Girl's World

Girl's World
Eps 5



Keesokan harinya, kami semua sudah siap menjalankan rencana. Aku memantapkan diriku dan melangkah masuk ke dalam kelas. Aku duduk di tempatku. Mereka bertiga mendatangiku. Salah satunya menarik kerah bajuku.


"Serahkan videonya." gertaknya. "Kau mentang mentang ada teman, sudah berani menantangku yah." kata Seulgi. Lalu, dia melepaskan genggamannya pada kerah bajuku dan mengangkat daguku keatas. Dia menatap tajam menusuk ke mataku.


PLAKK!!!


Dia menamparku dengan keras. Aku memegang pipiku dan berusaha menahan air mataku. Di kelas, baru ada beberapa orang yang datang. Mereka semua berpura pura tidak melihatku dan menganggap kami hanya angin lalu saja.


"CUT!!! Bagus sekali." teriak Ryujin yang dengan asiknya merekam kami sambil memakan permen karet layaknya seperti seorang sutradara.


Yap, rencananya, biarkan mereka menggangguku lagi, lalu Ryujin akan diam diam melakukan siaran langsung dan merekam kami. Sekarang, kerumunan murid di depan kelas kami sambil mengambil ponselnya.


Park Ssaem datang menerobos kerumunan itu dan masuk ke kelas. "APA YANG TERJADI ?" tanya Park Ssaem yang terlihat khawatir. Zzzzz... Zzzzzz... mendadak TV kelas yang biasanya untuk menampilkan pengumuman dari kepsek menjadi rekaman video kejadian semalam di kamar mandi.


Park Ssaem nampak shock sekali. Dia menghampiriku dan mengecek badanku. Lalu, ia melihat pipiku memerah bekas tamparan tadi. Wajah Park Ssaem berubah seketika.


"Kalian semua dan Chaeryeong ikut aku ke kantor sekarang." kata Park Ssaem sambil menarik tanganku.


"Bu, biarkan kami ikut jadi saksi." kata Ryujin dan kawan kawannya yang entah kapan tiba tiba mereka berkumpul di sana.


"1 orang saja." kata Park Ssaem.


"Kalau begitu, aku saja. Aku melihat semua kejadiannya." kata Yeji.


Kami semua dibawa keluar Park Ssaem dan di depan kelas bertemu Guanlin yang baru saja datang. "Guanlin, tolong bubarkan mereka yang di depan kelas." kata Park Ssaem.


Park Ssaem membawa kami ke kantor kepsek langsung. Park Ssaem dan kepsek mulai menginterogasi kami. Yeji selalu membelaku. Kali ini, aku tidak akan takut. Karna, aku sudah punya pendukung di belakangku. Setelah itu, aku dan Yeji disuruh kembali ke kelas dan mereka tetap di sana untuk membicarakan tentang hukuman yang mereka dapatkan.


Sementara itu di kelas, Park Ssaem sedang menginterogasi mereka jadi kelas 10-5 tidak ada guru dan karena kerumunan siswa sudah dibubarkan oleh Guanlin, sekarang kelas heboh dan bertanya tanya apa yang sedang terjadi. Ryujin sudah sering diacuhkan orang orang di kelas karna rumor rumor aneh. Jadi, tidak ada yang berani menanyainya.


"Ryujin, apa yang terjadi pada Chaeryeong ?" tanya Daehwi yang sedang berjongkok di sebelah tempat duduk Ryujin. Ryujin tetap tidak menanggapinya, ia enggan untuk bangun.


"Woi!!! ****!!! BANGUN!!!" teriak Daehwi di telinga Ryujin. "YAK!! KAU INGIN MATI?" teriak Ryujin yang tak kalah kuatnya. "Kek gini baru betul, Apa yang terjadi pada Chaeryeong?" lanjut Daehwi yang tertawa. "Gak tau, tanya langsung pada orangnya." kata Ryujin dengan wajah bodo amatnya dan ingin melanjutkan tidurnya.


Aku pun masuk ke kelas sambil mengambil 2 minuman kaleng yang dibeli Yeji tadi di Vending Machine. Aku menggosok gosokkan ke pipiku. Semua murid terdiam dan menatap kepadaku. Aku ingin pergi ke tempat dudukku dan melewati Ryujin. "Nah, dari Yeji." kataku sambil memberikan minuman kalengnya. Lalu, aku pun duduk. Langsung semua orang mengerumuniku dan mengajukan banyak pertanyaan.


"Chaeryeong? Gwenchana?" tanya yang lain.


"Omo?!! bengkak!! Sakit, kah?" tanya yang satu lagi.


"Gwen... chana." jawabku sambil memegang pipiku.


Mereka tetap membicarakan keburukan Seulgi and the gengs dan mengutuknya. Ryujin yang merasa sebal dengan mereka pun berkata, "Hey! Tidak bisakah kelen duduk saja dan biarkan dia beristirahat?" katanya sambil memutarkan bola matanya.


