
Happy reading
Dan pastinya hal tersebut membuat mereka sekelas terkejut dan menoleh pada siapa yang Haikal maksud , santri putri yang merasa di panggil pun tentu nya malu, karena semua sorot mata tertuju pada nya .
Dengan perasaan takut setengah malu , santri yang di maksud oleh Haikal itu pun mengumpulkan sedikit keberanian nya untuk maju dan menjawab pertanyaan yang Haikal lontarkan.
Haikal yang awal berdiri kini ia bergerak duduk di kursi guru . " Kamu siapa nama nya ?".
" Saya ratna Gus ". Ratna menunduk tak berani hanya untuk bertatap muka dengan Haikal secara langsung, yang melihat nya dengan sorot mata tajam nya.
" Kamu jelas kan apa yang di maksud mubtada' ke teman-teman kamu ". Pinta Haikal tanpa menatap Ratna , ia justru sibuk membolak-balikkan halaman pada buku yang ada di depan nya .
Tanpa menunggu lama lagi . Ratna dengan segera menulis kan apa yang ia tahu di papan tulis dan segera menjelaskan nya pada teman-teman satu kelas nya.
★
Hari telah berganti malam ...
Kini perasaan Amanda sedang risau menunggu kedatangan Bella juga Salsa yang tak kunjung datang. Ia mengajak mereka berdua untuk membahas rencana agar ia bisa kabur dari pesantren. Amanda akui di sana memang ada kakak nya , namun ia tetap tak ingin berada di sana , karena menurut Amanda , pesantren sama saja dengan penjara, di mana ia tidak bisa bergerak bebas dan harus selalu izin jika ingin keluar.
Tak berselang lama .
Dari balkon kamar, Amanda bisa melihat mobil Bella mulai memasuki gerbang rumah nya . Tentunya dengan perasan senang nya Amanda melambai kan tangan, agar teman-teman nya itu segera naik dan menjumpai nya .
" Manda , kamu kok malah di sini bukan nya siap-siap ?". Terdengar suara bunda nya yang baru memasuki kamar nya .
Annisa terkejut melihat banyaknya baju juga barang-barang bawaan Amanda yang masih berserakan, belum lagi koper yang berada di atas tempat tidur, sangat menambah kesan berantakan yang sesungguhnya.
" Amanda kamu di masih di kamar mandi ya ?". Teriak Annisa yang belum kunjung mendapati jawaban dari putri nya .
Amanda yang sebelumnya memang mendengar dan tau jika bunda nya masuk ke kamar nya , namun ia masih enggan untuk beranjak dari balkon kamar nya . Dengan sedikit terpaksa Amanda menyahuti teriakan bundanya.
" Amanda di sini bunda ". Jawab nya lantas beranjak menemui Annisa.
" Kamu ngapain di situ ?" . Tanya Annisa duduk di tepian tempat tidur. Menarik koper dan meletakkan nya di lantai.
" Lagi nungguin Bella Ama salsa". Balas Amanda akan melangkah pergi dari kamar.
" Terus sekarang mau kemana? , Emang mereka berdua mau kesini? ".
" Iya bunda mereka dateng--". Belum sempat melanjutkan ucapannya, terdengar bunyi bel pintu rumah yang di tekan berkali kali. " Tuh kan mereka udah sampe, aku ke bawah bentar ya bunda ". Balas nya langsung menyelonong pergi begitu saja.
★
" Assalamualaikum Gus kok diem di sini , ngapain?". Tanya Aryan menepuk pundak Haikal dari belakang, membuyarkan lamunan Haikal.
" Waalaikum salam, Lagi banyak pikiran aja bang , jadi pengen di sini dulu ". Haikal sedikit menggeser duduk nya agar Aryan bisa ikut bergabung duduk pada kursi kayu di samping aula .
Kebetulan para santri putra sedang ada jadwal ngaji malam . jadi dari tempat yang mereka berdua singgahi hanya terlihat beberapa orang saja yang berlalu lalang.
" Ada yang mau di ceritain ?". Tanya Aryan tiba tiba membuka suara . Ya- Haikal memang sering bercerita pada Aryan, Haikal memang juga Sudah menganggap Aryan seperti kakak nya sendiri, itu lah sebab nya .
