
"Wah, Jinyoung aa." Teriak Daehwi dengan semangatnya lalu memeluk BAE JINYOUNG. "Sayang sekali, uri Jinyoung tidak sekelas dengan kita." kata Daehwi. "Jinyoung aa, taukah kau Guanlin jadi ketua kelas dan Samuel jadi wakilnya di kelas kami." tanya Daehwi. Jinyoung hanya mengangguk anggukan kepalanya.
"Gimana, Jinyoung aa? Bagaimana dengan kelas mu?" tanya Samuel. "B aja, ada murid pertukaran pelajar dari Amerika sama sepertimu. Kalau gak salah, LIA namanya." jawab Jinyoung. "Ouh, aku mengenalnya. Kami sekelas waktu di sana." balas Samuel.
"Jadi, kau ketua kelasnya?" tanya Guanlin. "Ani, Hyunjin yang jadi ketua kelasnya. Aku hanya wakil." jawab Jinyoung. "Oh, Hyunjin kembarannya si Yeji, kan?" lanjut Daehwi. " Nee, Sudahlah kenapa kelen bergosip ? Sudah jadi perempuan, kah? Aku sengaja datang ke sini mau ngajak kelen ke kantin tau? Aku sudah lapar sekali." celoteh Jinyoung. "Kajja, ke kantin." jawab Guanlin sambil merangkul Jinyoung. Mereka pun pergi ke kantin bersama sama.
LEE CHAERYEONG
Sementara itu, setelah bel istirahat berbunyi, aku langsung keluar dan berlari di sepanjang koridor lalu masuk ke kamar mandi. Dia juga langsung asal masuk ke bilik. Tanpa dia sadari, mereka juga mengikutinya.
"Hahaha, tikus nya sembunyi di mana yaa?" terdengar suara wanita melangkah masuk ke kamar mandi. Lalu, mereka saling melirik satu sama lain. Mereka mengetuk satu satu pintu bilik dan mendobraknya. Pintu pertama, kosong, pintu ke dua kosong, pintu ke tiga.
Tok... Tok... Tok... mereka tertawa, aku sangat ketakutan. Aku meremas rokku erat. Aku tahu persis mereka sedang berdiri di depan pintu bilik ini. Suasana di sana mendadak diam tiba tiba... BYURR. Tiba tiba ada air dari atas. Aku disiram mereka dengan air pel. Rambutku dan tubuhku semua basah. Mereka terus menerus berteriak dan mendobrak pintu, Aku sudah bersikeras menahan pintunya. "YAK!! Kau hanya tikus kecil. Beraninya kau tadi mengacuhkanku. Tikus kecil gimana pun kau juga tidak bisa lari dariku. Buka pintunya!!!" teriaknya.
Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Pintu terbuka. Wajah mereka terpampang jelas di depanku dengan muka marah dan senyuman devil nya. Aku sudah sangat pasrah. Mereka menjambak rambut ku dan menarik ku keluar dari bilik.
"YAK ! Apa yang kalian lakukan ? Aku sudah merekam semuanya. Aku akan melaporkannya pada Kepsek." teriak seorang perempuan. "Jisu." kataku. Apa dia benar benar Jisu ? "YAK ! kau mau kami perlakukan seperti ini juga? Aku sih tidak masalah nambah 1 mainan." bantah Seulgi.
Yah, orang yang membullyku dan sudah membuatku tersiksa selama ini, Seulgi and the gengs. Geng mereka hanya 3 perempuan selebihnya laki laki. Seulgi sebagai ketuanya beserta rekan rekannya, Wendy dan Joy.
"YAK!!! Apa yang kalian lakukan? Jangan mendekat !" teriak Lia. Mereka mengepung Lia dan ingin mengambil hpnya. "Hm? ternyata seperti ini proses pembullyan yah? Aku juga baru tau." jawab seseorang. "Siapa itu ?" teriak Wendy sambil memperhatikan sekeliling. "Chogiyo, aku di sini." Jawab Yeji sambil melambaikan tangannya di balik pintu.
"Yeji!!!" teriak Lia. Lia melempar Hp nya ke Yeji. "Berikan saja hp itu padaku." perintah Seulgi. "Oh, yah? Kalau aku gak mau, gimana dong?" jawab Yeji dengan santai sambil memakan permen tangkai. "Aku bilang awas kalian !!! Aku hitung sampai tiga, cepat pergi dari sini !!! Hana !!! Dul !!!" teriak Yeji pada mereka. "Lihat saja kau nanti!" gertak Seulgi. Mereka bertiga pun keluar dari kamar mandi.
Lia segera menghampiriku dan membantuku bangkit. "Gwenchana?" tanyanya padaku. "Nee, Jisu." jawabku. "Hah? Chaeryeong?" Lia terlihat agak terkejut. "Seluruh pakaian mu basah. Cepat ganti nanti kau masuk angin." kata Yeji. "Gomawo. Biarkan saja aku sendiri di sini. Sebentar lagi istirahat mau selesai. Kamsahmida." jawabku sambil membungkukan badan. "Chamkanman." jawab Lia. Mereka berdua pergi.
