
Tak lama pun Bi Ira pun datang membawa kan minuman dan cemilan.
"Silahkan di makan non semua nya. "ucap Bi Ira.
"Makasih ya bi. "ucap mereka serentak.
"Bibi permisi dulu ya non. "ucap Bi Ira.
"Iya bi. "jawabku.
Bi Ira pun pergi dari ruang keluarga menuju ke dapur.
"Bentar gue ganti baju dulu. "ucap Lia.
"Eh Li, gue ikut juga dong. "pinta Key.
"Yaudah ayok. "ajak Lia.
"Kalian mau ganti baju juga nggak? "sambung Lia lagi sambil bertanya kepada Rayana dan Hanna.
"Emang boleh? "tanya Hanna dan ku balas dengan anggukan saja.
"Ehh... nggak usah deh, ngerepotin nanti jadi nya. "timpal Rayana.
"Enggak, udah ayok. "ucap Lia sambil berjalan pergi menuju ke kamar nya.
"Ayok Rayana, Hanna. "ajak Key dan mereka berdua pun berjalan mengikuti Key dari belakang untuk menuju ke kamar Lia.
Sesampainya di depan pintu kamar Lia.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk. "ucap Lia dari dalam kamar.
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam kamar Lia.
Sekali lagi mereka di kejutkan dengan kamar yang sangat besar dan mewah.
"Wahhhh.... gila besar banget kamar loh Li, kalah kamar gue. "ucap Rayana.
"Ho'oh kamar ku juga kalah besar dan mewah jika di bandingkan dengan kamar nya Lia. "timpal Hanna.
"Biasa aja, kamar kalian juga pasti tidak kalah besar dan dari kamar ku. "ucap Lia.
"Yaudah ayok. "sambung Lia lagi sambil mengajak mereka pergi ke walk in closet.
"Kemana? "tanya Hanna.
"Walk in closet. "jawab Lia singkat, jelas, padat dan mereka pun mengikuti Lia dari belakang.
Sesampainya mereka di walk in closet milik Lia, sekali lagi mereka terkejut terkagum-kagum melihat nya.
"Woww... banyak banget baju lo Li, bagus-bagus semua lagi. "ucap Hanna dan Lia yang mendengar nya pun hanya terkekeh geli melihat nya.
"Pilih saja mana yang ingin kalian pakai. "ucap Lia dan mereka sendiri pun memilih masing-masing pakaian yang akan mereka pakai.
"Iya. "jawab Lia.
Style Lia
Style Keyla
Style Rayana
Style Hanna
"Udah selesai kan? "tanya Keyla dan di balas anggukan oleh mereka.
"Yaudah kalo gitu ayok kita balik ke ruang keluarga. "sambung Key lagi sambil mengajak mereka keluar dari kamar Lia dan menuju ke ruang keluarga.
Sesampainya mereka di ruang keluarga.
"Ekhemm...."deheman Rayana.
"Emm...apakah ada yang perlu di jelaskan disini. "sambung dan tanya Rayana.
"Gue tau kalo kalian dari tadi bingung dan pingin nanya kan?!"ucapku.
"Ok kalo gitu gue bakal kasih tau satu rahasia sama kalian. "sambungku lagi.
"Apa tuh? "tanya Rayana dan Hanna penasaran.
"Seperti yang kalian lihat kita sekarang dimana? "tanya Lia.
"Di rumah lo. "jawab Hanna.
"Dan setau gue ini mansion milik keluarga paling kaya no 1 di negara ini. "timpal Rayana.
"Keluarga Tamawijaya. "sambung Rayana lagi dan Hanna serentak.
"Nah tuh kalian dah tau. "jawab Lia cuek.
"Trus kita ngapain di sini, bukannya diantara kita nggak ada ya yang berasal dari keluarga Tamawijaya? "tanya Hanna.
"Yaelah Li... Li... langsung kasih tau aja napa, lo kalo kayak gini yang ada bikin orang bingung plus penasaran. "kali ini Key yang berbicara.
"Hmm. "jawab Lia singkat.
"Apa jangan-jangan lo lagi anak plus putri tunggal dari keluarga Tamawijaya yang nggak diketahui oleh orang-orang itu? "tanya Rayana yang sudah mulai curiga dengan Lia.
"Apa bener Li yang di bilang sama Rayana itu kalo lo itu pewaris dari keluarga Tamawijaya? "timpal Hanna lagi sambil bertanya.
~HTBL~