Good Girl and Bad Boy

Good Girl and Bad Boy
MOMEN MANIS



 


Akhirnya bel pulang yang ditunggu-tunggu oleh Gibran sudah berbunyi,Gibran berencana mengajak Nazwa kesuatu tempat,Gibran pun langsung menuju kelas Nazwa."hai Naz!"sapa Gibran."hmm Naz kita duluan ya"ucap Syfa dan teman-temannya itu langsung pergi karna tidak mau mengganggu mereka."hmm aku pengen ngajak kamu kesuatu tempat ,pasti kamu suka"ucap Gibran."kemana?"ucap Nazwa penasaran."pokoknya tempatnya itu romantis banget,mau kan?"ucap Gibran."mau dong"ucap Nazwa tersenyum."yuk!"ucap Gibran.Mereka pun langsung pergi menuju tempat yang Gibran katakan.setelah 45 menit mereka pun sampai di taman yang sangat bagus,bunga-bunga mawar yang harum cocok untuk pasangan yang ingin berkunjung disini.Nazwa sangat menyukainya."wow Bran tamannya bagus banget"ucap Nazwa sambil mencium setangkai bunga Mawar yang ada ditaman tersebut."kamu suka sayang? ini belum seberapa, aku punya tempat lagi yang sengaja aku buat,buat kamu"ucap Gibran yang sebelumnya mempersiapkan semua itu."hmm dimana?"tanya Nazwa."ayok ikut aku"ucap Gibran sambil menarik tangan Nazwa.


Mereka pun sampai di tempat yang sangat-sangat romantis ada bunga Mawar yang dibuat berbentuk hati dan ditambah oleh lampu-lampu yang beragam warna,biarpun tidak malam tapi suasananya sangat romantis."Bran ini kamu yang buat semuanya"ucap Nazwa kagum."iya sayang ini semua buat kamu"ucap Gibran."Gibran mekasih ya"ucap Nazwa dan langsung memeluk Gibran dan Gibran pun membalasnya.Hampir 10 menit mereka berpelukan dan akhirnya terlepas saat Gibran mendengar suara tangisan Nazwa karna terharu."loh Nazwa,kenapa Nangis?"ucap Gibran sambil menghapus air mata Nazwa."Bran,mekasih banyak ya udah ngelakuin apapun buat aku"ucap Nazwa."iya Naz tapi kamu jangan nangis lagi ya,aku enggak bisa liat kamu nangis"ucap Gibran."iya Bran aku enggak nangis lagi kok"ucap Nazwa tersenyum."nah gitu dong,nih aku punya hadiah lagi buat kamu,are you happy honey?"ucap Gibran sambil memberi buket bunga dengan berbagai macam jenis bunga dan coklat berbungkus hati."yes i'm happy mekasih Gibran"ucap Nazwa sangat-sangat bahagia pada hari itu."iya sama-sama"ucap Gibran sambil mengelus pipi Nazwa lembut.