
Bel pun berbunyi menunjukan waktu belajar mengajar sudah usai
semua siswa di sekolah itu bergegas untuk bersiap pulang
"Akhirnya pulang juga make up gue udah luntur nih"Ujar Sisi sembari merapikan buku dan alat tulisnya lalu memasukan kedalam tas yang berwarna merah muda miliknya
"Make up terus yang ada dipikiran Lo"cibir Syakira sambil melakukan kegiatan yang sama
"Terserah gue lah,,wanita itu harus cantik dan perfect enggak kaya kamu udah buluk kusut lagi"balas Sisi dengan memasang wajah mengejek
"sembarangan gue itu cantik alami dari lahir no makeup makeup segala cantik nya gue itu ibarat bidadari turun dari-___"belum juga selesai Sisi sudah memotong perkataan gadis itu
"Solokan haha.."celetuk Sisi sambil tertawa meledek
"Curuuuuut "teriak Syakira dengan kesal
"Ampuuuuun tanteee ratuuuu"teriak Sisi sambil berlari mebawa tas nya karena takut amukan temanya itu
"Sisiii Lo mau kemana sini Lo"teriak Syakira kencang membuat pendengarnya menutup telinganya,,Syakira pun beranjak untuk mengejar temanya sambil membawa tas punggung nya
"Kenapa sahabat gue pada sengklek semua sih"ujar Selly sembari menatap tingkah laku dua sahabatnya itu
"Iya tuh mungkin kerasukan arwah nenek lampir kali,ruqiah aja Li temen bar bar kayak gitu"Ucap Regi sambil melakukan kegiatan hal yang sama dengan gadis itu
"Nyambung bae si Lo kayak kabel PLN aja"
Ujar Selly Sambil mendorong kepala Regi dengan pelan
"Gak hanya nyambung ke kabel PLN,,nyambung ke hati kamu aja aku siap kok"gombal Regi
"Lo ngegombal?Gak cocok tau?"
"Kalau di anggap serius juga ga papa kok Li"
"Apaan sih enggak lucu tau,,dah lah gue duluan,,baye!"ujar gadis itu sambil beranjak untuk pulang
"Diliat liat cakep juga gue jadi suka Li"gumam cowok itu sambil melihat ke arah cewek itu yang semakin mengecil dari pandangannya
"Apaan sih gi aduuuh mode bucin gue on nih"gumam Regi sambil mengacak acak rambutnya
*
Ditempat berbeda didapati Syakira sambil celingak celingukan mencari keberadaan incrannya yaitu Sisi
"Mana tuh si curut centil"ucap Syakira
'BRUGG
Tanpa ia sadari tiba tiba ia menabrak seseorang yang ada di belakang nya yang sedang memakai lipstick merahnya otomatis lipstick nya mengenai pipi mulusnya
Syakira pun memutar tubuh nya tersebut menjadi berhadapan dengan yang di tabrak nya
'Aduh nabrak Kakel genit lagi' pikirnya
"Eh maaf kak aku gak sengaja maaf ya kak ya..ya.."ucap Syakira memasang wajah untuk dikasihani dengan menunduk karena takut akan amarah Kakel itu yang tak lain bernama Febi mengingat dia adalah kakak kelas paling kejam dan suka ngebully orang yang punya salah padanya
'Febi adalah Primadona wanita di kampusnya dengan paras nya cantik membuat laki laki mengantri untuk mendapat kan cintanya tapi sikap nya yang tidak seindah parasnya membuat tidak sedikit orang menilai buruk dirinya
Syakira pun langsung mengganti arah hadap nya menjadi membelakangi gadis itu
Setelah mau melangkah tiba tiba ada yang menarik kerah baju belakang nya "mau kemana Lo"ucap Febi
'Aduh mati gue' Batinnya
Gadis itu pun sontak membalikan badannya
"Hehe"nyengir kuda"kak kan tadi aku udah minta maaf"
Febi langsung memegang dagu Syakira dengan kuat "Emang minta maaf doang cukup"
"Teruus"Syakira bingung
"Lo harus minta maaf sambil nyium kaki gue ngeerti ga!"sentak Febi sambil melepaskan tangan nya secara kasat
"Ta Vidio in biar di viralin lah"suruh Febi ke Tara sahabat nya yang dari tadi diam melihat perilaku sahabatnya,Tara pun melakukannya
"Najis banget gue nyium kaki Lo ,, gue juga ga sampe gitu ke mama gue"
