
Happy reading
" Kamu mau kemana ? , sekarang udah jam 8 malem , dan kamu malah mau keluar ?". Teriak annisa—sang Ibunda yang melihat putri bungsunya menuruni tangga, dengan tergesa-gesa.
" Mau main bunda, aku ada janji sama temen-temen". Jawab Amanda sembari mengenakan jaket kulit berwarna hitam kesayangannya.
" Mau ngapain? Balapan lagi ya ?". Selidik Annisa yang sudah sangat hafal betul dengan anak nya yang satu ini .
" Hm nggak kok bunda , cuma ngerayain kelulusan. aku pamit yah Bun ".
" Pulang nya jangan malem-malem nanti Yanda pulang terus kamu masih di luar pasti kena hukuman ". Titah Annisa yang sudah jengah dengan kelakuan anak nya yang suka keluar malam. " Tadi udah solat belum ?".
" Udah kok bunda, bye bunda".
" salim dulu terus ngucapin salam ". Annisa kembali mengingat kan.
" Iya aku lupa hehe , maaf bunda". Balas Amanda dengan senyum nya menampakkan gigi putih nya yang berjajar rapi .
Segera meraih tangan bunda nya dan mengecup punggung tangan nya." Assalamualaikum bundaaa".
" Waalaikum salam, jangan balapan". Teriak Annisa saat sang putri sudah lebih dulu menyelonong pergi begitu saja.
" Iyaaa bunda ".
BRUUUMMM...BRUUUUMMM...
Sebelum benar benar pergi Amanda akan selalu memanasi mesin mobil milik nya . Karena Amanda akan selalu membawa mobil Lamborghini Sian Roadster 2020 yang di Hadiahi oleh sang kakek kemanapun ia pergi.
Mereka dulu sama-sama menyukai sesuatu yang berbau balapan. hingga pada saat Amanda akan melaksanakan lomba matematika tingkat internasional, kakek nya berjanji akan menghadiahkan mobil tersebut untuk Amanda bila juara 1.
Di dalam rumah pun sang ibunda hanya dapat menggeleng kan kepalanya dan menutup telinga nya . Bagaimana bisa putri sulungnya dan si bungsu memiliki sifat yang sangat berbeda?.
Lalu di mana putri sulungnya?. Kakak Amanda bernama Adinda Dewi saat ini tengah memperdalam ilmu agama nya di sebuah pondok pesantren di kota x . Hal itu pun juga atas dasar keinginan Adinda sendiri, ke-dua orang tua nya pun menuruti nya , senang mendengar permintaan sang anak dan mendukung dengan membantu mengurus pendaftaran.
Lebih tepatnya setelah lulus SMA. Adinda terpikir kan hal yang langka di temui. Ia teringin lebih dekat dengan agama . Dan akan melanjutkan kan kuliahnya di saat ia sudah benar benar siap meninggalkan pesantren.
Kini ia sudah hampir 3 tahun di sana , jarang sekali bukan?, seorang wanita lebih mementingkan urusan agamanya dari pada melanjutkan perkuliahan nya . Dan Itu lah yang terjadi.
★
Diantara ramainya pengendara yang saling berlomba mendahului mobil - mobil yang lain.
Terdapat sebuah mobil yang melaju dengan santai nya, karena pengendara nya yang sibuk berdebat dengan sahabat nya melalui panggilan telepon. Ya- Amanda saat ini tengah menerima panggilan dari sahabat nya Bella sembari fokus menyetir.
« " nggak deh, entar bunda marah sama gw". Gerutu nya kesal karena Bella sedikit memaksa sejak tadi.
» " lumayan 20 juta loh man, buat juara 1 nya , lo Tumben deh nurut banget sama bunda, biasa nya juga kagak ? ". Balas Bella sedikit mengompori sahabat nya itu.
