
Happy reading
Di sebuah club terdapat 3 remaja putri yang sedang merayakan kemenangan atas perlombaan yang di menangkan oleh Amanda dengan minum-minum. Namun Amanda memilih untuk tidak minum karena ia tak suka bau menyengat dari alkohol. Ya- Amanda hanya mengikuti ajakan dari Bella karena Amanda sendiri belum ingin pulang . Mengingat ayah nya selalu lembur dan sang ibu pasti juga sudah terlelap.
" Lo beneran gak mau anggur merah man ? ". Tanya Bella yang sudah sedikit pening , padahal ia masih minum 3 gelas anggur merah yang kadar alkohol 20% .
" Nggak gw ga suka , lagian ngapain sih kita di sini lama-lama ?". Tanya Amanda yang sebenarnya tak mau ikut namun tak ada pilihan selain mengikuti ajakan teman-teman nya . Selain itu juga ia bingung akan pergi kemana.
" Di sini seru lo man, banyak cowok ganteng nya ". Ucap Salsa yang memang mata keranjang suka sekali menggoda Cogan .
" Inget ya kalian janji, di sini cuma 30 menit nggak lebih ". Amanda kembali mengingat kan .
" Iya bawel banget sih ". Balas Bella sembari menggoyangkan kan gelas berisi anggur merah sebelum akhirnya menenggak minuman tersebut.
" Kita main truth or dare yuk , dari pada diem doang". Ajak salsa .
" Oh ya man tadi gw suruh Lo telfon Yanda udah kan ?". Tanya Bella sesudah menghabiskan minuman dalam gelas nya.
" Aduh! Gw lupa lagi , gimana dong ?? ". Kata Amanda menepuk jidat nya sendiri dengan perasaan takut kalau sang ayah akan sangat marah pada nya .
Sial nya lagi ponsel milik nya mati karena terjatuh. Saat mereka lonjak-lonjak karena menang tadi .
Salsa meletakkan tangan nya pada pundak Amanda dan berusaha menenangkan sahabat nya itu." Tenang Manda , kan Yanda nya kamu pulang nya biasa jam 3 pagi, dan ini masih jam 12 ".
★
Di sebuah kamar berdinding cat biru laut dan memiliki sprei berwarna abu-abu gelap. Tercium wangi maskulin di sana , dengan jendela yang di biarkan terbuka . Terlihat seorang lelaki tampan tengah bersandar dengan buku di tangan nya dan laptop di sebuah meja lipat kecil.
Ya—lelaki itu tidak lain adalah Haikal yang tengah bergulat dengan tugas - tugas kampus nya yang menumpuk . Juga skripsi yang harus ia kerjakan dengan segera .
Namun fokus nya terganggu karena sebuah kejadian 3 hari lalu yang tak di sengaja. Jadi begini cerita sebelumnya...
Di sebuah minimarket .
Sebelum pulang Haikal kuliah . Ia sempat mampir terlebih dahulu ke sebuah minimarket . mungkin karena ia yang sedikit kurang fokus atau memang salah perempuan tersebut yang sedikit tergesa - gesa hingga mereka tak sengaja bertabrakan.
" Maaf ukhti saya tidak sengaja". Ucap nya berusaha sopan dan mengambil barang-barang milik perempuan tersebut yang terjatuh berserakan.
" Huh , kalok jalan pake mata dong ". Sewot sang perempuan. " Dan lagi, jangan panggil gw ukhti ya , nama gw Amanda bisa kan eja nya ?". Sambung nya dengan emosi .
" Maaf mbak Amanda saya nggak sengaja ". Ralat nya lagi . Haikal pun berdiri kembali. Menyerah kan kantong kresek milik Amanda.
Lelaki itu sempat terpesona dengan kecantikan Amanda. Entah lah , ia tahu bahwa itu dosa tapi ia juga tidak bisa berbohong bukan?.
" MANDA ". Sebuah teriakan memekakkan telinga mengganggu lamunan Haikal. Sial !.
" Iya bentar , bangsat lu". Balas Amanda menoleh pada bella yang tadi memanggil nya , kemudian menoleh pada Haikal . " Sini barang gw , makasih". Ucap nya menarik kantong tersebut.
Amanda tak menjawab ucapan Haikal dan langsung melenggang pergi begitu saja.
" Astaghfirullah Haikal , ingat dosa , ya Allah maaf ! , aku salah ". Gumam Haikal sembari mengusap perlahan dada nya .
Cerita berakhir...
' aku tau ini tidak boleh tapi aku ingin melihat marah nya lagi ya Allah'. Gumam Haikal dengan mata yang masih saja terfokus dengan buku nya . Namun tidak dengan pikiran nya sekarang.
Ia teringin melihat kembali ekspresi marah perempuan itu yang menurut nya lucu bukan nya menakutkan. Pipi chubby, bibir tipis yang di terlipat karena kesal , di tambah dengan mata yang menunjuk marah , tidak sinkron dengan pipi chubby yang terlewat menggemaskan.
Memikirkan semua itu membuat Haikal tertawa sendiri. Tapi wajah itu seperti tidak asing . Apakah memang itu benar atau salah ?. Entah lah ia tidak ingin menduga-duga.
Tok !
Tok !
Tok !
" Haikal?". Terdengar suara ummi nya di depan pintu yang tertutup.
" Iya ummi ". Jawab Haikal beranjak dari tempat tidur. lantas membuka pintu kamar nya dan terlihat ummi nya dengan raut wajah sedih .
" Ummi mau ngomong sama kamu , kamu udah tidur belum ? ". Ucap sang ummi tanpa basa basi .
" Belum kok umi , Di malam hari kaya gini ? , Ada apa ummi ?". Tanya Haikal sangat khawatir. Bagaimana tidak ekspresi ummi nya yang sedih dan di tambah ingin segera berbicara dengan nya malam-malam .
" Iya cuma sebentar, dan itu juga kalok nggak ganggu kamu nak ?"
★★
Botol berputar dan sasaran mereka kini adalah Amanda .
" truth or dare?". Tanya Bella menatap Amanda dengan tatapan penuh tanya. Gadis cantik dengan pakaian minim menaikan kedua alis nya ke atas , tersenyum lebar.
" Dare ". Bukan , bukan Amanda yang menjawab , melainkan salsa yang duduk di samping Amanda. " Manda lo harus pilih dare , tadi gw sempet pilih dare juga kan . Gw juga di suruh Bella minum ginian , beh rasa nya kagak enak banget deh pokok nya ". Kata salsa sembari menunjuk botol miras yang tepat berada di hadapannya.
Amanda terlihat ragu sesaat lalu menarik nafas panjang. " Oke dare ".
" Yes ". Bella Bangkit dari duduk nya , gadis itu masih mempertahankan senyuman manis nya . " Kali ini dare nya ...". Sambung nya berjalan mendekat ke arah Amanda dan duduk di samping Sahabat nya itu . " Lo ga boleh nolak okey ?".
" Oke apa yang harus gw lakuin ?".
THANKS FOR READING