Forgotten Memories

Forgotten Memories
BAB 7



"tidak! aku tidak mungkin salah! apa kau lupa? ini aku Resza.." bantah orang itu menjeda kalimat dan terdapat kekecewaan dan harapan yang terlihat di wajah nya


"Kaka mu! apa kau tidak ingat? ini aku!" lanjut orang itu bersi keras, terlihat ia seperti menahan air mata nya yang hampir terjatuh


"maaf Resza tapi saya tidak mempunyai seorang kakak maupun adik" ucap Rasfa dengan sopan, berusaha mencoba melepaskan tangan Resza dari pundak nya


tetapi Resza sendiri yang tiba tiba melepaskan tangan nya dari Rasfa


"begitu ya kau lupa ya...syukurlah dan syukur lah kau baik baik saja" ucap nya yang seperti nya sudah tenang


"tapi ku lebih berharap kau tidak melupakan ku.." gumam Resza yang tidak dapat di dengar oleh Rasfa


"apa maksud anda? apa yang sudah saya lupakan?" tanya Rasfa yang masih dengan bahasa yang sopan


"tidak bukan apa apa"


"dan mohon maaf untuk yang sebelum nya seperti nya saya terlalu emosional karena bangun dari tidur" ujar nya dengan sedikit membungkuk


"tidak apa ap-"


"RASFA!! APA KAU SUDAH SELESAI MENGISI LEMBARAN NYA?!!" celetuk seseorang dari arah pintu yang tidak lain adalah si Leska dan membuat Rasfa dan Resza terkejut dan melihat ke arah leska


"Sial! ku lupa!!" teriak Rasfa yang baru ingat alasan ia datang sangat pagi, dua jam sebelum bell masuk ber bunyi


"Kenapa bisa lupa?!!" seru Leska


"ambil kertas nya kita kerjakan sekarang!"


Rasfa pun langsung mengambil kertas nya yang berada di kolong meja dan Leska langsung berlari mendekati Rasfa untuk membatu mengisi


"ada yang bisa ku bantu?" tanya Resza yang membuat Rasfa dan Leska beralih melihat ke Resza


"dia siapa?" bisik Leska ke Rasfa


"Resza" jawab Rasfa singkat


"tentu saja ada ayo sini bantu! ini harus selesai dengan cepat sebelum guru nya datang untuk mengambil nya!" ucap Leska dengan penuh harap agar pekerjaan nya ini bisa cepat selesai


"baik..apa saja yang harus di isi?"


"daftar anggota, biodata, penyelenggaraan rapat sebelum nya, total keuangan keseluruhan saat ini, mengevaluasi anggaran klub dan lain sebagai nya!"


"Kenapa sih harus kita yang ngisi kenapa nggak osis yang lama aja yang isi!" protes Lesya, sambil mengacak ngacak rambut nya


"sudahlah ayo cepat keburu guru nya nanti datang" ucap Rasfa, sambil mengisi kertas kertas yang kosong


"iya.."


"Aika lepaskan saya!!" bentak seseorang dari balik pintu


"Kami ikut bantu!!" ucap nya yang di duga adalah Aika masuk ke dalam kelas dan terlihat ia sedang menarik Nesya di salah satu tangan nya


Dan mereka di ikuti oleh Kria dari arah belakang mereka


mereka pun mengerjakan tugas itu bersama sama, tidak sampai satu jam tugas itu pun selesai sebelum guru datang


.


.


.


"Yeayy! akhir nya selesai!!" seru Aika sabil meregangkan tangan nya ke atas


"jadi siapa yang akan mengumpulkan nya?" tanya Kria


"tentu saja sang ketua kan" jawab Nesya dan terlihat seringai di wajah nya


"apa hubungan nya dengan itu?" protes Rasfa tidak terima


"tentu saja ada"


"kalau begitu aku saja" ucap Resza yang mengusulkan diri


"tidak tidak harus sang ketua yang menyerahkan kertas kertas yang sangat penting ini" bantah Nesya sambil mengambil lembaran lembaran kertas yang menumpuk dan memberikan nya ke Rasfa


"Hah? kenapa harus aku?!" protes Rasfa, menatap tajam ke arah Nesya


tapi tatapan itu tidak berpengaruh ke Nesya ia tetap menyodorkan lembaran kertas yang di pegang nya ke arah Rasfa dengan seringai yang masih terlihat di wajah nya sejak tadi


"kalo gitu aku juga ikut!" seru Aika mengangkat satu tangan nya


"kalo begitu kalian berdua yang ngasih ini ya"


Nesya pun memberikan lembaran kertas nya ke Rasfa dan Aika


"Ck baiklah baiklah.." gerutu Rasfa menerima nya dengan terpaksa


"kalo gitu ayo!" Aika pun berjalan keluar kelas duluan setelah itu di susul oleh Rasfa


---------------------------BERSAMBUNG-----------------------