« " Ck ! , Yaudah deh , berapa kali puteran, terus di sirkuit mana? Gw otw sekarang!". Keputusan terakhir nya yang sejak tadi sudah berdebat. Di satu sisi ia takut berbohong pada bunda nya ,tapi di sisi lain ia juga ia sangat tertarik dengan balapan tersebut. Toh bunda nya juga tidak akan tau .
» " nah gitu dong, kalok menang kan kita semua bisa party besar-besaran, terus besok bisa sekalian ngerayain kelulusan SMA kan ". Balas Bella terdengar sangat antusias.
★★
" Assalamualaikum Gus Haikal, gimana udah siap kan ?".
" Wassalamu'alaikum salam, Eh bang Aryan , udah siap kok, anak-anak grup sholawat juga udah siap kan ?".
" Alhamdulillah udah pada siap , nungguin Gus tuh di depan masjid ".
" Ah iya maaf tadi ada urusan kerjaan ".
Muhammad Haikal Izzati atau lebih di kenal dengan guz Haikal. Lelaki yang sangat tampan, alim dan taat dalam hal beragama . pandai dalam urusan bisnis di umur nya yang masih muda lebih tepatnya 19 tahun . Memiliki postur tubuh tinggi tegap dan tinggi 180 cm . Wajah nya yang tampan membuat nya di gandrungi oleh banyak santri putri. Namun nyatanya Haikal adalah tipikal orang yang cuek jika bersanding dengan kaum hawa.
Ia juga ikut ambil serta membantu mengajar ilmu agama di pondok milik Abah nya . sembari kuliah dan sesekali mengurus bisnis kuliner nya sendiri.
Terkadang jika waktu senggang, ia akan ikut sang Abah mengaji di acara-acara orang yang sengaja mengundang Abah nya.
Ia anak kedua dari Abah Shodiq dan ummi Kalsum. Memiliki seorang Abang yang juga sangat tampan namun telah menikah dengan seorang wanita cantik alumni dari pondok tersebut dan dikaruniai 2 anak .
" Acara nya selesai jam berapa ya bang ". Tanya Haikal pada Aryan sembari melangkah menuju mobil.
Menghampiri para rombongan yang akan mengisi acara sholawat an untuk maulid nabi malam ini. Sedangkan Aryan sendiri adalah lelaki yang ikut abdi dalem .
Ia membantu para ustadz dalam mengurus pondok pesantren. Dengan ikhlas tanpa bayaran.
Memang hal tersebut sudah menjadi hal biasa di dalam pondok pesantren.
" Acara nya selesai jam 12 malem Gus ".
★★★
Suara deru mobil meraung-raung terdengar memekakkan telinga di sebuah sirkuit yang di penuhi dengan mayoritas cowok - cowok berjaket denim hitam . Mungkin hanya ada 20 an cewek di sana .
Mereka seolah membetuk kubu masing-masing. Saling bersorak juga saling mengejek untuk menjatuhkan mental lawan .
Suara sorak-sorakan tersebut juga menyebutkan nama-nama pembalap malam ini . Amanda adalah salah satu nya . Ya— sebelum mengakhiri percakapan nya dengan Bella tadi . Amanda sempat meminta untuk di daftar kan . mengingat Bella baru saja mengabari nya jika terdapat gelaran ajang balapan.
Sedangkan pesta kelulusan mereka terpaksa di batal kan menjadi besok karena salah satu teman mereka sedang sakit .
Suara riuh dan tepuk tangan tumpang tindih , menyemangati 3 pembalap yang telah siap sedia.
Amanda dengan mobil merah menyala milik nya . Alex dengan mobil Lamborghini Gallardo berwarna hitam dan Andre yang juga mengenakan mobil Saleen S7 twin turbo warna hitam milik nya.
Di dalam mobil , di balik kaca , tatapan tajam mereka hanya tertuju ke depan . Saling mengegas mobil masing untuk mengintimidasi lawan. Momen ini lah awal ada nya rasa yang menegangkan. Dan hal menengangkan selanjutnya adalah di saat mereka akan meraih garis finish...
