama kamu"Ujar Evan menatap adiknya


"Siapa juga yang mau sama Kaka songong kayak gitu"Cibir Dinda


Evan pun membalas cibiran adiknya dengan ketus"Dasar Adek laknat"celetuknya


Sebelum dia membalas perkataan kakanya Vina sudah terlebih dahulu menangkis jawabnya "Udah jangan bertengkar di meja makan enggak baik "Ucapnya


"Jadi kalau di tempat lain boleh "Jawab Dinda sambil tertawa kecil


"Bisa aja ya kamu jawabnya"Ujar Ibunda ke2 anak itu


"Udah udah jangan ribut"lerai Hans


Mereka pun melanjutkan makanannya dengan damai


setelah itu mereka pergi meninggalkan ruang makan dan kembali sibuk dengan urusan pribadinya termasuk Evan yang langsung kemabali ke kamarnya


Ia pun merebahkan dirinya dan tidak lama ia terlelap ti






Bersambung


Dinda Amelia Sundoro ( Adik Evan)



'Jangan lupa tinggalin jejak,,Klik tanda Jempol tuh,,terus tanda love/ favorit,,dan tambahkan komentar yang positif udah gitu aja ,,ouh ya jangan lupa vote terimakasih 🙏😅🖤