
Acara penampilan siswa SMA Gascar sudah selesai.Tinggal memilih siapa juara pertama,kedua,dan ketiga."Baik,kita akan umumkan siapa juaranya"ucap buk Lidya sebagai panitia acara tersebut."juara pertama adalah......NAZWA MAYSHA,untuk dipersilakan maju!"suruh buk Lidya kepada Nazwa untuk maju kedepan." pemenang kedua adalah KHALISA PUTRI HANDAYANI dan pemenang ketiga adalah RAFI AKBAR."untuk Khalisa dan Rafi dipersilakan untuk maju. Nazwa pun maju kedepan dengan memegang piala dan Bunga atas hasil kemenangannya,begitu pun dengan lisa dan Rafi tapi hadiah nya aja yang beda.setelah itu Nazwa dan yang lainnya turun dan acara pun selesai,siswa diperbolehkan untuk pulang.
"wah lo hebat banget sih Naz,lis. ajarin gue dong"ucap Nadhia terkagum-kagum dengan temannya itu."lain kali aja gue ajarin soalnya gue mau pulang nih capek"ucap Lisa yang sudah kelelahan akibat dance tadi."okee"jawab Nadhia.dan tak lama kemudian teman-teman sekelas Nazwa dan Lisa datang(cowok semua)."hai Lis,selamat ya karna lo kelas kita menang"ucap laki-laki tersebut Johan ganteng tapi playboy."ah iya mekasih"jawab Lisa tersenyum."Naz lo tadi seksi banget engga kedip gue jadinya"ucap Satria kepada Nazwa dan tiba-tiba aja pacar Satria tersebut datang dan
mendengar."SATRIA LO BILANG APAA TADII!"bentak Pacarnya sambil emosi."heh Naz lo jangan ganjen dong jadi orang,mau lo dibilang pho,haah??"kata pacarnya Satria tersebut."loh kok jadi gue sih yang salah kan kan tadi pacar lo yang tiba-tiba dateng trus ngasih selamet kegue sekaligus goda gue,kenapa gue yang dibilang pho"jawab Lisa kesal."iih bodo amat gue enggak peduli,Satria lo ikut gue!"ucap pacarnya sambil menarik tangan Satria.
"itu Nazwa,gue harus ngomong sama dia"ucap Gibran sambil mendekati Nazwa."Naz gue mau ngomong sama lo"ucap Gibran sambil duduk disampingnya."gue enggak bisa ngomong sama lo"jawab Nazwa cuek."Naz gue sayang sama lo,gue cinta sama lo,gue suka sama lo karna gue udah ngerasa nyaman dideket lo.gue tau lo kayak gini karna omongan Niken kan?kenapa lo takut sama dia dan entah kenapa hidup gue berubah semenjak lo ada disamping gue"ucap Gibran jujur atas perasaannya yang telah lama ia pendam itu.Nazwa? Nazwa hanya terpaku mendengar perkataan yang keluar dari mulut Gibran dan untung saja siswa-siswa yang lain sudah pulang.jujur Nazwa juga sudah mempunyai rasa suka keGibran."apa yang lo takutin dari Niken Naz?lo sama dia sama-sama makan nasi"ucap Gibran."maafin gue kak tapi bukannya gue takut,gue jauhin lo juga karna gue dapat berita kalau lo udah pacaran sama Niken maka dari itu gue jauhin lo kak"ucap Nazwa sambil menundukkan kepalanya."hmm Naz itu berita hoax jangan didengerin, sebelum lo hadir dikehidupan gue,gue enggak pernah suka sama cewek sekalipun disekolah ini dan baru kali ini gue ngerasain jatuh cinta sama seorang cewek dan cewek nya itu lo Naz,Nazwa lo mau enggak jadi pacar gue?"ucap Gibran sambil menggenggam tangan Nazwa."hmmmm...guu...guee mau kak"ucap Nazwa sambil sambil tersenyum.
"seriussss lo mau nerima gue?(Nazwa mengangguk)yess mekasih sayang".ucap Gibran sambil loncat-loncat seperti anak kecil."dan sekarang lo enggak boleh manggil gue kakak lagi"ucap Gibran."trus manggil apa dong?"ucap Nazwa sambil tersenyum lebar."SAYANG ato KAMU,dan kita enggak boleh ngomong gue,lo oke"ucap Gibran kembali duduk dan menggenggam tangan Nazwa lagi."iya sayang"jawab Nazwa membuat Gibran senang seumur hidupnya jujur baru kali ini Gibran menyukai perempuan."yaudah,kamu dijemput?"tanya Gibran."iya aku dijemput"jawab Nazwa."ooh yaudah aku mau tungguin kamu sampai dijemput Dan besok kamu bilangin kesopir kamu kalau kamu dianter sama dijemput sama aku"ucap Gibran."iih enggak usah Gibran,enggak papa nanti ngerepotin lagi"jawab Nazwa sambil menepuk lengan Gibran pelan."oke kalau gitu aku yang anter kamu pulang setiap hari dan enggak ada penolakan!"ucap Gibran sambil mengelus rambut Nazwa."huftt yaudah deh iya terserah kamu"ucap Nazwa pasrah.
TINNN...TINNN klakson mobil berbunyi dan ternyata mobil jemputan Nazwa."Bran aku pulang dulu ya,dahh"pamit Nazwa."oke hati-hati ya sayang,dahh"jawab Gibran tersenyum, Nazwa pun masuk dan pergi.Gibran pun juga sama ia menghidup kan motornya dan pergi,perasaanya kini sangat senanggg saat itu.