Aku menangis sejadi jadinya di kamar mandi. Tidak lama kemudian, mereka datang lagi, Lia membawakan aku pakaian. "Nah, ganti pakai ini dulu. Ini pakaian gantiku. Kurasa ukurannya pas." tawar Lia. Aku pun membersihkan diri dan menganti pakaianku.
"Gomawo, Jisu yaa dan ..." kataku.
"Yeji." jawabnya sambil mengulurkan tangannya. Aku membalas balik uluran tangannya. "Chaeryeong." jawabku. "Gomawo, Yeji. Aku benar benar sangat berterima kasih padamu." jawabku lagi. "Sudahlah, gwenchana." Jawabnya sambil tersenyum hangat.
"Ayo kita keluar. Sebentar lagi kelas akan di mulai. Chaeryeong, kau kelas berapa?" tanya Lia.
"10-5. Bagaimana denganmu ?" tanyaku.
"Kami sekelas, kami 10-2. Biar kami mengantar mu kembali ke kelas." ajak Lia.
"Ani, tidak usah. Kalian masuklah dulu. Aku ingin cari angin." jawab ku.
"Biar kami menemani mu." jawab Lia.
"Apa kabar bibi dan paman?" tanya Lia padaku.
Yap, dia dulu teman baikku waktu SD. Dia juga tetanggaku dulu. Ketika SMP, dia pindah rumah dan pindah sekolah. Kemudian, pergi ke Amerika untuk menjadi murid pertukaran di sana. Sebelum kami berpisah, kami sempat terlibat salah paham dan aku memutuskan hubungan secara sepihak.
"Baik baik saja. Bagaimana dengan eomma mu dan appa mu?" tanyaku lagi.
"Seperti biasa, mereka selalu sibuk keluar negeri." jawab Lia sambil tersenyum.
"Nee. Tolong rahasia kan ini." jawabku sambil memohon.
"Apa sudah lama mereka menganggumu ?" tanyanya lagi.
"Hmm, dari SMP. Sebaiknya, kalian juga berhati hati padanya, terutama kau, Jisu." jawabku.
"Aku bisa seperti ini, kasusnya sama seperti mu. Aku berusaha menolong teman sekelas ku dari mereka. Tetapi, akhirnya malah aku yang jadi korban." jelasku.
"Gwenchana, aku akan melaporkan ini pada kepsek. Aku juga akan membuatnya merasakan apa yang selama ini kau rasakan." balas Yeji.
"Ani, itu tidak usah. Cukup saja melaporkan mereka, tidak usah balas dendam." jawabku.
Bel istirahat sudah selesai. Mereka mengantarkan ku ke kelas. "Gomawo." jawabku. "Kau mau berapa kali mengatakannya. -_- ." jawab Yeji dengan muka malasnya. Aku pun masuk ke kelas.
Kemudian, Yeji berteriak, "Yak!!! Ryujin!!! Aku mencarimu dari tadi. Kau malah tidur di sini. Emang kau anak si*l*n."
Ryujin pun bangun dan menatapnya dengan malas, "Ya ya ya, nanti istirahat ke dua baru kita ketemu lagi, Nek Lampir." jawab Ryujin dengan wajah ngantuknya.
"APA?!! Nek lampir!" Teriak Yeji. " Sudahlah, Yeji. Guru sudah mau masuk. Yak! Yuna! kenapa kau di sini? Ayo kita ke kelas! Kajja!!!" Jawab Lia.
Aku pun tertawa pelan melihat mereka. Enak sekali yah mereka punya teman. Aku melihat ada tatapan tajam dari Seulgi and the gengs. Mereka terus menatapku dan ingin menghampiriku. Untung saja, guru sudah masuk. Jadi, dia duduk kembali.
Aku duduk di tempat ku lagi dan menatap ke arah jendela di sebelah ku. Untung saja, tadi ada Jisu dan Yeji. Kalau tidak, aku tidak tau mau gimana lagi. Kedepannya juga, aku benar benar tidak tau lagi. Aku sakit kepala sekali.
Kami memulai pelajarannya. Karena masih pertama kali masuk sekolah, mereka hanya memperkenalkan diri dan berbicara ringan dengan guru nya. Bel istirahat ke dua pun berbunyi, mereka langsung berdiri dan mendatangi mejaku. Kali ini benar benar tidak ada yang menolong ku lagi.
Apa yang bakalan terjadi selanjutnya ? Baca terus cerita Girl's World untuk mengetahui kelanjutannya
Jangan lupa Like, Comment dan tambahkan ke favorit kalian yaa. Author tunggu jejak kalian yaa.
BAE JINYOUNG CIX EKS WANNAONE
KANG SEULGI RED VELVET
WENDY RED VELVET
JOY RED VELVET