" Masalah soal Abah , jadi ga bisa di ceritain gitu aja ". pandangan Haikal tetap fokus ke arah depan . Datar tanpa ekspresi sama sekali.
Aryan menarik napas panjang , ia faham dengan maksud Haikal. " Semua nya sudah di atur Allah gus ".
Mau bagaimana pun aib keluarga tetap lah menjadi rahasia keluarga, yang mana orang lain di larang untuk mengetahui nya.
" Saya boleh minta pendapat ga Gus ?". Lagi , Aryan kembali buka suara.
" Pendapat? Soal nya apa bang ?". Haikal mengernyit dahi nya bingung.
" Tahun depan insyaallah rencana nya mau lamar ustadzah Dinda , menurut Gus Haikal sendiri , dia bakal mau nggk yah ?".
Haikal menoleh, tersenyum mendengar pertanyaan aryan . " Nggak ada salah nya untuk di coba dulu bang , kalok memang jodoh pasti bakal di pertemukan ".
Aryan mengangguk. " Saya jadi nervous, padahal rencana masih tahun depan ".
Haikal tertawa mendengar ucapan aryan . Haikal tak pernah mendengar aryan menggunakan bahasa seperti itu , itu sebabnya ia tertawa kecil.
" Kok malah ketawa sih Gus ". Tanya aryan heran.
" Saya jarang denger bang aryan bilang " nervous" ". Haikal membentuk 2 jari kemudian menekuk nya dan gerakan tersebut ia lakukan berulang ulang.
" Ya saya , belajar juga kan Gus ". Balas aryan tertawa kecil karena malu .
★
" Ya udah kalian lanjutin dulu ngobrol nya , besok kan Amanda udah ga di rumah lagi ". Annisa meletakkan beberapa cemilan juga minuman di meja di dalam kamar Amanda.
" Makasih bunda ". Bukan , bukan Amanda yang mengatakan hal itu , melainkan Salsa. Ya- bella dan Salsa memang memanggil Annisa dan Bima dengan sebutan Bunda dan Yanda sama seperti Amanda . Annisa sudah menganggap mereka layak nya anak mereka sendiri karena pertemanan ketiga nya yang sudah terjalin dari jaman SMP hingga sekarang lulus SMA .
" Iya , Bunda tinggal dulu yah , kaya nya Yanda Bentar lagi pulang".
" Iya Bunda ". Ucap ketiga hampir bersamaan.
Annisa pun keluar dari kamar Amanda tak lupa menutup pintu nya kembali dan bersiap menyiapkan air hangat untuk suami nya membersihkan diri . Juga mempersiapkan makan malam untuk sang suami . Meski ada pelayan di rumah mereka namun tugas seperti itu harus ia sendiri yang melakukan nya.
Sedangkan di dalam kamar Amanda...
Seperti nya sedang sibuk dengan rencana yang akan mereka lakukan besok .
" Jadi ikut rencana yang tadi oke ?". Amanda kembali mengingat kan dan membuat persetujuan dengan teman - teman nya .
" Iya Manda tenang aja , lo nggak akan berada di pondok lama - lama , rumah gw siap buat nampung elo , asal kan ada bayarannya". Bella mengedip sebelah mata nya berulang kali.
" Ih perhitungan banget sih lo bell ". Gerutu amanda .
" Tenang man , kan ada gw lagian elo dan keluarga elo juga udah baik banget Ama keluarga gw ". Salsa menepuk-nepuk pundak Amanda.
" Tapi kalok semisal elo berdua anterin gw ke puncak bisa kan ? , Gw mau kabur Sampe sana , mau nginep di villa bokap". Ucap Amanda.
" Bakal jauh banget Manda , gw bercanda tadi di rumah gw aja atau kita ke apartemen gw ?". Balas Bella .
" Kata Bella bener man , ada 3 jam an perjalanan kita ke puncak, aku juga harus ngurusin kuliah aku kan ". Salsa ikut menimpali , ia setuju dengan ide Bella .
" Ya udah deh kita apartemen Bella , makasih ya kalian mau gw repotin serepot ini ".
Salsa merentangkan kedua tangannya guna memeluk kedua sahabat nya itu . " Kita adalah sahabat, yang harus saling ada di saat 1 sahabat kita butuh ke-dua nya "..
THANKS FOR READING