Good Girl and Bad Boy

Good Girl and Bad Boy
NGEMANCING EMOSI



 


Jam menunjukkan puku 06.00.Gibran bersiap-siap berpakaian sekolah dan menjemput Nazwa dengan mobilnya.sesampai dirumah Nazwa Gibran pun masuk dan memencet bel pintu rumah."oh den Gibran masuk den,biar bibi panggil non Nazwa"ucap Bi Yasri."oke bi"jawab Gibran.dan setelah dipanggil oleh bibinya Nazwa turun dan menyapa Gibran."hai Bran tumben kesini pagi-pagi,mau ngapain?"ucap Nazwa."ya mau jemput kamu lah sayang"ucap Gibran."oh hee yaudah aku dah siap nih,eh bentar, ayahh Nazwa berangkat sama Gibran ya"ucao Nazwa agak teriak agar terdengar oleh ayahnya yang berada dikamar.


"iya Nazwa hati-hati,Gibran kamu enggak minum dulu"ucap Ayahnya Nazwa."enggak usah om"jawab Gibran."hmm hati-hati ya bawa Nazwa"ucap ayahnya Nazwa."sshhiap om"jawab Gibran sambil hormat."hhh kamu ini ada-ada aja"ucap ayahnya Nazwa."byee ayah"."bye nak".


Sesampainya di sekolah Gibran ditelfon oleh Bagas untuk pergi kewarung belakang sekolah."sayang kamu duluan aja ya soalnya aku ditelfon sama temen aku buat kewarung belakang sekolah"ucap Gibran."kamu mau berantem ya?"ucap Nazwa."hmm aku enggak tau juga Naz,aku enggak tau"ucap Gibran."janji ya,oke deh aku pergi dulu ya"ucap Nazwa."janji,iya byee".


Gibran sampai didepan warung tersebut dan langsung melihat Jordi babak belur."lo kenapa jor?"ucap Gibran."Jordi keroyok sama genk Bombeer pas mau kesekolah Bran"ucap Raihan."bre*g*ek,beraninya main keroyok"ucap Gibran marah."gimana kalau kita hajar mereka nanti pas pulang sekolah"ucap Bagas yang membuat ia kepikiran omongan Nazwa tadi tapi ini menyangkut temannya mau enggak mau ia harus membalasnya.


"jadi jam berapa kita bisa nyerang mereka Bran?"ucap Bagas."pas pulang sekolah tapi gue nganter pacar gue dulu baru kita kebasecamp Bombeer"jawab Gibran yag tak tahan emosinya."sekarang Jordan dimana?"tanya Gibran lagi."dia istirahat diuks"jawab Bryan.


Bel masuk sudah berbunyi.setelah 3 jam bel pulang pun berbunyi."Naz kita duluan ya,biasa kita bareng mobil Lisa"ucap Nadhia."oke kalian hati-hati ya"ucap Nazwa."oke Naz byee"."hai sayang pulang yuk"sapa Gibran."ayuk"ucap Nazwa dan Gibran menggenggam tangan Nazwa dan membukakan pintu untuk Nazwa.mereka pun sampai didepan rumah Nazwa,Gibran pamit dan langsung pergi.Nazwa curiga dengan Gibran,tidak biasanya terlihat gelisah seperti itu.