
Jam sudah menunjukkan pukul 8:30 malam.Gibran dan teman-temannya bakal bantai genk Bombeer,genk dari jalanan yang otomatis anggotanya preman pasar semua tapi bagi Gibran itu hal yang biasa aja di dirinya.
yaa itu lah dia GIBRAN ANGGARA anak dari Bara Tristantyo seorang pengusaha kaya raya yang sangat menyayanginya anak satu-satunya itu dan Anggi Syafitri istrinya sekaligus bunda dari Gibran.bunyi dering ponsel Gibran yang bertuliskan "Raihan" menelfonnya."hallo han"ucap Gibran terlebih dahulu."hallo Bran,lo udah siap belum gue sama yang lain udah stay dijalan *****"ucap Raihan."iya gue udah mau berangkat nih tunggu aja"jawabnya."tapi Bran jumlah kita 5 orang,dia 9 orang emang lo yakin kita bakal menang?"ucap Raihan kurang yakin akan kemenangan Meteor."kalau kita bersatu kita enggak bakal runtuh inget CARI,DEKATI,HANCURKAN! dan itu artinya Meteor enggak bakal takut"tegas Gibran."oke bro,gue tunggu disini cepetan".Dan Gibran pun langsung mematikan ponsel nya dan bergegas pergi dan sebelum pergi ia harus pamit sama ayah dan bunda nya itu."yah bun Gibran pergi bentar ya keluar"ucap Gibran yang mengenakan jaket Biru tua yang berlambang Meteor api dibelakangnya."kamu mau kemana nak"tanya bundanya."mau keluar main sama temen-temen bun"jawabnya bohong."cepet pulangnya ya Bran"ucap ayah yang sedang mengurus berkas perusahaannya."shiapp yah,bun kalo gitu Gibran berangkat ya"kata Gibran sambil salim kepada orang tuanya,orang yang paling dia sayang."yaudah hati-hati ya nak"."iya bun,dah" Gibran pun keluar rumah dan langsung menghidupkan motor ninja hitam kesayangannya itu dan bergegas pergi.
Gibran pun telah sampai di tempat teman-temannya menunggu."maaf ya gue lama"ucap Gibran sambil membuka helmnya dan menaruhnya diatas tangki besar motornya itu."lo lama banget sih untung aja mereka belum dateng"jawab jordi."udah lah yang penting kita tunggu aja mereka"kata Bagas."inget Meteor berani enggak bakal takut,ngerti lo semua!"tegas Gibran,maka dari itu dia dipilih jadi ketua genk Meteor karna di enggak punya rasa takut dan berani.
"pergi lo semua b*en*s*k"bentak Gibran ke genk Bombeer itu dan mereka pergi.Gibran dan teman-temannya hanya memar kecil."lo semua baik-baik aja kan tadi"ucap Gibran."iya Bran kita baik-baik aja cuman ada memar kecil doang"jawab jordi."Yaudah kalau gitu kita cabut kerumah masing-masing istirahat yang cukup besok kita sekolah"ucap Gibran."ashiaapp Bran"jawab teman-temannya itu secara bersamaan.mereka berantem dijalanan yang sepi maka dari itu mereka aman dari polisi.
jam sekarang menujukkan pukul 10:20 malam,Gibran dan teman-temannya telah bubar ke rumah masing-masing dan Gibran pun sampai dirumah melihat mobil orangtua nya tidak ada menandakan mereka pergi,Gibran lega saat itu.ia langsung memasuki kamar dan mengganti baju lalu merebahkan dirinya dikasur."capek banget hari ini"ucapnya dan entah kenapa dia mengingat perempuan cantik yang tidak sengaja menabraknya tadi siang."kenapa gue tiba-tiba kepikiran dia ya padahal tu cewek gue belum kenal ,apalagi tadi dia enggak sempet nyebut namanya,udahlah ngapain juga gue pikirin dia"kata Gibran dan dia pun langsung terlelap tidur dikasur empuknya itu.