Karena mereka merasa takut dengan Ryujin, semuanya bubar dan kembali ke tempat duduknya masing masing. Semuanya tenggelam pada gosip mereka. Aku pun melihat keluar jendela dan memikirkan bagaimana nasib Seulgi and the gengs. Aku benar benar puas sekali.


"Chaeryeong, gimana? kau sudah siap dengan malam nanti." tanya Ryujin.


"Nee, aku sangat menantikannya." kataku.


"Pulang sekolah nanti kita makan bulgogi." katanya lagi.


"Nee, aku ikut." jawabku.


Setelah itu Ryujin melanjutkan tidurnya, dan aku pun hanya melamun menatap keluar jendela. Tak lama kemudian, bel istirahat berbunyi. Aku dan Ryujin keluar dan menemui ITZY. Yeji terlihat senang sekali. Dari tadi ia hanya menertawakan muka mereka.


"Kau lihat tadi? Mereka pasti sedang bersihkan toilet sekarang" kata Yeji.


"Nanti pulang sekolah, kita makan bulgogi saja." ajak Ryujin.


"Kau emang cuma pintar makan saja." kata Yuna sambil menyeruput es teh manis.


Mereka pun lanjut bercanda dan bertengkar seperti biasanya.


Istirahat ke dua, kami hanya pergi ke Rooftop sekolah dan berbicara tentang malam nanti. Anak anak kelas sepertinya sudah melupakan kejadian tadi pagi dan pembelajaran tetap berlangsung seperti biasa. Setelah itu, Seulgi and the gengs tidak masuk kelas sama sekali sampai kami pulang sekolah. Sepulang sekolah sesuai rencana kami pergi makan bulgogi dan pergi menemani Ryujin dan Yuna pergi membeli daging. Lalu, pulang ke rumah, mandi dan berberes untuk menyiapkan keperluan kami malam nanti. Setelah selesai, aku menuliskan beberapa kalimat di buku diary ku.


Dear diary,


Hari ini, Sabtu, 28 Maret 2020. Hari di mana aku benar benar puas sekali. Dendam selama ini sudah dibalas dengan bantuan ITZY. Untuk pertama kalinya dari sekian lamanya aku kembali menjadi anak normal sekolahan bukan seorang korban pembullian.


Dan juga hari ini ITZY akan menginap di rumah Lia. Kami akan makan ramyeon, kimchi dan daging. Ini pertama kalinya untukku.


Barbeque!!! Waiting for you!!! With ITZY!!!


Sekarang aku sedang membantu eomma membuat kimchi. Masakan andalan eomma, kimchi. Eomma juga menyiapkan kimbab untuk kami. Setelah itu, aku menunggu Yeji datang ke rumahku untuk pergi bersama sama.


Ting tong...


Itu dia, dia sudah datang. Aku, eomma dan Yeji pergi ke rumah baru Lia.


"Annyeonghaseyo, bibi. Mari masuk. Eomma sudah menunggumu." kata Lia dengan sopan saat membukakan pintu. Kami masuk dan pergi ke atas sedangkan Lia mengantarkan eomma ku ke ruang tamu untun bertemu eomma nya Lia. Mereka berdua adalah teman baik yang sudah lama tidak berjumpa.


Rumah Lia sangat besar. Di lantai atas, ada kamar Lia, kamar mandi, ruang karaoke dan juga ada semacam balkon besar. Kami semua duduk di lantai dan mulai mempersiapkan alat dan bahan barbeque.


Kami memulai barbeque nya di balkon. Dan aku mengeluarkan masakan andalan eomma. Taraaaa...


"Kimchi dan kimbap." kataku.


"Wah, kimbap!" kata Yuna terlihat sangat bersemangat.


"Kimchinya kelihatannya pedas sekali. Aku suka!" seru Ryujin


"Jangan lupa nah ini dia minuman kalengnya." kata Yeji sambil membagikannya ke kami.


"Dan menu utama hari ini..... Jreng Jreng Jreng..... Ramyeon." seru Lia layaknya seorang MC yang sedang membawakan suatu acara. Semuanya berseru enak.


Kami memulai malam penginapan kami dengan mengucapkan "Selamat makan." kepada satu sama lain.


Kami makan, tertawa, bermain game, dan menonton film horor. Lalu, kami tidur bersama di kamar Lia yang luas. Seru sekali, aku ingin tetap seperti ini. Biarkan aku menikmati seluruh hidupku seperti ini. Menjadi bagian dari ITZY itu sangat menyenangkan.


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Bagaimana dengan Seulgi and the gengs? Terus ikuti cerita ini untuk mengetahui kelanjutannya.


Jangan lupa Like, Comment, dan tambahkan ke favorit kalian. Author tunggu jejaknya yaa.



FOTO PERTAMA KAMI


*Di Rumah Jisu


*Sabtu, 28 Maret 2020