Girl's World

Girl's World
Eps 3



"YAK! Ayo! cepat suruh temanmu itu menghapus video itu." kata Joy. Mereka menendang nendang meja dan kursiku. "Bisu ya atau tuli?" tanya Wendy padaku.


Tiba tiba ... "Annyeong, lanjutkan lagi. Lia, minjam hp mu dulu. Kurasa hari ini banyak kasus yaa." kata Yeji. "Wih." Mereka semua pergi sambil menatap Yeji dengan sinis.


"Ayo ke kantin! Kajja!" kata Lia sambil menarik tanganku.


"Hmm... Biar aku traktir kalian saja. Apa yang mau kalian pesan ? Biar aku pesankan saja !" jawabku.


"Ah! tidak usah! Lagian kita juga gak kenal." kata Yuna. "Yuna." katanya lagi dan mengulurkan tangannya. Aku membalasnya "Chaeryeong."


"Ok, kita sudah kenal. Kalau begitu, aku ingin Jjajangmyeon dan jus jeruk." kata Yuna.


"Haiishh, kau benar benar tidak tahu malu, Yuna." kata Lia


"Kalian juga sama, punya teman baru tapi gak dikenalin padaku." jawab Lia.


"Sudahlah, aku sendiri yang mau traktir. Bagaimana dengan kalian?" tanyaku lagi sambil melerai mereka.


"Samakan saja. Aku akan belikan Chicken lain kali." jawab Yeji.


"Aku akan mentraktir es krim pas pulang nanti." kata Yuna.


"Hahaha... Baiklah, kalau begitu aku pesankan dulu."


Aku pun pergi memesankan makanan, "Imoo? Aku mau jjajangmyeong 5 dan es jeruk 5."


"Nee, chamkaman." Imoo itu pun membuatkan pesanan ku. "Nah, semuanya 25000 won." kata imoo sambil memberikan pesananku. "Kamsahamida." jawabku sambil menberikan uangnya. "Biar saya bantu bawakan yaa." jawab Imoo. "Baiklah, maaf merepotkan. Meja yang itu." jawabku lagi.


Aku pun kembali ke meja mereka sambil membantu imoo membawa pesanan. "Wah, selamat makan." kata Yuna. "Terima kasih, Selamat makan." kata Ryujin. Kami bersama sama menikmati makanan itu.


Setelah kami sudah siap makan, "Tapi, aku penasaran bagaimana kalian bisa kenalan?"


tanya Yuna.


"Tadi pagi, aku jatuh karena tidak sengaja bertabrakan dengan Ryujin. Baru, dia membantuku melihat aku ada di kelas mana." jelasku.


"Ooo, dan rupanya kalian sekelas." jawab Lia. "Nee."


"Pantas saja, Ryujin berjalan tidak pake mata jadi suka tabrak tabrak orang. Maklumin aja." tambah Yeji.


"Yang benar saja, setiap orang jalan tuh pake kaki. Mana ada pake mata. Dasar nek lampir!" protes Ryujin.


Kami semua tertawa terbahak bahak. "Lalu, bagaimana dengan Lia dan Yeji?" tanya Yuna lagi.


"Kalau Lia, aku sudah mengenalnya dari SD." jawabku.


"Wah, ketemu teman lama." jawab Yuna.


"Kalau Yeji?" tanya lagi.


"Kau bertanya terus. Bisakah diam saja?" kata Yeji. Muka juteknya kembali lagi.


"Gwenchana, aku tidak tersinggung kok." kataku.


"Tadi istirahat pertama, aku dibully di kamar mandi. Lalu, Lia dan Yeji membantuku." lanjutku singkat.


"Sama orang Seulgi?" tanya Ryujin.


"Nee." jawabku sambil tersenyum.


"Kita bantu balas dendam, deh." kata Ryujin.


Tanpa kusangka, bahkan seorang Ryujin yang tadi paginya sangat irit bicara denganku sekarang malah mengusulkan balas dendam demiku. Wah, aku sangat tersentuh bisa merasakan memiliki teman yang seperti ini.


Sebentar lagi, istirahat sudah mau selesai. Jadi, kami berjalan santai dan mengobrol sepanjang perjalanan kami ke kelas.


"Chaeryeong, nanti pulang ikut dengan kami saja yaa." kata Yuna.


"Kita jalan jalan, pergi makan dan bersenang senang deh pokoknya." kata Yeji


"Ikut yaa?" bujuk Lia.


"Gak usah sungkan. Gak papa, kalau dia gak mau, biar aku yang urus saja. Aku akan membawanya secara paksa." kata Ryujin.


"Aku mau kok. Bye, sampai ketemu nanti!" Jawabku sambil melambaikan tangan pada mereka.


Aku dan Ryujin pun masuk ke dalam kelas. Mereka semakin membenciku. Aku mulai melihat orang orang mulai berbisik bisik dan bersikap aneh. Ryujin pun merangkulku dan mengajakku bicara agar aku tidak terfokus ke mereka.


