
Nazwa berada didalam kamarnya bermain ponsel.Jam menunjukkan pukul 07:55 malam.tiba-tiba keluar notif "kak Gibran".
"pink!"-Gibran-
"kenapa kak?"-Nazwa-
"lo udah daftar Solo Dance Festival kan?"-Gibran-
"udah kak"-Nazwa-
"berarti mulai besok lo udah langsung latihan,okee"-Gibran-
"iya kak ,tapi gue enggak ngerepotin lo kan?"-Nazwa-
"hhh kenapa harus ngerepotin,enggak kok:)"-Gibran-
"lo sekarang boleh keluar rumah enggak?"-Gibran-
"hmm keknya enggak dibolehin sama ayah gue deh kak,mangnya kenapa kak?"-Nazwa-
"ooh yaudah,tidur gih udah malem besok kan sekolah"-Gibran-
"enggak aah belum ngantuk"-Nazwa-
"diih ogah banget,udahlah kak gue mau makan"-Nazwa-
"yaudah,makan yang banyak biar kek gentong badannya"-Gibran-
"bodo ah"-Nazwa-
"yaudah kalau gitu,dah cantik"-Gibran-
Begitulah percakapan panjang mereka,belum pacaran tapi berasa kayak pacaran.Nazwa yang tadi sudah dipanggil bibinya turun kebawah untuk makan bersama ayahnya."malam yah"sapa Nazwa."malam juga anak ayah,gimana sekolahnya lancar?"tanya ayah nya."lancar yah"jawab Nazwa sambil tersenyum keayahnya."yaudah kalau gitu makan dulu yuk habis itu kamu tidur kan besok masih sekolah"ucap ayah sambil mengambil lauk makanan kepiring."siap ayah"jawab Nazwa dan sekaligus hormat.selesai makan malam Nazwa dan ayahnya pergi kekamar masing-masing untuk tidur.
Sekarang sudah pukul 06:35 Nazwa sudah bersiap berangkat sekolah.sesampainya disekolah ia kembali dijegat oleh Niken dan teman-temanya itu."heh lo! gue peringatin ya jangan pernah lo deketin Gibran,karna Gibran cuman milik gue dan kalau sampe lo deket-deket Gibran awas aja lo"bentak Niken."gue enggak pernah ada niat buat deketin kak Gibran"ucap Nazwa.saat itu Nazwa dan Gibran tidak pernah bertemu bahkan untuk chat sekalipun karna Nazwa tidak pernah membalesnya,selama dua minggu ini Nazwa berlatih Dance bersama teman-temannya.
Dan sekarang adalah hari dimana Solo Dance Festival dimulai,peserta dipanggil satu persatu.Nazwa Dance dengan lagu swalla, Penampilan Nazwa yang lumayan membuat para laki-laki tercengang dan banyak siswa perempuan yang iri dengan bentuk bodygoals Nazwa,khususnya Gibran yang perasaannya sekarang diantara senang dan sedih karna Nazwa menjauhinya jujur Gibran sudah merasa nyaman denganya tapi kenapa kondisi ini tidak memungkinkan untuk Gibran menyatakan cintanya kepada Nazwa.acara sudah selesai teman-temanya Nazwa terkagum-kagum atas penampilan nya tadi.Gibran memberanikan diri untuk berbicara dengan Nazwa dan menghampirinya.
"Naz gue pengen ngomong sama lo"ucap Gibran dan membuat Nazwa bingung untuk menjawab apa."maaf kak gue enggak bisa"ucap Nazwa terpaksa dan sebenarnya Nazwa pun sudah merasa nyaman dengan Gibran tapi semenjak Niken melabraknya kembali dia berusaha menjauh."kenapa enggak bisa,pasti lo bisa bentaran aja pliss"ucap Gibran memohon kepadanya."yaudah,mau ngomong apa?"jawab Nazwa sebanarnya Nazwa tau apa yang akan diomongin sama Gibran tapi dia pura-pura enggak tau."kenapa lo ngejauhin gue Naz? salah gue apa??"tanya Gibran serius."gue enggak ngejauhin lo kok,lo nya aja yang ngerasa gue ngejauhin lo"Ucap nya tanpa melihat wajah Gibran."Nazz gue su.."omongan Gibran terpotong akibat buk lidya memanggil."Nazwa kamu ikut bentar ya sama ibuk keruangan labor ada yang ingin ibuk ajarkan sama kamu"ucap buk lidya ,Nazwa disini pinter sekali banyak guru-guru yang menyukai sikap baiknya,pinter,tidak sombong dan sopan.Gibran langsung pergi dari tempat acara itu dan pergi ke kantin belakang sekolah.
Gibran langsung duduk dikantin tersebut bersama temanya tapi ada adek kelas yang tidak sengaja menumpahkan air jeruk kebaju putih Gibran."WOI LO BISA JALAN YANG BENER ENGGAK SIH,NI BAJU GUE JADI KOTOR"bentak Gibran kepada Adek kelas laki-lakinya itu."maaf kak,Aldi enggak sengaja"ucapnya dengan kepala menunduk."udah Bran maafin aja lagian dia tadi kepeleset karna licin"ucap Raihan."yaudahlah,pergi lo!"usir Gibran kepada adek kelasnya itu.
"lo kenapa sih dari tadi gue liat melamun aja emosi aja,lo kenapa sih"tanya Bagas."enggak ada gue cuman capek aja"jawabnya bohong."ooh gitu,istirahat aja di uks Bran"kata Jordi."udah enggak usah"jawab Gibran.