Tok!
Tok !
Amanda membuka kaca mobil nya karena mendapati Bella mengetuk kaca tersebut. " Man , jangan kebawa emosi kaya kemarin waktu lo di Pepet Alex yah . Cukup fokus ke jalanan dan nggak usah perduli in klakson yang bakal nge ganggu elo nanti nya". Bella sedikit berteriak .
Itu lah Mengapa Amanda menjadi Bella sebagai Sabahat nya selain sama-sama tomboi, Bella juga sangat mendukung segala keputusan nya . Dan menjadi sahabat yang selalu ada untuk segala hal nya.
Bella juga termasuk lebih Cerdas untuk mengatur segala strategi mulai dari bolos , cara kabur dari pak BK dan tak lupa penasehat balapan.
" Thanks Bella ".
" Oke semangat Amanda".
Tangan ke-dua nya mengepal lalu melakukan Tos . Amanda pun kembali menutup kaca mobil dan kembali bersiap.
Seorang cewek dengan baju crop top hingga menampilkan daerah pusar nya itu berdiri di pinggir arena . Sorakan mu kembali menggema tapi lebih di dominasi siulan penggoda para cowok yang tertarik akan badan seksi teman Amanda satu ini . Salsa , Cewek itu merasa tak terganggu . Dengan senyum percaya diri juga Sebuah bendera di tangan nya ia berteriak.
" READY?".
" ONE... TWO... THREE... GOOOOO!!!"
Raungan terdengar. Tiga mobil melaju dengan kecepatan penuh, mereka melesat dan menghilang bak kecepatan cahaya.
Amanda , Alex juga Andre saling membalap satu sama lain . Tatapan Amanda hanya tertuju lurus ke depan . Sorot mata nya tajam begitu fokus mengikuti pola sirkuit yang berkelok-kelok . Ia sejak tadi memimpin namun mobil Andre hanya berjarak tak sampai satu meter di belakang nya . Seperti lelaki itu sengaja akan memepet mobil nya . Dasar sialan!.
Tapi Amanda mengingat pesan bella untuk tidak tersulut emosi. Di belokan , Amanda menurun kan sedikit kecepatan nya dan Andre mengambil kesempatan untuk menyalip sebelum melewati Amada . Andre membuka kaca mobil lalu menyeringai dan membalik ibu jari nya pada Amanda . Dengan gerakan cepat , Andre kembali menutup kaca mobil nya lalu tancap gas dengan kecepatan penuh.
" Anjing ". Amanda mengumpat , ia mencoba menyusun strategi, kini ia berada di tengah-tengah antara Andre dan Alex yang tak lama lagi juga akan menyusul nya.
★★★
Ddrrrttt...
Bella tersadar bahwa ada nada dering di saku celana nya . Dengan cepat, ia merogoh saku milik nya dan mengambil ponsel . Lalu membuka ponsel Amanda karena dering tersebut berasal dari sana. Sebuah notifikasi panggilan tertulis \[ *Yanda galakk].*
" Haduh gimana nih ?, Angkat ga yah ?. Gumam Bella bertanya pada diri nya sendiri.
Ya— sebelum memasuki arena sirkuit, Amanda sempat menitipkan ponsel dan tas milik nya pada Bella , dengan maksud jika ada yang menghubungi Amanda , Bella bisa langsung mengangkat nya
" Angkat aja deh , nanti takut nya penting". Keputusan terakhir nya.
Panggil terhubung...
« " Hallo om , assalamualaikum".
» " waalaikum salam , kok kamu yang angkat, mana Amanda nya ?".
« " eh, anu , om Amanda nya lagi di toilet ".
» " kok rame banget kaya nya ?".
« " ya party kelulusan om , pasti nya rame dong ".
» " oh ya udah suruh amanda untuk menghubungi saya 10 atau 5 menit lagi yah ".