"Heh berani ngelawan sama gue"
"Kalau berani emang kenapa"
Febi pun mengangkat tangan kanannya menuju ke pipi mulus gadis itu,,gadis itu pun menutup matanya karena takut
Belum juga tamparan nya mengenai pipi Syakira ada tangan yang menangkis tangan Febi dari belakang
Sontak Febi menurunkan tangannya dan berkata dengan terbata bata
"E-e-evan"
Mendengar hal itu Syakira pun membuka matanya dan melihat ke belakang tenyata benar terdapat sosok pria tampan dan gagah dibelakang nya dan jantungnya saat ini terasa berdetak lebih kencang dari sebelumnya
"Lo jangan ngelakuin hal bodoh ini lagi enggak ada moral benget "Kata Evan dengan ketus dan muka datarnya
'Ini manusia apa kulkas sih enggak ada ekspresi nya sama sekali' pikir Syakira
Evan langsung menarik tangan Syakira berjalan menghindar dari gadis yang setia mematung
"E Evan ini bukan seperti yang dibayangin Lo" Kata kata Evan terdengar biasa saja tapi untuk Febi terdengar sangat sakit karena dia memang sangat mencintai dia sejak pertama kali bertemu
Tapi itu hanya sia sia Evan sudah meninggalkan agak jauh dari hadapan dirinya
*
"Aduuh dimana si cabe rawit sama si Mahmud enggak keliatan batang hidungnya"ucap Sisi sambil celingak celinguk menunggu sahabatnya
'*Cabe rawit adalah panggilan sayang sahabatnya untuk Syakira Karen emang anak nya itu pinter tapi rada oon kalau masalah bucin dan tentu ngomongnya suka asla jeplak
'*Sedangkan Mahmud adalah panggilan untuk Selly mengingat orang nya yang dewasa da selalu jadi penengah
'Kalau Curut centil itu nama panggilan untuk Sisi yang suara nya cerewet dan susah dieum ditambah maen nya sama make up make upan gitu deh*'
"Eh hai Si.."Ujar pria itu terlihat sedang berjalan ke arah gadis itu
Sisi pun langsung mencari sumber suara yang memanggilnya itu"Eh kak Rio Hai"
"Kamu sendirian aja mana yang lain?"
"Oh itu aku lagi nungguin si cabe rawit sama Mahmud tapi belum dateng juga"
"Cabe rawit,Mahmud?"tanya Rio heran dan menaikan salah satu alis nya
"Ah itu maksudnya Syakira sama Selly hehe"jawab gadis itu dengan ditemani oleh senyum kuda
"Oh panggilan sayang yah"
"Bisa dibilang gitu sih"
"emmm Si.."
"Kenapa?"
"Gue boleh minta no hp Lo ga "
"Buat apa?"
"Enggak cuma-__"belum juga selasai perkataan nya di potong dengan suara pria yang ada di sebelah nya
"Sayang.."panggil pria itu mendekati Sisi
'Sayang? jadi Sisi udah punya pacar toh
pikir Rio sembari merilekskan kan hatinya karena memang ia akhir akhir ini suka sama gadis itu
"Eh Jo sini,,kenalin kak Rio ini Jojo pacar aku hehe"ajak Sisi dengan menarik tangan pacarnya itu kesamping nya
"Ada apa ya tadi kalian bicara berdua?"tanya Jojo
Sisi langsung menatap mata pacarnya itu seperti mengkode tidak terjadi apa apa
"Santai aja bro gue cuma ajak ngobrol pacar Lo sambil nunggu temen gue"Rio tersenyum menahan sakit hatinya yang bagai tertusuk pisau
" Oh gitu,,ya udah sayang kita pulang"
"Nanti dulu Jo gue nunggu dulu Syakira sama Selly dulu
"Ah iya Lo mau bareng sama mereka atau Sama aku"
"Emmm sama kamu aja deh nanti aku chat aja mereka"
"Yaudah Bro gue duluan"
"Ka Rio duluan ya! kalau ketemu Selly sama Syakira bilang aja Sisi udah berangkat"
"Oke"Jawab singkat Rio sambil memandang sepasang kekasih itu menaiki motor sport nya
'Kenapa gue selalu sad sih,,tapi gue enggak boleh menyerah,,Sebelum janur kuning melengkung masih bisa nikung' gumamnya sambil tersenyum licik
•
•
•
•
~Bersambung
Jangan lupa tinggalin jejak ya!!
klik jempol,klik favorit yang love itu
terus kasih komentar deh udah gitu aja dan jangan lupa Vote 🙏😅🖤