
"Eitts, tunggu imoo!" kata ku sambil menahan tangan imoo.
"Ayo makan bersama saja, imoo!" kata Lia.
"A.. arraseo." kata imoo.
"Lia, Eomma dan appamu di mana?" tanya Yuna.
"Pergi ke luar negeri." jawab Lia dengan acuh tak acuh.
"Wah, ini semua imoo yang buat? Banyak sekali makanannya. Cacing di perutku sudah berdemo. Ayo makan!" kata Yeji untuk mengalihkan pembicaraan tadi.
"Selamat makan." ucap kami semua dan memakan sarapan kami. Setelah makan, Yeji, Ryujin dan Yuna pergi mandi. Sekarang, semua dalam keadaan yang wangi dan duduk di ruang tamu bersama.
"Kita mau pigi ke mana nanti siang?" tanya Ryujin.
"Bagaimana kalau kita berenang saja?" seru Lia.
"Boleh juga." jawab Yuna dengan tidak kalah semangatnya.
"Di mana?" tanyaku dengan polosnya tidak tahu apa apa.
"Di belakang rumahnya." jawab Yeji sambil mengarahkan dagunya ke arah Lia.
Wah, Lia benar benar orang kaya. Anak sultan.
Rumahnya besar sekali, ada balkon, ruang karaoke, halaman yang luas dan sekarang masih ada kolam renang. Jangan jangan juga ada taman / kebun juga di sini.
"Nah, pakailah pakaian renang ini." kata Lia sambil membagikannya ke kami.
Oh, iya. Aku hampir saja lupa bahwa kami tidak bawa pakaian renang. Wah, rumahnya bahkan sangat lengkap sekali.
Kami berjalan melewati taman bunga dan sampai ke kolam renang. Benar, seperti dugaanku. Ada taman bunga juga. Akhirnya sampai ke kolam renang, di situ juga ada pondok untuk berteduh.
Yuna yang terlihat sangat bersemangat langsung melompat ke kolam renang. BLURR! Splash!!! Airnya menyembur ke kami. "Hahaha, mianhae eonni." ucap Yuna. "Yak!!! siram dia." teriak Ryujin. Kami pun lanjut bermain hingga...
"Sudah jam berapa ini? Mataharinya terik sekali." tanya Yeji.
"Jam? Kurasa sebentar lagi jam 12." jawabku ragu ragu.
"Sudah cukup, ayo naik saja. Ntar malah jadi hitam." jawab Ryujin.
Kami semua naik dan beristirahat di pondok.
"Nona, ada Gojek yang ngantar ini. Katanya sudah dibayar." kata imoo datang sambil membawa kantong plastik besar.
"Ah, itu aku yang pesan. Maaf, merepotkan imoo untuk mengambilnya." jawab Yuna sambil mengambil kantong plastiknya dan meletakan di meja dekat pondok.
"Apa itu?" tanya Lia.
"Ini? Tara... siap berenang, enaknya makan PIZZA." kata Yuna sambil mengeluarkan isi plastiknya.
"Bagus. Selamat makan!" seru Ryujin yang sudah kelaparan dari tadi. Mereka sangat menikmati Pizza itu.
"Eonni, gak mau?" tanya Yuna sambil menawarkan pizza padaku.
"Tidak, dia gak makan keju." jawab Lia mendahuluiku.
Dia masih saja mengetahui kesukaanku dan kebencianku. Dan, begitu juga aku.
"Ya, itu benar. Hehehe." jawabku.
"Jinja? Eonni, jeongmal mianhae. Aku tidak tahu." ucap Yuna dan berterus terusan meminta maaf padaku.
"Gwenchana, aku juga masih kenyang." jawabku enggan.
"Siapa yang masih lapar?" seru Lia.
"ME!!!" jawab Ryujin sambil mengangkat tangannya.
"Me too!!!" jawab Yuna dengan mulut penuh dengan pizza dan berlompat lompat riang.
"Ayo kita buat pancake!" seru Lia lagi.
"Nee, kajja!!!" jawab kami hampir bersamaan.
Setelah dipikir pikir, mereka sangat ahli makan. Emang perut karet, tapi masih kurus juga. Aku bahkan menjalankan dietku mati matian agar bisa seperti ini. Hmm, kira kira seperti bagaimana mereka menjaga tubuhnya yaa?
Ada lagi 1 pertanyaan yang tidak pernah ku lunturkan. Tapi, aku memang sangat ingin tahu sekali. Bagaimana mereka berempat bisa bertemu dan kok bisa akrab? Mungkin seiring berjalannya waktu, aku juga bakalan tahu juga.
Sekarang, kami sedang membuat pancake bersama. Kami membuatnya dengan canda tawa. Ada yang berhasil, ada pula yang gosong. Aduh, weekend yang menyenangkan sekali!!!
Tiba tiba, di saat kami sedang makan pancake hasil buatan kami, ting tong...
"Hng? siapa itu? cepat sekali eomma dan appa mu pulang!!!" tanyaku sambil tidak sabaran memasukkan pancake ke dalam mulutku.