Pulang sekolah, hari ini aku kebagian jadwal piket hari ini. -_- Padahal aku baru saja senang, kupikir aku bisa ikut pergi.


"Kajja, Chaeryeong aa." ajak Ryujin.


"Jeongmal mianhae. Kalian pergi saja. Hari ini aku piket." jawabku.


"Kami bisa nunggu kok." jawabnya lagi.


"Wah, benarkah? Chamkaman." jawabku.


"Wah, ini pertama kali aku piket cepat sekali siapnya" kata Daehwi.


"Iya, ini karena ada Chaeryeong. Dia bekerja cepat sekali." kata teman lainnya.


"Hahaha, iya aku buru buru. Ada yang menungguku di bawah." jawabku bahagia.


"Sepertinya kau bahagia sekali, emang siapa yang menunggumu? Namching?" jawab teman yang lain.


"Hah? Ani, bukan." jawabku cepat.


"Jadi, siapa?" tanya Daehwi.


Mereka menggoda ku. "Ani, dia chinggu terbaikku." jawabku. "Sudahlah, ayo kita pulang!" jawab yang lain. Aku pun bergegas turun ke bawah dan menghampiri mereka yang sedang menungguku di gerbang.


"Sudah, aku sudah siap." kataku sambil tersenyum lebar.


"Wah, Daebak! Cepat sekali." kata Yuna.


"Nah, eonni es krim." lanjutnya sambil memberikan es krim stoberi pada ku.


"Kamsahamida. Kok manggil eonni?" tanyaku heran.


"Aku lebih muda 2 tahun darimu." jawabnya


"Hah? kok bisa kau setingkat dengan kami?" tanyaku lagi. Aku sangat bingung sekali.


"Aku terlalu cepat disekolahkan agar bisa sekelas dengan eonni ku, Ryujin." jelasnya.


"Hah? Kau adik Ryujin?" tanyaku lagi.


"Nee, adik ter luck nut." jawab Ryujin sambil melipatkan ke dua tangannya dan memutarkan bola matanya.


"Kalau di sekolah, aku akan menganggap kita sederajat dan kalau sudah di luar sekolah aku akan memanggil kalian eonni." jelasnya lagi.


"A...Arraseo." jawabku terbata bata.


"Kajja! eonni, kita mau ke mana hari ini ?" tanya Yuna. Aku hanya diam dan mengikuti mereka ke mana pun mereka pergi. Hari yang buruk menjadi lebih baik dengan mereka.


"Yak! Hyunjin! Kau mau ke mana?" teriak Yeji.


"Wah, kalian kembar?" tanyaku.


"Berani beraninya kau memanggil namaku dengan tidak sopan. Aku lebih tua dari mu. Panggil aku oppa." celoteh Hyunjin.


"Terserah aku, lagipula kau hanya dilahirkan duluan beberapa menit dariku." jawab Yeji.


"Kami mau pergi makan Chicken." jawab Hyunjin.


"Kami ikut." jawab Yeji.


Aku mengenalnya mereka sekelas denganku. Ada Daehwi, Samuel dan Guanlin. Tapi ada beberapa yang tidak aku kenal juga. Kami pun gabung dengan mereka.


Hwang Yeji dan Hwang Hyunjin ternyata anak kembar dan Shin Ryujin dan Shin Yun ternyata kakak beradik. Yeji dan Hyunjin yang mentraktir kami semua.


Kami bersepuluh pun kenalan dan mengobrol. "Ternyata gara gara ini, kau cepat cepat piket hari ini." kata Daehwi kepadaku. "Hahaha iya." jawabku. "Hey, tahukah kalian? Tadi Chaeryeong buru buru piket karena ada yang menunggunya. Kami bahkan meledeknya kalau itu namching nya ternyata kalian. Dia sangat senang sekali tadi." jelas Daehwi.


"Haissh, Jinja? Eonni, aku sangat tersentuh." kata Yuna sambil menunjukkan ekspresi terharu.


"Jangan banyak drama." kata Yeji.


"Wih, daripada eonni. Ditungguin piket setengah jam pun belum siap." bantah Yuna.


"Hahaha... betul sekali. Aku setuju." dukung Ryujin.


"Mending sepertiku, selalu bolos piket. Ngak nyusahin orang." tambahnya.


Semuanya tertawa terbahak bahak.


"Kalau begitu, sepertinya aku harus selalu memperhatikan mu sebagai ketua kelas yang baik." kata Guanlin.


"******, dah dimata matai nih." kata Lia.


Nah, dari cerita ini menyimpulkan mereka sudah kenal satu sama lain. Ok?


Apa yang akan terjadi selanjutnya? Terus ikuti cerita Girl's World untuk mengetahui kelanjutannya.


Jangan lupa Like, Comment dan tambahkan ke favorit kalian


Author tunggu jejaknya yaa



HWANG HYUNJIN STRAY KIDS