' aduhh kalok kaya gitu kan ga mungkin, Amanda pasti bakal lama , gw harus bilang apa nih'. Gumam Bella.
» " hallo Bella kamu masih di sana kan kok diem aja ".
« " eh, iya om nanti aku sampein deh ".
Belum sempat memutuskan kan panggilan tersebut , terdapat 2 anak cewek yang duduk di samping Bella dan membahas tentang perlombaan tersebut .
" Pasti Amanda menang lagi deh ".
" Iya lah di setiap ajang balap di pasti menang".
" Kaya ratu nya sirkuit nggak sih ".
" Eh kalian berdua bisa diem nggak ?". Tanya Bella dengan sedikit kesal.
" Napa sih sewot banget".
" Iya gak jelas banget, yuk pindah males deh di sini ".
Ia lupa dengan panggilan nya yang masih terhubung. karena mendengar kan kedua cewek yang sedang membahas tentang sahabat nya .
Bima jelas mendengar kan semua itu , ia segera mematikan sambungan nya secara sepihak.
" Huuuu sana pergi dasar tukang gibah ".
Bella tersadar. Ia memeriksa ponsel milik Amanda dan mendapati bahwa panggilan telah terputus.
" Huh syukur deh ternyata tadi udah gw matiin , coba bayangin aja kalok om Bima denger, bisa kacau balau ".
★★★
"Wah Gus Alhamdulillah yah tadi acara nya meriah banget". .
" Iya bang banyak banget antusiasme masyarakat yang ikut serta merayakan Maulid nabi ". Balas Haikal yang menjalan beriringan dengan Aryan sepulang dari acara.
Meski kini sudah jam 12 malam tapi masih ada beberapa santri putra yang belum tertidur.
Ada beberapa yang sedang hafalan Qur'an, hafalan kitab 'imriti, kitab sorof . Dan belum lagi santri putra yang masih sekolah terlihat sedang mengerjakan pr mereka di bantu dengan laptop nya masing-masing.
" Assalamualaikum". Sapa Haikal pada seorang santri putra yang duduk di depan pelataran aula .
" Waalaikum salam Gus Haikal ada apa yah ". Tanya seorang santri yang memegang kitab .
" Sudah malam lo kang , apa masih mau belajar kan bisa besok to ?". Tanya Haikal yang ikut duduk di samping santri putra tersebut.
" Ah iya Gus , belum bisa tidur".
" Ouh gitu , ya udah tapi besok tahajud jangan lupa bangun lo yah ". Haikal mengingat kann ...
" Iya Gus ".
" Gus saya ke kamar duluan yah ". Pamit Aryan yang seperti sudah merasa lelah, mengingat sebelum keberangkatan mereka tadi , aryan paling banyak mempersiapkan segala hal nya .
" Oh ya udah bang Aryan, silakan". Balas Haikal. " Ya udah kang , jangan malam-malam hafalan nya , saya mau ke dalem dulu".
< Dalem : rumah Abah dan ummi > .
" Oh ya Gus silahkan istirahat". Jawab santri putra tersebut.
Meski umur Haikal lebih tua dari pada santri putra tadi . Namun wajib hukum nya jika berada di dalam pondok untuk memanggil nya dengan sebutan kang , meski yang kita panggil orang nya lebih muda daripada kita . Begitu pula sebaliknya untuk santri putri. Alasan nya agar tercipta rasa saling menghormati dalam diri masing-masing.
★ Dalem Abah ...
" Assalamualaikum ummi ". Sapa haikal yang melihat ummi nya baru saja keluar dari kamar.
" Baru pulang ya ?".
" Iya ummi, capek banget besok juga harus kuliah ".
" Ya udah langsung istirahat sana , nanti kalok laper tinggal makan saja, udah di panasin tadi sayur nya "..
" Iya ummi, Haikal langsung masuk kamar aja yah "
THANKS FOR READING