"Hah? tidak mungkin mereka begitu cepat sudah pulang. Imoo baru saja keluar ingin belanja bulanan tadi. Juga gak mungkin cepat kali pulang." jawab Lia bingung siapakah itu.
"Sudahlah, biar aku yang buka saja!" ucap Yeji layaknya seorang eonni yang mengalah pada dongsaengnya.
Cklek...
"Siapa itu?" tanya Lia heran.
"Eomma nya Chaeryeong ." lanjut Yeji diikuti dengan eomma Chaeryeong yang masuk ke dalam rumah.
"Hah? eomma?" ucapku terkejut.
"Tante, mau cari eomma mu." kata eomma dan berjalan menghampiri Lia.
"Tapi tante, eomma tadi pagi baru pigi ke luar negeri bersama appa." jawab Lia dengan sopan.
"Alah, eomma mu itu selalu sibuk saja." jawab eomma dengan kecewa. Nampak sekali raut wajahnya langsung berubah. Kurasa hari ini eomma memang mau melepaskan rindunya bersama teman baiknya itu. Kayaknya, waktu semalam tidak cukup baginya. Hahaha... eomma emang terlalu cerewet.
"Sudahlah, gak papa. Nah, aku membawakan tteokbokki. Kalian makanlah saja." lanjut eomma.
"Wah, masakan tante emang yang paling enak. Semalam kimchi dan kimbapnya habis tak bersisa." puji Yuna.
"Bernahkah? Baguslah jika kalian menyukainya." kata eomma.
"Kalau begitu, selamat bersenang senang. Tante pulang dulu yaa!" lanjut eomma lagi.
"Kamsahamida, tante. Sini, biar ku antar." kata Lia dan segera pergi ke luar mengantarkan eommanya Chaeryeong sampai ke depan gerbang.
"Wah, lezat sekali. Enak sekali yaa hidupmu Chaeryeong. Punya eomma yang pintar masak kek gini." puji Ryujin.
"Kalian baru saja makan pizza, pancake sekarang tambah ini lagi." kataku.
"Benar benar doyan makan sekali." lanjutku lagi.
"Tentu saja, apalagi dihadapkan sama makanan enak begini. Tidak mungkin ditolak." balas Yeji dengan sibuknya memasukkan tteokbokki ke dalam mulutnya.
"Bolehkah aku bertanya?" tanya ku lagi.
"Nee, silahkan saja." balas Yuna.
"Kalian begitu suka makan, tapi aku penasaran bagaimana kalian menjaga tubuh kelen sehingga bisa seperti itu terus." tanyaku lagi.
"Hm... Aku sih emang dasarnya suka olahraga, jadi sudah sering gitu gerakkin badan. Jadi, semua yang ku makan cepat dicerna juga." jelas Yuna.
"Kalau aku, malam gak makan. Emang karna kebiasaan sih dari dulu. Pagi mah siangnya aku makan banyak lalu malamnya aku puasa." jawab Yeji.
"Aku gak jaga tubuh sih karna aku pun gak peduli gendut atau kurus. Emang dasarnya, aku tuh kurus. Makan banyak pun, gak gemuk gemuk. Jadi, gak berpengaruh." jawab Ryujin dengan santainya.
Cklek...
Lia sudah kembali dari mengantarkan eomma Chaeryeong pulang.
"Apa yang sedang kalian bahas?" tanya Lia.
"Kalian gak ngosipin aku, kan?" tanyanya lagi.
"Kami tuh gak pernah bicarain orang di belakang, tapi langsung di depan. Ya, kan?" jawab Yeji.
"Hahaha... iya. Tadi, Chaeryeong eonni nanya, gimana kami jagain tubuh padahal makan banyak." jelas Yuna kepadanya.
"Ooooo, tidak ada sih. Tapi, aku sering lupa makan kalau di masa masa ujian karna sibuk dengan buku." cerita Lia.
"Heiii, aku baru saja datang. Sudah tinggal segini saja?" tanya Lia.
"Daebak!!! Sesimple itu, kah?" tanyaku lagi.
"Btw, dulu Chaeryeong itu gendut sekali." cerita Lia.
"Aku bahkan merencanakan diet keras padanya." lanjutnya lagi.
"Ah, sudahlah jangan bicarakan aib ku lagi!" ucapku malu.
"Kalau dulu kau gemuk, jadi kek mana bisa kurus seperti itu?" tanya Ryujin.
"Oh, i... ini. Aku diet dari liburan kenaikan kelas." jawabku terbata bata. Sebenarnya sih bukan begitu, tapi... aih sudahlah.
Kami beristirahat setelah itu dan di sore harinya, kami berjalan jalan di taman bunga Lia baru pulang ke rumah masing masing.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Ikuti terus ceritaa Girl's World untuk mengetahui kelanjutannya.
Jangan lupa Like, comment dan tambahkan ke favorit kalian! Author tunggu jejaknya yaa.
*Foto Barbeque semalam
*Balkon rumah Lia
Sabtu, 28 Maret 2020**